Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2016

#1

Teruntuk calon suami masa depanku,
Dari calon istri masa depanmu,

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah wanita muslim yang solehah seperti yang kau dambakan
Ibadahku tidaklah sempurna, sesempurna wajib dan sunnah yang selalu kau kerjakan
Akhlakku tidaklah indah, seindah kau berlemah lembut pada kedua orang tuamu
Amalku tidaklah utuh, seutuh sedekahmu di tiap pagi

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah perhiasan dunia yang paling baik,
Laku ku tak selalu indah
Lisanku tak selalu menentramkan
Parasku tak selalu menyenangkan
Dan aku tak terbebas dari maksiat

Dear calon suami masa depanku,

Aku hanyalah manusia pada umumnya
Yang cinta dan kasih sayangnya padamu memiliki cacat, sebagaimana aku mengalami cacatnya cinta dan kasih sayang kedua orang tuaku yang pernah khilaf
Maka, izinkan aku memiliki cinta dan kasih sayangmu yang mendidikku untuk dapat mencintai dan menyayangi buah hati kita dengan sebaik-baik cinta dan kasih sayang

Dear calon suami masa depan aku,

Tolong pahami aku,
Sesungguhnya aku ingin memiliki hati setangguh baja yang tak mudah tergores dan hancur tiap dirimu khilaf dan membuatku terlihat bodoh
Tapi aku hanya memiliki hati yang rapuh dan air mata yang mudah jatuh, namun itu yang membuatku dapat memaafkanmu dan kembali kuat untuk dapat memberikan cinta dan kasih sayang terbaik yang bisa kuberikan

Dear calon suami masa depanku,

Aku memang bodoh dalam banyak hal, juga memiliki keegoisan di atas rata-rata,
Maka jadilah sabarmu seluas lautan untuk mendidikku menjadi lebih baik,
Untuk menuntunku membersamaimu hingga surga Allah Swt

Dear calon suami masa depanku,

Hari-harimu bersamaku tidaklah selalu tentang kebahagiaan,
Maka aku akan memaklumi dan tetap bersyukur jika ada kalanya kau tak dapat membahagiakan hariku

Dear calon suami masa depanku,

Aku tidaklah pandai menjaga diri, maka bantulah aku menjaga diriku, jadilah pakaianku
Dan aku kan belajar tuk terus menjagamu dan menjadi pakaian untukmu

Minggu, 06 Desember 2015

Cinta dan Perlindungan

Cinta adalah ungkapan rasa tentang memiliki dan ingin dimiliki, tentang suatu ikatan yang kuat dengan seseorang yang lain. Akan tetapi, dapatkah cinta hadir tanpa sikap peduli dan tanpa sikap melindungi?

Cinta yang sesungguhnya tidak pernah hadir tanpa adanya perlindungan. Perlindungan demi menjaga yang kita cinta tetap hidup dalam hati kita, dan dalam kedekatan dengan kita. Perlindungan yang menjaga ikatan tetap kuat dan semakin kuat.

Perlindungan yang kerap diasumsikan sebagai suatu hal yang berlebihan bagi kita yang menerimanya. Tetapi dapat pula diasumsikan sebagai suatu bentuk ketidakpedulian bagi kita yang tidak pernah menerimanya.

Maka, bukankah kepedulian merupakan suatu bentuk perlindungan? Perlindungan agar cinta selalu punya alasan dan tempat untuk selalu terikat dan tertambat.

Perlindungan serupa pada kepedulian kapan cinta kita berada dekat pada hatinya dan kapan cintanya dekat pada hati kita. Perlindungan berupa kepedulian pada ikatan yang telah terpilin semakin kuat atau terlalu kuat sehingga akan putus, atau bahkan sama sekali tak terpilin padanya. Perlindungan berupa kepedulian pada seberapa lama sang cinta membutuhkan waktu sendiri untuk menikmati tiap menit hidupnya dengan orang-orang terkasihnya, tapi punya waktu kembali pada cinta yang selalu menunggunya. 

Perlindungan yang menjaga ikatan cinta agar tidak terlalu kuat sehingga menyesakkan. Juga perlindungan yang menjaga ikatan cinta agar tidak terlalu renggang sehingga meloloskan yang seharusnya terjaga.


#senjabetha

Senin, 10 November 2014

Semu

Aku menyesal, amat menyesali pada apa yang pernah terjadi di antara kita selama 3 bulan terakhir itu. Ingin rasanya membalikkan waktu dan memulai semua dari awal. Di antara kita perasaan itu tidak menelusuk ke dalam hatimu, tidak pernah, dan tidak akan pernah, sehingga kita akan baik-baik saja. Dan akan terus baik-baik saja, menjadi teman baik.

Sama seperti siluetku di pagi hari. Aku menyukainya, dengan wajar. Tapi itu hanya siluet. Hanya bayangan. Semu...

Pun pertemanan kita. aku menyukainya dengan wajar, tapi tidak nyata. Semu. Kita nyata, pun pertemuan kita. Keberadaan kita juga nyata, tapi tidak pertemanan kita..

Kau ibarat angin. Datang dan pergi sesuka hati dengan intensitas yang juga sesuka hatimu. Kau ibarat musim, kadang sulit diprediksi, juga berubah sesuka hati.

Kau temanku, tapi tidak layaknya teman. Kau perhatian dengan diammu. Juga mengacuhkan keberadaan diriku. Tak ada sapa, juga teguran. kemudian, semakin kudapati bahwa pertemanan kita adalah semu. Kita memang tinggal di bumi yang sama, tapi punya dunia berbeda. Kau dengan urusanmu, dan aku dengan urusanku. Seperti tak ada lagi alasan bagi kita tuk sekedar melempar sapaan.

Dengan segala sikapmu, kau memintaku tetap menjadi temanmu yang bisa saling berbagi cerita, juga bersenda gurau bersama. Kau tuntut aku. Jelas lah sudah, kau berangan pertemanan kita baik-baik saja dan berharap semu itu menghilang. 

Namun, aku hanya berharap semoga kau sadar dan lekas sadar, kawan. Sesungguhnya, semu itu kau lah yang menciptakan...

Senin, 11 November 2013

Bila Psikolog Menjadi Seorang Istri ...

Nemuin tulisan yang menarik dari seorang mahasiswi Psikologi UGM dalam blognya masgun (http://kurniawangunadi.tumblr.com) dan karena aku juga mahasiswi psikologi yang memiliki harapan yang hampir sama ketika aku menjadi seorang istri, kelak. Sekaligus sebagai pengingat jika aku lupa akan harapan2 ini ketika aku masih menjadi mahasiwa psikologi :)


CeritaJika #8 : Jika Istrimu Seorang Psikolog

Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai istrimu, satu hal yang pertama kali ingin aku sampaikan. Satu hal yang aku ingin agar kamu tahu, paham, dan selalu ingat. Bahwa aku, tidak bisa membaca pikiranmu. Aku bisa memahamimu hanya jika kamu menunjukkan kepadaku apa yang harus aku pahami. Kita berdua dahulunya orang yang saling tidak mengenal bukan? Jika suatu hari aku belum paham tentang jalan pikiranmu, perasaanmu, persepsimu terhadap sesuatu, keinginanmu. Tolong bersabar, pemahaman butuh waktu. Jika kau bersabar, aku akan setia belajar.

Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai isterimu, satu hal yang aku minta kepadamu. Support, dukungan, motivasi, sudut pandang positif, afeksi. Apapun itu istilahnya. Yang aku inginkan bahwa kamu paham, aku juga manusia biasa yang kadang lemah, kadang murung,  bad mood, down, kecewa, putus asa, kadang bisa kesal dan marah. Dan jika itu terjadi, aku ingin kau selalu hadir disisiku. Nyata ataupun maya. Membantu memperbaiki moodku, meluruskan niatku, memotivasi jiwaku, meredakan amarahku, menerangi kebingunganku. Sekecil apapun itu, aku akan sangat berterima kasih.

