Wanita tidak boleh merendahkan pria dan anjuran itu benar adanya. Sama benarnya dengan anjuran bahwa pria pun sama sekali tidak berhak untuk merendahkan wanita. Allah memerintahkan para istri untuk taat pada suami, bukan karana dia laki-laki, tapi karena Allah memang memerintahkan demikian. Selain itu, tidak pernah Allah memerintahkan perempuan untuk taat pada laki-laki, tidak pernah pula ada anjuran bagi wanita untuk mengalah pada pria. Tidak ada larangan bagi perempuan untuk tegas dan mandiri, selain itu tidak pula ada larangan bagi perempuan untuk mengambil keputusan.
Perempuan dinilai hanya dari penampilannya, bukan kapabilitas dan kontribusinya. Pada dasarnya tak ada beda antara laki-laki dan perempuan. Keduanya adalah makhluk Allah yang setara, berhak mendapat pahala untuk amal baiknya dan sebaliknya, hukuman untuk kesalahannya. Ketika Allah menciptakan perbedaan, adalah agar menjadi partner dalam memelihara kehidupan. Seorang perempuan –sama dengan laki-laki- diberi potensi oleh Allah, juga diberi kesempatan untuk mencapai derajat dan martabat hidupnya sendiri.
Bekerja bagi perempuan sering menjadi perdebatan. Seorang yang ‘bekerja’ dianggap lebih berharga daripada yang ‘tidak bekerja’. Semestinya semua orang berhak disebut bekerja saat dia berbuat baik. Amal baik tidak tergantung apa status yang disandang oleh seseorang, melainkan apa yang diperbuat dan untuk siapa perbuatan itu dilaksanakan. Jadi, siapa saja yang berbuat kebaikan, dibayar atau tidak, bergengsi atau tidak, dia telah bekerja.
Yang menentukan kemuliaan seorang perempuan bukanlah jabatan, pujian ataupun kecantikan semata. Kontribusi seorang perempuan terhadap keluarga, masyarakat, dan peradaban itulah yang lebih menentukan tingkat kemuliaan seorang perempuan. Hanya Islam yang lantang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia menjadi ibu. Imbalan tertingginya pun surga. Hanya Islam yang mengakui pentingnya peran seorang ibu bagi perkembangan putra-putrinya. Karena itu, kita diwajibkan untuk menghormati ibu tiga kali sebelum menghormati ayah.
Menjadi perempuan adalah peran dari langit yang berhias sejuta mahkota. Bersama laki-laki, perempuan menjadi pelukis dunia. Demikian adil Allah menciptakan desain yang sempurna bagi pasangan yang saling melengkapi dan mencintai.
Sumber: Karena Engkau Perempuan (FLP Yogyakarta)