Jika suatu hari nanti kamu menemukanku sebagai isterimu, jangan pernah mengatakan ‘kamu kan psikolog!, harusnya…”. Aku tahu tentang perkembangan manusia, perkembangan yang berakibat baik dan buruk. Jika perkembangan itu dimulai dari masa dewasa, masa ketika aku kuliah Psikologi. Maka aku yakin aku bisa menjadi manusia yang sempurna untukmu. Tetapi sayang, perkembangan manusia itu dimulai dari sejak kita bayi. Tentu aku mengalami masa-masa buruk, masa-masa yang tidak terlalu mendukung perkembanganku. Masa-masa yang kadang traumatis dan menyedihkan. Masa-masa yang menyisakan unfinish business  dan memberi bekas padaku hingga saat ini. Jangan pernah katakan ya?

Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu. Maukah kau mendengarkan konsep-konsep kehidupan berumah tangga yang aku pelajari dan aku pahami? Mendengarkan saja dulu. Tentang komunikasi yang akan kita terapkan, tentang fungsi dan peran masing-masing diri dalam rumah tangga, tentang aturan-aturan yang harus kita jaga dan patuhi. Dan yang paling utama adalah bagaimana kita mengkonsep dalam mendidik anak. Tentu aku punya pertimbangan secara psikologis dalam semua hal itu. Untuk itu aku membutuhkanmu untuk mendengarkan. Karena aku paham, yang menjalani rumah tangga ini bukan aku, tapi kita. Pun ketika kamu memiliki konsep konsep yang lain, aku sangat mau untuk mendengarkannya.

Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu nanti. Tolong jangan terganggu dengan orang-orang yang senang curhat kepadaku. Mereka yang menelpon tengah malam, yang tiba-tiba datang kerumah. Diantara mereka ada yang mungkin klien yang  tidak aku kenal. Namun, diantara mereka mungkin juga teman-temanku sendiri. Diantara mereka, ada yang perempuan juga ada laki-laki. Untuk kau tahu, jika dalam dunia psikologi ada kode etik yang tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan masalah klien, tetapi jika klien itu teman sendiri? Atau teman sendiri yang tidak mendaftar resmi sebagai klien tetapi meminta nasihat sebagai teman yang kebetulan psikolog?  Maka tolong bersabar, jangan terganggu. Aku ingin kamu selalu ada disitu, untuk selalu mengingatkanku.

Jika suatu hari kamu menemukanku sebagai isterimu. Bolehkah aku tinggal dirumah saja? Mendirikan biro konsultasi dengan klien yang sangat terbatas sebagai janji profesiku, karena Aku ingin selalu hadir dalam setiap perkembangan anak-anak kita. Aku ingin selalu ikut campur dalam mengajari moral, emosi, sosial dan intelektual.


Yap, sampai sini, aku suka penjabaran harapannya (buat lengkapnya, silakan baca sendiri dari sumbernya langsung ^_^). Memang benar, psikolog atau calon psikolog tidak bisa membaca pikiran atau memahami seseorang begitu saja dalam waktu beberapa detik pertemuan. Kami hanya berusaha selalu memahami kode-kode yang ditunjukkan seseorang. 

Pandai merasa. Yaa, berusaha pandai merasa. Itu yang kami lakukan. Dan kami pun memang manusia biasa yang terkadang merasa kurang percaya diri; merasa kurang mampu; merasa butuh dukungan fisik dan psikis dari orang-orang terdekat yang menyayangi kami.

Psikolog. Sebuah profesi yang tidak sederhana. Banyak tuntutan untuk "harusnya lebih paham", "harusnya lebih memahami", "harusnya lebih mengerti", "harusnya lebih tau apa yang dirasakannya" Gelar-gelar "harusnya..." ini lah yang membuat profesi psikolog menjadi rumit. Jadi, apa yang akan terjadi jika suami pun mengatakan hal yang sama? "harusnya kamu lebih memahamiku!" atau "harusnya kamu lebih paham tentang anak kita daripada aku" Tolong, jauhkan tuntutan "harusnya ..." dari seorang pasangan kita yang psikolog atau yang pernah belajar psikologi. Kami hanya belajar lebih banyak tentang jiwa manusia, tapi bukan berarti kami selalu mengetahui tentang kejiwaan setiap orang. Bahkan, kami pun butuh waktu lama untuk memahami kejiwaan kami pribadi.

Manusia berkembang sejak ia lahir. Kami belajar bahwa mendidik anak tidaklah mudah dan tidak bisa disepelekan. Dan kami paham bahwa mendidik anak bukan hanya peran seorang ibu, tapi juga amat butuh peran seorang ayah, juga butuh konsep. Mendidik anak dengan memberi teladan, sehingga butuh aturan-aturan yang harus dijaga oleh kedua orang tua.

Sama seperti seorang dokter yang harus siap 24 jam jika mendapat panggilan darurat dari pasien. Begitu pula dengan seorang psikolog, harus siap 24 jam jika mendapat panggilan dari klien, karena masalah kejiwaan sama pentingnya dengan masalah pasien darurat. Harus ditangani dengan profesional, tanpa ada campuran masalah psibadi. Oleh karena itu, psikolog butuh suami yang sabar dan memahami hal ini.

Bagi saya, buat apa  bisa selalu ada bagi klien, tapi tidak bagi anak-anak dan keluarga? Dan mendirikan biro konsultasi di rumah merupakan salah satu jawaban agar perkembangan anak-anak tetap terpantau dengan baik dan terarah.

Semoga saya bisa jadi istri dan ibu yang luar biasa, yang mampu memahami suami dn anak-anak serta mampu membersamai suami dalam mendidik anak-anak menjadi generasi yang taat pada Allah Swt., dan memiliki karakter baik yang kuat. Aamiin ^_^  

Jumat, 13 September 2013

Cinta Itu Adalah...

Cinta itu adalah 
Ketika kita selalu mengingat seseorang, 
tapi seseorang itu sama sekali tidak mengingat kita
Kita tetap selalu yakin atas cinta kita

Cinta itu adalah
Ketika kita selalu menjadi yang pertama peduli
selalu menjadi orang terakhir yang menyerah
Meski seseorang tersebut tidak tahu
Kita tetap selalu yakin atas cinta kita
Tidak berkurang walau sejengkal

Cinta itu adalah
ketika kita mengorbankan apapun milik kita
Tanpa berharap seseorang akan membalasnya
Kita tetap bersedia melakukannya
Tidak berkurang rasa cintanya

Cinta itu adalah
Ketika kita selalu lirih menyebut namanya dalam doa
Meski seseorang itu sedang tidur, jauh, bahkan tidak menyadarinya
Kita tetap berharap yang terbaik
Tidak berkurang keyakinan kita

Itulah cinta yang sejati
Tidak perlu jauh-jauh mencarinya
Cinta seperti ini ada pada Ibu kita
Baca ulang sajak ini dari awal, sambil membayangkan Ibu kita
semoga paham hakikat cinta yang baik.

*Tere Lije


Love you mom :*
I hope, someday, I will be a great mother with great love for my family and my children
:)

Jumat, 19 Juli 2013

Orang yang Menyayangimu Itu Pasti Ada Di Sekitarmu

     Yaa, orang yang menyayangimu pasti ada di sekitarmu. Hanya saja, seringnya, kita terlalu sibuk dengan diri sendiri hingaga tidak menyadari kehadirannya dengan segala kasih sayangnya untuk kita.

     Itu juga lah yang beberapa kali aku rasakan. Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih berada di bangku kelas 3 SMA (kelas XII), aku baru sadar bahwa teman baikku benar-benar menyayangiku. Sayangnya, hal itu aku ketahui justru ketika aku mengecewakan mereka. Pertengkaran itu terjadi, perang dingin. Aku terlalu sibuk dengan hal lain dan tidak mau mencoba untuk introspeksi diri mengenai penyebab perang dingin tersebut. Begitupun mereka, segan untuk berbicara jujur, males duluan lebih tepatnya. Hal itu terus berlanjut, hingga akhirnya teman-teman yang mencoba netral mencarikan pihak ketiga untuk menjadi penengah dan fasilitator untuk mencapai keharmonisan kembali.
     Saat itu lah kemudian aku terpukul dengan kalimatnya diantara kalimat perdebatan yang saling membela diri, "aku sayang kamu. kita sayang kamu"
    Dan kemudian, sampai saat ini, aku menyesal harus mendengarnya diwaktu aku menyakiti hati mereka. Aku menyesal, kenapa tidak dari awal menyadari dan memperhatikan keberadaan mereka dengan segala kasih sayang mereka padaku.
     Kemudian, ketidakpekaanku terulang. Beberapa bulan lalu aku berkenalan dengan seorang teman dengan segala kebaikan hati dan semangatnya untuk berbagi. Kami jadi sering bertemu karena takdir, berada dalam satu lembaga yang sama. Awalnya, aku merasa tak ada yang spesial darinya selain ia yang menunjukkan ketertarikan padaku di tiga hari pertama pertemuan kami, yaa dengan gaya khas anak zaman sekarang yang suka TP (tebar pesona) dan sok perhatian.
    Tapi, seiring berjalannya waktu, aku memperhatikan dia. Yaa, ternyata dia memang orang yang perhatian, bahkan hampir ke semua orang yang berada dalam lembaga yang sama dengannya. Dan yang paling membuatku sadar bahwa dia menyayangiku adalah dia memperhatiakn setiap perubahan yang terjadi pada ekspresiku, juga ketidakrelaannya ketika aku dijodoh2kan (meski cuma bercanda) pada orang yang dianggapnya kurang baik. Hahaha.. thank's :)
     Begitu juga dengan teman-teman di psikologi UNS. Mereka benar-benar menunjukkan rasa saling sayang itu. Mereka memang orang-orang luar biasa. Dari mereka, aku belajar banyak hal, bahwa rasa sayang itu memang sebaiknya ditunjukkan dengan cara masing-masing. Hingga akhirnya, aku tak pernah merasa sendiri di psikologi UNS, selalu ada saja yang menyapa, memuji, menegur, mengkritik, mengajak, bahkan ada pula yang selalu menyemangati. Big hug for my family, psikologi UNS :)

Rabu, 19 Juni 2013

Keluarga Kedua Itu Bernama Psikologi UNS

     Subhanalloh, alhamdulillah aku punya teman-teman yang luar biasa. Mereka tetap memberi semangat padaku di saat mereka juga mengalami lelah dan jenuh dengan tugas kuliah yang sama dan aktivitas lain yang banyak. Seperti tadi, saat aku sudah amat jenuh dengan tugas (kelompok) laporan eksperimen yang tak kunjung tuntas, mereka mengingatkanku untuk sabar dan tetap semangat. Padahal, Lulu Deddy dan April pun baru saja menyelesaikan tugas (kelompok) psikologi kesehatan, membuat poster. Erik baru aja selesai melakukan tugas (kelompok) kesehatan mental, penyuluhan. Yaa, padahal, mereka juga sama lelahnya denganku, dan mungkin mereka juga sama jenuhnya denganku. Tetapi, dengan sabar, mereka mengingatkanku untuk sabar dan tetap semangat.

     Dan lagi, waktu kepanitiaan Seminar Nasional Psikologi Islam beberapa hari lalu (acaranya berlangsung), banyak orang menyampaikan simpatinya sama aku. Erik juga nawarin banyak bantuan. Banyak semangat  diberikan oleh teman2 senior2 dan juga dosen. Juga banyak permintaan maaf aku terima dari koor sie di kepanitiaan karena masalah internal kepanitiaan, menyalahkan diri sendiri atas kesalahan orang lain. Aku terharu, tapi juga ngga enak hati. Dibandingkan aku, para koor sie lebih berat lagi bebannya.

     Oleh karena itu, aku selalu menjadi orang yang menunjukkan ketegaran dan menawarkan bantuan pada mereka. Meski akhirnya aku tak banyak membantu tugas teknis mereka, tapi setidaknya aku selalu berusaha meyakinkan mereka bahwa mereka sudah memberikan yang terbaik buatku, buat diri mereka, dan buat orang lain.

     Tak ada air mata yang aku tunjukkan ketika mereka merasa sedih dan hopeless. Aku berusaha tak menunjukkan lelahku ketika mereka terlihat lelah dengan perjuangan mereka. Aku berusaha tidak menyalahkan diriku atau pun mereka ketika ada hal-hal di luar prediksi terjadi, tapi mengajak mereka berevaluasi bersama. Meski diri ini, nyatanya, menyalahkan diri sendiri atas kelalaian sehingga tidak memprediksi hal terburuk, tidak berani menyatakan keraguan atas optimisme yang dibangun.

     Hingga akhirnya, air mata ini luruh saat SC menyatakan permohonan maaf dan memberi semangat. Cukup sudah aku menahan diri untuk menguatkan orang-orang yang merasa dirinya bersalah. Cukup sudah aku mendengar banyak orang menyatakan diri bersalah. Padahal, sejatinya, kesalahan itu paling banyak berada di tangan ini, yang dengan semena-menanya menyatakan optimisme, yang dengan semena-menanya menyatakan idealisme pribadinya bahwa semua akan baik-baik saja, yang dengan semena-mena bersombong dengan kesuksesan yang selama ini di raih.

     Akan tetapi, tak ada yang dapat disampaikan dengan kata-kata. Biarlah air mata ini yang berbicara bahwa aku juga manusia, bukan tempat dimohonkan maaf. Aku juga manusia yang sepatutnya di kritik atas kinerjaku sebagai ketua panitia. Dan lagi, jika aku bersuara, maka acara hari itu tak akan berakhir dengan evalusi dan komitmen bersama.

     Terima kasih teman, aku banyak belajar karena kalian menyertaiku dan melangkah bersamaku menapaki jalan kehidupan yang belum terlihat ujungnya ini kawan.

     Tetap semangat, dan saling menyemangatai. Jangan pula pernah lelah untuk belajar dan menebar kebaikan :)

Kamis, 24 Januari 2013

... #Opiniku3

21 Januari 2013

Ternyata beda yaa antara melihat dari layar kaca dengan melihat langsung di lapangan. Tadi baru aja lewat daerah Dewi Sartika -- Otista yg di pinggir jalannya banyak posko penampungan dan posko peduli banjir. Selama melihat dari tv, aku cuma 'oh,  banjirnya segitu' atau 'oh, baru surut sedikit'
Tapi setelah lihat selintas di lapangan, aku jadi ngerasa 'duh, ternyata begini toh keadaannya? Jadi pengen banget jadi bagian dari relawan bantuan'

Inilah salah satu hikmah perintah Allah Swt. "Berjalan2 lah di muka bumi"

Supaya kita tahu bahwa hidup ini bagaikan roda yang terus berputar, selalu ada yang berada di atas (manusia-manusia dengan segala kenyamanan, keamanan, dan keadaan berlimpah rezeki); selalu ada yang berada di bawah (manusia-manusia dengan segala ksengsaraan, ketidaknyamanan, kesusahan, kekhawatiran, dan kemiskinan); serta selalu ada yang berada di tengah (manusia-manusia dengan segala kecukupan yang cukup secukupnya, tidak kelebihan, tidak juga kekurangan)

Supaya kita sadar bahwa hidup ini bagai air yang mengalir, kadang mengalir ke atas; kadang juga ke bawah; kadang mengalir di ruang yang luas; kadang pula mengalir di ruang yang sempit; bahkan terkadang harus menguapkan, kembali menjadi embun di pagi hari atau menjadi hujan; kadang pula harus berjuang melalui bebatuan cadas. Semua itu untuk dapat tetap bertahan.

Akan tetapi, jangan pernah lupa bahwa hidup itu adalah pilihan. Kita bisa memilih untuk menjadi seperti apa dan memilih bagaimana cara kita bertahan. Hanya saja yang paling penting dari semua ini adalah jangan putus asa untuk berusaha dan jangan pernah lupa untuk tetap memberi manfaat pada orang lain.

*jadi ngelantur ke mana-mana -___-"

Rabu, 16 Januari 2013

Bukan Pertarungan A VS B #Opiniku2

       Satu semester kemarin (semester 3) aku adalah mahasiswa tergalau di angkatanku dan kampusku. Kenapa begitu? Karena hanya aku yang mondar-mandir kelas, antara penghuni kelas A dan kelas B (biasanya kelasnya tetap jika mata kuliahnya masih mata kuliah wajib. Dan semester 1 s.d. semester 3 itu  mata kuliah wajib semua). Jika mata kuliah statistika (banyak yang pindah kelas) dan klinis-asesmen (kelas digabung) tidak dihitung, 2 mata kuliahku berada di kelas A, dan di kelas B 3 mata kuliah. Temanku sering tanya, "kamu mata kuliah ini di kelas mana sih?" atau "kita satu kelompok ga sih?" (biasanya ditanyai sama temenku yang udah biasa satu kelompok) bahkan aku sering terlupakan saat akan menyusun jadwal mentoring karena hanya aku yang beda jadwal kuliahnya.
       Jika sedikit flashback saat awal aku tahu aku di-PHP-in (Pemberi Harapan Palsu) sama universitas, tiba-tiba kelasku jadi B semua padahal aku pilih kelas A semua saat isi KRS online, kemudian setelah beberapa hari pengesahan KRS tiba-tiba berubah lagi jadi ada beberapa mata kuliah yang di kelas A dan bentrok dengan beberapa kuliah di kelas B. Harus ngelobi dosen, sendirian, supaya bisa stay di kelas B untuk jenis mata kuliah yang dosennya sama dengan kelas A. Hahaha.. pokoknya, sampai sebelum revisi KRS, aku adalah mahasiswa tersibuk dan tergalau masalah kelas dan lobi-lobi dosen. jadi sering di-puk-puk sama temen-temen, sama ketua kelas A; ketua kelas B, hingga ketua tingkat --"
       Eh? kenapa jadi ngelantur ya? hehehe 
       Sekarang aku mau bahas mengenai opiniku setelah satu tahun full sebagai penghuni kelas A, dan kemudian satu semester jadi amphibi (hidup di dua tempat, kelas A dan kelas B). Banyak teman-teman di kelas B yang nanya, "gimana rasanya di kelas B?" atau "enakan di kelas A atau di kelas B?" atau "apa sih bedanya kelas A dengan kelas B yang kamu rasain setelah kamu di kelas B?" dan berbagai pertanyaan hampir sejenis lainnya. Begitu pun teman-teman kelas A. Banyak yang nanya, "kelas B beda banget yaa sama kelas A?" atau pernah ketua kelas A  bilang "kamu pasti akan ngerasain bedanya aku sama Seta (ketua kelas B)" atau bahkan ada juga yang bilang "kelas B pada pinter-pinter ya? Asdos sering bandingin kita sama kelas B"
       Kebanyakan pertanyaan itu dilontarkan saat awal semester 3. Pada saat itu (sampai sekarang juga sih, cuma sekarang udah ada tambahannya, yaa lumayanlah bisa mengenal dan menilai setelah satu semester jadi penghuni baru kelas B) jawabanku simpel dan objektif (menurutku), "yaa, tiap kelas punya kelebihan dan kekurangan. Kalo ditanya bedanya, pasti ada bedanya kan orang-orangnya aja beda. Kalo ditanya enakan yang mana, dua-duanya enak. Kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Intinya, nikmatin aja proses di dalamnya" (kurang lebih aku bilang begitu).
       Akan tetapi, semakin hari aku semakin sadar bahwa keduanya memang berbeda, bahkan bisa dibilang amat berbeda. Keduanya punya pemimpin (ketua kelas) yang berbeda, keduanya terdiri dari orang-orang yang berbeda sehingga keduanya sudah pasti berbeda. Keduanya memiliki kelebihan yang saling diirikan oleh keduanya. Kelas A selalu iri dengan kelas B yang terlihat menonjol dan sering dibicarakan oleh dosen maupun asdos. Kelas B selalu iri dengan rajinnya kelas A. Dan yang lucu lagi adalah keduanya sama-sama iri mengenai tetangga yang mereka kira lebih kompak.
       Kenapa aku bilang lucu? Ya karena keduanya mengirikan hal yang sama. Kalau begitu, siapakah yang sebenarnya lebih kompak? Who knows!
       Hahaha... intinya, kita ada dan berbeda bukan untuk bertarung, tapi untuk sama-sama berjuang; sama-sama belajar; sama-sama mencari ilmu; dan sama-sama berusaha menjadi lebih baik serta bermanfaat bagi sekitar :)

Jumat, 17 Agustus 2012

Mana yang Lebih Baik Ketika Harus Memilih

Ya, itulah yang tiba-tiba melintas dalam benakku, "mana yang lebih baik ketika harus memilih?"

Cerita seorang sahabat beberapa hari lalu kembali melintas. "Ria, ngisengin aku. Kemarin aku ninggalin laptop di ruang himapsi. Ternyata masih nyala. Terus Ria iseng update status facebook-ku, "bulan desember, insyaAllah, sebar undangan" kurang lebih, begitu awal ceritanya pada suatu hari ketika kami sedang berkumpul beberapa hari lalu.
"satu orang 'like', 36 komentar, dan satu message yang isinya "Dek, bukannya aku nggak janjiin tahun ini yaa" uuuhhh, aku malu banget"

Hahahaha.. mungkin bagi sebagian orang itu tidaklah penting. Tapi aku jadi berpikir, mana yang lebih baik yaa ketika harus memilih? Menunggu dengan setia orang yang sudah dekat dengan kita (sudah kenal, sudah tahu saling suka, dan sudah tau ingin saling menikah) atau setia menunggu orang yang belum kita  ketahui, bahkan mungkin belum pernah kita kenal dan temui?

Kemudian, akan lebih mudah menjaga hati pada keadaan yg manakah? keadaan pertama atau keadaan kedua?

Ketika muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut, hawa nafsu pun tak mungkin luput dari perkiraan. Aku pikir, sepertinya akan lebih sulit menjaga hati dan setia menunggu orang yang sudah kita kenal, sudah kita sayangi, terlebih kita juga sudah tahu bahwa sama-sama memiliki keinginan menikah. Ketika dua hati sudah terpaut, bukankah lebih sulit menjaganya mana kala belum ada kehalalan di antara keduanya? harapan dan angan yang terkadang muncul mengenai masa depannya bersama sang pujaan dapat pula menjadi pengotor hati dan penyubur hawa nafsu.

Bahkan ketika kita belum menemukan orang yang dengannya hati kita akan berpaut pun tak dapat dipungkiri pula munculnya bunga-bunga pengotor hati dan pengharum hawa nafsu. Status available yang kita sandang pun bisa juga menjerumuskan kita. Merasa single, lantas jadi merasa bebas-bebas saja bergaul. Bahkan dengan tanpa dosa dan seakan lupa bahwa harus selalu ada batasan yang ditaati, tak sengaja atau bahkan menyengaja melupakan kesucian hati yang harus selalu dijaga.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Swt. dan selalu dapat menjaga hati bagaimana pun keadaan hati kita, masih available atau sudah punya calon. Bagi yang sudah memiliki calon, sebaiknya disegerakan menikah :)


Jakarta,  27 Ramadan 1434H

Kamis, 15 Maret 2012

Ibu Ada untukmu Anakku..

Ibu, pernahkah kau mengeluh..
Saat aku masih janin dan selalu memberatkan langkahmu?

Tidak anakku
Karena aku mencintaimu

     Ibu, pernahkah kau lelah..
     Saat kau masih harus selalu menggendongku kemana pun kau pergi?

     Tidak anakku
     Karena ku tahu kau belum mampu untuk berjalan sendiri

Ibu, pernahkah kau merasa malu..
Saat aku buang air besar di bus dalam perjalanan jauhmu?

Tidak anakku
Karena kau belum dapat menahannya dan pergi ke toilet sendiri
Dan aku pun belum mengajarimu

Ibu, apakah kau merasa kesal
Saat aku mulai sering bertanya ini-itu padamu?

Tidak anakku
Karena aku tahu kau hanya mulai ingin tahu hal-hal yang menarik perhatianmu

     Ibu, pernahkah kau merasa bosan 
     Saat kau harus selalu menyiapkan sarapan dan bekal untukku?

     Tidak anakku
     Karena aku selalu ingin melihatmu tumbuh dengan sehat

Ibu, tidakkah kau mulai letih
Saat kau masih harus selalu menemaniku melengkapi perlengkapan sekolahku meski aku telah lulus sekolah dasar?

Tidak Anakku
Karena aku tahu kau belum bisa pergi sendiri untuk melengkapi kebutuhan sekolahmu

   Ibu, tidakkah kau marah
   Saat aku mulai remaja dan masih saja suka bermain

   Tidak anakku
   Karena aku masih harus bersabar mengajari dan membiasakan banyak hal baik padamu

Ibu, tidakkah kau sedih 
Saat aku bersikukuh memilih jalan hidupku tanpa memperhatikan dengan serius semua nasihatmu?

Tidak anakku
Karena aku masih bisa membantumu melalui jalan yang kau pilih

   Ibu, tidakkah kau sedih
   Saat aku harus tinggal jauh darimu setelah aku menikah kelak?

   Tidak anakku
   Karena kita masih dapat berkomunikasi dengan teknologi yang sudah canggih

Ibu, tidakkah kau bahagia
Saat aku selalu menceritakan bahagiaku disini?

Tidak anakku
Karena bahagiaku tak hanya karena bahagiamu tapi juga karena kepercayaanmu membagi duka hidupmu padaku


Agar aku dapat membantumu dengan nasihatku
Agar aku dapat membantumu dengan hartaku
Agar aku dapat membantumu dengan hadirku saat kau butuh
Dan agar aku dapat membantumu dengan tambahan munajat-munajatku pada Sang Kuasa saat kau kesulitan

Solo, Maret 2012

Mencoba Mengenalnya

Sepintas melihat puisi buatannya. Kesepian, kegamangan, tapi disitu terlihat sebuah harapan. Lebih tepatnya angan, mimpi. Tak bisa terwujud. Karena takdir dan ketetapan Allah sudah berbicara sebelum ia sadar akan angan-angan dan mimpinya tentang hidupnya.


Ya, dia seorang anak tunggal dari kedua orang tua yang mapan. Segala kebutuhan materi yang ia butuhkan tercukupi dengan baik. ia dapat sekolah tinggi tanpa harus khawatir orang tua-nya mengalami keberatan beban karena hanya satu anak yang mereka tanggung. Tak perlu berebut makanan kesukaan. Tak perlu berbagi waktu menggunakan kamar mandi. Pun tak perlu berkelahi hanya untuk mendapat perhatian orang tua. Perhatian orang tuanya telah tercurah padanya.

Kesepian. Ya, pasti dia juga merasa kesepian. Iri. Ya, kadang ia iri pada orang lain yang memiliki saudara kandung. Tapi, apakah ia jadi meratap dan mengatakan bahwa Allah Swt. tak adil? Tidak. Ia sadar bahwa ini lah takdirnya.

Bagiku, aku yakin, sebenarnya Ia tahu dan sadar bahwa ada anugerah dan banyak hal baik yang ia alami meski tanpa kehadiran saudara kandung dalam hidupnya. Ia sadar bahwa iri adalah hal yang wajar, tapi ia juga sadar bahwa ia tak dapat merubah keadaan seperti yang ia inginkan, memiliki saudara kandung.

Andai aku dapat mengatakan langsung, akan ku katakan, pasti ada orang yang iri pada keadaan dirimu. Pasti ada orang yang iri padamu yang tidak memiliki saudara kandung. Coba bayangkan orang yang tidak dapat sekolah tinggi karena adik-adiknya butuh biaya untuk sekolah sedangkan orang tuanya tergolong kurang mampu. Sepintas, orang ini akan iri pada dirimu yang sendiri dan orang tuanya pasti dapat menyekolahkannya hingga perguruan tinggi, tapi ia juga percaya pada rahasia Allah Swt. dan dia juga tetap menjalani hidup sepertimu dengan cara yang berbeda. Atau coba kau bayangkan pada seorang kakak yang harus berbagi waktu menggunakan sepatu dengan adiknya karena orang tua mereka tidak mampu membelikan sepatu adiknya yang hilang. Sepintas, ia akan iri padamu yang seorang anak tunggal sehingga orang tuanya tak perlu pusing-pusing mencari tambahan sana-sini lantaran belum dapat membelikan sepatu baru untuk adiknya, tapi lagi-lagi orang ini akan tetap menjalani hidupnya, sepertimu, dgn cara berbeda.

Jika dirimu merasa kesepian, ingat orang tuamu yang kasih sayangnya tak pernah terbagi selain hanya untukmu; ingat teman-temanmu yang selalu ada dan menghiasi hari-harimu di kampus; ingat senior-senior dan adik-adik tingkatmu yang dapat kau anggap mereka sebagai kakak dan adik bagimu; kenang masa kecilmu saat dirimu belum mengerti arti rasa iri atas kesepianmu karena dirimu masih punya teman bermain.

Kamis, 02 Desember 2010

Melihat dengan 'Kaca Mata' Hikmah

Oleh Syaripudin Zuhri


Dari kuman yang tidak kelihatan oleh manusia
Sampai milyaran galaxy yang maha luas
Semua mempunyai fungsi masing-masing


Begitu pula dengan peristiwa manusia
Dari penderitaan yang amat memilukan
Sampai kesenangan yang melenakan
Semua ada hikmahnya


Terkadang manusia lupa bila di uji dengan penderitaan
Hingga ingkar pada Allah karena penderitaan yang di deritanya


Padahal di balik penderitaan ada hikmahnya juga
Berupa jiwa yang semakin kuat, tabah, dan tak tergoyahkan


Maka jangan lekas membuang yang pahit
Siapa tahu itu adalah obat bagimu
Jangan lekas mengatakan Allah tidak adil !
Siapa tahu Allah di lain waktu memberikan nikmatNya

 Jangan lekas mengeluh bila tak mendapatkan sesuatu yang diinginkan
Siapa tahu Allah akan memberikan sebagai pengganti yang terbaik
Dan jangan lekas memisahkan sesuatu yang kamu benci dan kau anggap hina
Siapa tahu apa yang kamu benci dan kamu anggap hina
Justru di cintai Allah !
Dan jangan segera meminum yang manis
Siapa tahu itu adalah racun bagimu.

Siapa yang menyangka
Jika sampah yang di buang-buang manusia
Justru bisa dijadikan kompos dan energi listrik

Siapa yang menduga
Rambut jagung yang dibuang
Saat makan jagung rebus atau jagung bakar di Rusia bisakan dijadikan jamu, obat untuk kesehatan.

 Siapa yang mengira
Gerak rumput atau ilalang yang bergoyang
Adalah prototype gerakan pesawat terbang
Siapa menyangka
Nyamuk yang kecil itu
Membuat kaya raya para pengusaha obat anti nyamuk

Siapa yang protes terhadap keringat
Mungkin lupa
Keringat yang dianggap menganggu
Telah melahirkan ribuan jenis minyak wangi sejak berabad-abad
Dan telah melahirkan ribuan perusahaan dengan berbagai model
Membuka lapangan kerja dan melahirkan foto model iklan

 Siapa yang membenci virus
Ternyata virus yang tak kelihatan itu
Telah melahirkan para penilti dan para ilmuwan
Betapa banyak Doktor tercipta karena virus
Apa lagi ?

 Coba lihat air mata saat kau menangis
Itu adalah alat pembersih alamiah dan mengurangi beban psikologis
Terasa sangat lega dan beban yang terpikul terasa ringan
Jangan meremehkan air mata !
Ribuan judul puisi bisa lahir karena tangisan
Ribuan judul drama, sandiwara, film dan senitron tercipta karena air mata
Ribuan judul novel tercipta berkat air mata
Dan jangan lupa …… !
Air mata wanita adalah senjata yang sangat tajam
yang dapat meruntuhkan kerajaan dan singgasana para emperator !
Siapa yang tahan melihat air mata wanita ?

 Maka menangislah kamu selagi bisa menangis
Tak ada larangan untuk menangis
Bahkan tangisan para auliya
Dikeheningan malam, saat tahajud dan sujud
Adalah kunci pembuka pintu syurga !


Apa lagi ?
Lihat kulitmu yang tipis dan halus mulus
Tebalnya hanya sepersekian mili yang membungkus daging
Siapa yang mengira
Kulit yang dianggap biasa adalah jaket yang paripurna bagi daging
Tergores sedikit saja, maka kuman segera datang menyerang daging
Terjadilah pembusukan dan borok
Di akherat Kulitpun akan menjadi saksi
Dan dimintai pertanggung jawaban
Bila merasa diri tidak cantik sehingga kurang bersyukur
Datanglah ke rumah sakit
Kau akan menemukan berbagai jenis penyakit yang bisa juga menyerangmu
Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan ?


Tak ada yang sia-sia apapun yang diciptakanNya
Bila ada sesuatu ciptaanNya yang kelihatannya tak berguna
Itu bukan berarti sia-sia !
Hanya manusia belum menelitinya atau tidak tahu fungsinya
Yakinlah ada hikmah di balik penciptaanNya
Dan jika mau di tulis hikmah setiap ciptaanNya
Niscaya manusia tak mampu melakukannya
Karena tak terhingga banyaknya !


Maka bahagialah orang yang pandai mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap kejadian, baik yang langsung menimpa dirinya atau yang menimpa orang lain. Bahagialah orang selalu melewati hari-harinya dengan membawa dan menggunakan ” Kaca mata hikmah “, karena dengan kaca mata hikmah ini, dia dapat melihat seluas luasnya dari setiap kejadian apapun, dengan kaca mata hikmah, seakan dia melihat sesuatu dari segala sisi, dari segala arah, dari segala sudut, dari multi dimensi, hingga dia dapat menghadapi hidup penuh kebahagiaan dan ketentraman jiwa.


Orang yang selalu memandang kejadin dengan ” kaca mata hikmah ” akan mendapat bimbingan dan hidayah Tuhan yang sangat besar, orang seperti ini akan selalu berpikir positif melihat suatu kejadian, hingga yang dalam dirinya penuh dengan hikmah dan kebajikan, yang ada dalam dirinya, baik, baik dan selalu kebaikan. Hatinya begitu lapang, kelapangan dadanya meluas, terkadang tak terjangkau oleh manusia kebanyakan.

Rabu, 01 Desember 2010

Surat dari Merapi

Mahasiswa yang tubuhnya penuh debu itu akhirnya menemukan tempat ibunya di barak pengungsi di kaki Merapi. Tapi ibunya sejak pagi tadi sudah dibawa relawan ke rumah sakit lantaran sesak napas akibat menghisap terlalu banyak debu vulkanik. Dua adik perempuannya ikut serta menemani ibu. Matanya yang cemas melihat secarik kertas menyembul dari tas tua milik ibunya. Dengan tangan gemetar ia ambil dan membuka lipatannya. Tulisan ibu.. ia mengenali tulisan indah ibunya..

Anakku.. kita sudah tak punya apa-apa lagi, nak. Semua sapi kita mati. Sawah kita yang hijau telah hangus berubah kelabu, hanya menyisakan timbunan debu. Ibu sudah tak dapat mengirim uang lagi untuk biaya kuliahmu. Seandainya bapakmu masih ada… ya Allah semoga almarhum telah damai di sisi-Mu..


Anakku.. yang ibu punya sekarang hanya doa. Doa yang selalu ada untuk putra-putri ibu. Katanya pemerintah akan mengganti ternak yang mati. Tapi ibu sudah tak berharap Sultan akan memenuhi janji. Ibu sudah berhenti berharap pada manusia. Ibu hanya ingin berharap pada Allah yang tak mungkin mengingkari janji-Nya. Berharap pada manusia sering membuat kita kecewa.


Harta benda kita memang sudah musnah. Tapi kita punya Tuhan. Kita punya janji-Nya yang pasti terpenuhi. Percayalah nak, Tuhan akan menurunkan kebaikan kepada orang-orang yang berusaha menjadi hamba-Nya yang baik. Kamu putra ibu yang kuat, bantulah sesama dengan tenagamu. Kamu putra ibu yang cerdas, bantulah sesama dengan kepintaranmu. Kalau kelak kamu mendapat anugerah rizki-Nya, ringankan hatimu untuk selalu bersedekah. Sayangi dirimu dengan menyayangi sesama…

Anakku, janganlah pernah melupakan Allah, agar Allah tak melupakanmu. Teruslah untuk mengingat Allah, baik di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah nama-nama-Nya yang indah dengan hatimu untuk mengusir semua resah dan gelisah. Zikrullah itu nak, akan menenteramkan hatimu.. akan memekarkan setiap kuntum bunga di taman hatimu.


Anakku.. Merapi ini gunung kita, kampung kita. Merapi ini tumpah darahmu. Kelak kamu mungkin pergi jauh meninggalkan Merapi.. tapi merapi akan tetap menjadi kampung halamanmu. Udara pertama yang kamu hirup udara Merapi. Air pertama yang kamu minum air Merapi. Makanan pertama yang kamu makan tumbuh di Merapi. Tanah pertama yang kamu injak tanah Merapi. Sahabat pertama yang kamu kenal adalah orang Merapi. Kamu akan selalu merindukannya, sebab separo jiwamu ada di sini.. di merapi ini.

Jangan pernah marah pada Merapi, anakku, sebab gunung ini tak bersalah. Gunung Merapi tak pernah marah. Gunung ini bergerak, terus bergerak sembari bertasbih untuk memenuhi takdirnya menjaga keseimbangan bumi. Gunung adalah pasak yang mengutuhkan bumi kita.

Tetaplah menyayangi gunung kita, Merapi kita.. dengan tidak mencederai hutannya, bebatuannya, airnya. Tetaplah tersenyum pada Merapi kita agar Merapi juga tersenyum untuk kita. Merapi akan selalu menyimpan anugerah Tuhan untuk orang-orang yang hidup bersamanya. Teruslah berusaha untuk memahami gunung kita, sebab kitalah yang harus menyesuaikan diri untuk hidup bersamanya. Jangan pernah memaksa gunung untuk menyesuaikan dirinya pada kita..
Anakku.. kamu putra ibu.. dan akan selalu menjadi putra ibu.

Usai membaca kalimat terakhir yang ditulis ibunya, anak muda itu tak dapat lagi menahan gejolak hatinya. Sekujur tubuhnya bergetar, dadanya gemuruh, lalu tangisnya meledak dengan tubuh luruh bersimpuh. Air matanya meleleh bercampur debu.
“Subhanallah.. iya ibu, saya putra ibu.. selamanya tetap menjadi putra ibu. Ibu adalah mata airku.. selamanya menjadi mata air untuk putramu ibu…


(banda bening)

(Sumber: http://bulancahaya9.blogspot.com/)

Rabu, 24 November 2010

Beberapa Hal yang Mungkin Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya



1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.


2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.


3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.


4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.


5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.


6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.


7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.


8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.


9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.


10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.


11. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~


12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.


13. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.

14. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.

20. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.

21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.

22. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".

23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.

24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.

26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.

27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.

28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).

30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

32. Ayah pernah berkata, "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".

34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.

36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.

37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.



Sumber :
unikboss.blogspot.com

Sabtu, 30 Oktober 2010

Menyikapi Bencana Alam


Menyikapi Bencana Alam
Baru baru ini, saudara-saudara kita di jawa tegah dan DIY dilanda musibah bencana alam yang maha dasyat menyusul rentetan musibah besar yang dialami bangsa Indonesia setelah tsunami di Aceh, gempa di Nias dan mereka pun kini masih harus bersiap-siap menghindari lava panas gunung Merapi.

Manusia di muka bumi ini adalah khalififah, yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola, merawat dan mendaya gunakan dengan sebaik-baiknya, apabila manusia sebagai khalifah tak mumpu mengelolanya dengan baik maka akan munculah musibah-musibah dari hukum alam ini yang susah sekali untuk mengelakkannya. , sekedar contoh apabila manusia membabat habis hutan maka yang terjadi adalah banjir besar yang bisa meluluh lantakan orang yang tak bersalah sekalipun.

Namun disana terdapat juga musibah yang tidak disebabkan oleh ulah manusia dalam mengelola bumi, Angin yang tadinya mendistribusi awan (QS al-Baqarah/2:164) dan menyebabkan penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (Q.S. al-Kahfi/18:45), tiba-tiba tampil begitu ganas memorak-porandakan segala sesuatu yang dilalewatinya (QSFushshilat/41:16).



Gunung-gunung yang tadinya sebagai pasak bumi (QS al-Naba'/78:7), tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas, dan gas beracun (QS al-Mursalat/77:10 atau yang baru saja menimpa saudara-saudara kita di jawa tengah ketika lempengan-lempengan bumi bergeser maka terjadilah gempa yang tidak terduga.


Bencana seperti ini adalah merupakan ujian bagi kita semua, karena musibah ini telah menimpa tidak saja bagi orang yang berdosa tapi juga bagi orang yang beriman. Mereka menanggung penderitaan yang sama, marilah kita menghindarkan anggapan bahwa ini merupakan azab atas dosa-dosa yang diperbuat oleh para korban sendiri., disaat kita menganggap ini azab, maka bagi korban yang menderita akan mendapatkan kesusahan dua kali, pertama musibah itu sediri dan yang kedua adalah suudlon kita, tentunya ungkapan-ungkapan itu akan menyudutkan bagi yang terkena musibah. Cara kerja azab Tuhan di dalam Alquran hanya menimpa kaum yang durhaka dan tidak menimpa atau mencederai orang-orang yang shaleh dan taat pada Tuhan. Sedangkan cara kerja mushibah dan bala tidak membedakan satu sama lainnya.


Memang telah terdapat ayat-ayat yang menerangkan tentang azab umat—umat terdahulu Bentuk azab itu antara lain:
1) banjir besar (mungkin ini gelombang tsunami pertama) seperti yang ditimpakan pada umat Nabi Nuh;
2) bencana alam dahsyat berupa suara yang menggemuruh seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Syu'aib;
3) tanah longsor dahsyat seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Luth;


Meski demikian Secara historis, Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang tidak pernah sekalipun mendoakan ummatnya agar celaka. Dia tidak pernah menghadapi kondisi psikologis yang sangat mengecewakan dan menyerah dalam berda’wah pada umatnya, Maka, dia tidak pernah berdoa minta azab kepada Allah bagi kaum-kaumnya yang tidak taat.


Musibah adalah suatu keniscayaan yang melanda semua manusia, baik secara perorangan maupun kelompok. Perasaan takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, sampai kekurangan buah-buahan yang dibutuhkan, selalu menyertai mereka yang terkena musibah.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنْ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرْ الصَّابِرِينَ (البقرة155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (البقرة156) أُوْلَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُهْتَدُونَ (البقرة157)
''Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.'' (QS Al-Baqarah (2): 155-157).


Maka, bagaimana kita harus menyikapi musibah yang memang diluar kemampuan manusia untuk mengelolanya?


• Pertama : kita maknai bahwa peristiwa ini semua adalah semata-mata ujian dari sang maha kuasa atas seluruh alam semesta ini, dan ketika kita bisa melaluinya maka Allah akan menaikkan derajat keimanan kita. Seperti sabda Rasulullah SAW, ''Siapa yang akan diberi limpahan kebaikan dari Allah, maka diberi ujian terlebih dahulu.'' (HR Bukhari Muslim).


• Kedua : Semua ujian haruslah kita hadapi dengan kesabaran,karena kesabaran adalah sebuah tanda lulusnya sebuah ujian, seperti pada sebuah hadis : ''Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman seluruh perkaranya menjadi baik. Ketika ditimpa musibah dia bersabar, itu membawa kebaikan baginya. Dan ketika mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu membawa kebaikan baginya.'' (Al-Hadis).


• Ketiga : Bahwa seberat apapun ujian yang berupa musibah alam raya ini, kita yakin Allah pasti sudah proprosional dalam mengujinya dan tidak akan melebihi dari kesanggupan dalam menjalaninya bagi orang yang tertimpa.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (البقرة286)
''Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.'' (QS Al-Baqarah (2): 286.


• Keempat : Apapun bentuk musibah yang di derita oleh seorang muslim,baik itu berupa kesususahan, penderitaan maupun penyakit, Allah akan menghapus sebagian kesalahan dan dosa, dengan demikian derajat para korban bencana akan mulia, bagi yang meninggal dunia dia akan mati syahid dan bagi yang masih hidup tentunya dengan kesabaran atas penderitaan itu Allah akan hapus sebagian kesalahan dan dosa dosanya.


• Kelima : bagi kita yang tidak secara langsung mengalami musibah itu, hendaknya kita jadikan peristiwa itu sebagai momentum untuk menyaksikan kebesaran dan keagungan Allah, sehingga akan menguatkan iman kita pada sang pencipta alam semesta.


Marilah kita bayangkan apabila musibah itu menimpa diri kita sendiri, keluarga kita, atau temen-teman kita, tentunya kita akan menderita dan susah menjalani cobaan besar ini. Maka marilah kita bantu para korban bencana semaksimal mungkin karena sekecil apapun bantuan itu akan sangat berharga sekali bagi kehidupan para korban yang masih hidup. Kita berharap musibah ini akan membawa kebaikan-kebaikan dalam ridlo Allah.


KITA semua berduka atas musibah ini. Kita semua harus mohon ampun atas semua dosa. Namun, kita tidak boleh mengeluh dan bersedih berkepanjangan serta kehilangan harapan pada Tuhan Sembari bertobat dan mohon petunjuk Tuhan, mari kita baca hikmah dan pembelajaran dari musibah ini.




Sumber: Pesantrenvirtual.com

Sabtu, 16 Oktober 2010

Surat dari Tuhan


KEPADA : KAMU
TANGGAL : HARI INI
DARI : AKU
PERIHAL : DIRI KAMU

Ini AKU,
Hari ini AKU yang akan menangani semua masalahmu..

Catatan :
Dan ingat,
Bila Dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, letakkanlah saja masalah itu diboxKU utk KUselesaikan.. 
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri. 

Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan,tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam Box,
Janganlah kamu pikirkan & khawatirkan. 
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal2 BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.



Bila kamu terjebak kemacetan dijalan, Janganlah marah,
Sebab masih banyak orang di Dunia ini yang tidak pernah naik mobil  seumur hidupnya.


Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, 
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun2 tanpa pekerjaan.


Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang2 yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.  


Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang2 yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga & anak2nya.


Bila kendaraanmu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki,
Janganlah marah,
Pikirkanlah orang2 cacat yang sangat ingin merasakan berjalan diatas kaki sendiri. 


Bila kamu melihat dicermin rambutmu mulai beruban,
Janganlah bersedih,
sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang2 yang dalam perawatan Kemoterapi.


Bila kamu merenungi makna hidupmu di Dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini ?
Bersyukurlah O:)
karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.


Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain,
Terima Kasih.
Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan


AKU tdk pernah putus menyayangimu


With Love,
 TUHANmu 

Cerita Luar Biasa


Seorang professor berdiri di dpn kelas filsafat.
Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dgn bola2 golf.
Kemudian berkata kpd murid2nya, apakah toples sdh penuh...... ?
Mereka setuju !!!!
Kemudian dia menuangkan batu koral ke dlm toples, mengguncang dgn ringan.
Batu2 koral mengisi tempat yg kosong di antara bola2 golf.
Kemudian dia bertanya kpd murid2nya, apakah toples sdh penuh ??
Mereka setuju !!!
Selanjutnya dia menabur pasir ke dlm toples ...
Tentu saja pasir menutupi semuanya.
Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sdh penuh..??.
Para murid berkata, "Yes"...!!
Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dlm toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.

Para murid tertawa....
"Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "
"Bola2 golf adalah hal yg penting; Tuhan, keluarga, anak2, kesehatan.
"Jika yg lain hilang dan hanya tinggal mrk, maka hidupmu msh ttp penuh."
"Batu2 koral adalah hal2 lain, spt pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal2 yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dlm toples, maka tdk akan tersisa ruangan utk batu2 koral ataupun utk bola2 golf..
Hal yg sama akan terjadi dlm hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi utk hal2 yg sepele, kalian tdk akan mempunyai ruang utk hal2 yg penting buat kalian."
"Jadi Beri perhatian utk hal2 yg penting utk kebahagiaanmu.
"Bermainlah dgn anak2mu."
"Luangkan wkt utk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu utk keluar makan malam"
"Berikan perhatian terlebih dahulu kpd bola2 golf.
Hal2 yg benar2 penting. Atur prioritasmu.
Baru yg terakhir, urus pasirnya.
"Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya."
"Itu utk menunjukkan kpd kalian, sekalipun hidupmu tampak sdh sgt penuh, tetap selalu tersedia tempat utk secangkir kopi bersama sahabat".




Sangat inspiratif, semoga bermanfaat.
Have an awesome day.


(myplanetcomics.com)

Sabtu, 09 Oktober 2010

Bahaya" Mandi" Bola


Share I:

Dear all.. aku mau sharing aja ini kejadian baru nimpa anak bekas
Tetangga di bandung .. Tapi aku cuma cerita garis besarnya aja karena secara
detil ngga banyak tanya krn ibunya masih stress .. jadinya ga tega.

Pas hari libur, sabtu/minggu pasti seperti biasa pasti orang tua
pingin ajak anaknya main.. tetanggaku dia ajak anak perempuannya umur 3,5th
mandi bola di BSM ( Bandung ). Ngga ada feeling apa2.. anaknya senang main2.

Setelah itu besoknya dia masih sekolah (Pre-School) spt biasa.. ngga
ada tanda2 apapun. Tapi tiba2 hari ke 4 setelah dia mandi bola itu,
tanpa gejala apapun, tau2 dia ngga bisa jalan.. anak-nya pun
ngga mengeluh ada gejala sakit apapun.. dia cuma nanya dengan
polosnya ke ibunya "mama.. kok Riska ngga bisa jalan ya ma"...

Akhirnya sama ibunya dia langsung dibawa ke RS.Boromeus Bandung ..
dan itupun setelah diperiksa sama DSA, ngga langsung ketahuan
sebabnya.
kenapa tiba2 lumpuh... Sampai akhirnya setelah pemeriksaan dokternya,
Riska dikasih antibiotik macem2 yg memungkinkan buat ngobatin
sakitnya itu..karena menurut dokternya ini kena kuman.

Akhirnya, besoknya Riska dirujuk ke RS.Hasan Sadikin karena ada DSA
yg menangani kasus spt ini. Selidik punya selidik, akhirnya DSA di Hasan
Sadikin menemukan bahwa Riska kena virus ipd, yg menyebarnya virus melalui
sumsum tulang belakang.. sampai akhirnya akan merambat ke otak.

Karena itu, Riska disuntik setiap hari yang harga suntikannya
6jt/suntik. Untuk mencegah virus itu berhenti menyebar agar ngga ke otak.
Menurut dia, memang virus ini masih jarang di indonesia dan belum
diwajibkan sama IDAI. Tapi mulai ada penyebaran virus ini yang menyerang
terutama pada balita dan orang tua di atas 60.

Saat ini Riska masih dalam perawatan, dan masih disuntik tiap hari
6jt itu.
Tapi menurut Riska (untung anaknya masih bisa komunikasi), sekarang
Kakinya mulai kerasa kesemutan biarpun dia masih lumpuh..



Dokternya tidak bisa menjamin apa2, tapi hanya berusaha untuk
mencegah penyebaran virusnya. Ibunya bingung dan tanya darimana virusnya
dateng..dokternya pun ngga bisa bilang kalo itu karena mandi bola.


Tapi saat aku cerita ke kakak iparku, dia ternyata ada pengalaman
anak temen kantornya yang kena virus yg sama, dan persis kejadiannya setelah
mandi bola juga.


Menurut DSA temen kakakku itu, tempat mandi bola memang merupakan
lokasi penularan paling bagus untuk virus apapun, terutama di tempat2 umum.
Karena jarang sekali pihak taman bermain itu mencuci bola2 tsb, dan
engan ruangan yg tertutup dan lembab, tidak kena sinar matahari, tempat
mandi bola jadi tempat bersemayam-nya virus.
Salam,(http://aliyazahra.multiply.com/journal/item/12)


Share II:


--- In mpasirumahan@yahoogroups.com, Nurie Nirwana
wrote:

HATI-HATI YA IBU2 YG BAIK.. KLO MASIH SAYANG SAMA ANAK JGN PERNAH
AJAK ANAK MANDI BOLA


Btw, sekedar info vaksin IPD baru dimulai di Indonesia , sejak 2006
lalu, berarti anak2 kita rata2 gak ikut vaksin itu di program imunisasinya
khan...? padahal penyakit dari IPD ini telah mengorbankan 2000-3000
bayi di Amerika, searching google aja...
So, kita semua wajib memperhatikan tempat2 hiburan, tempat bermain
buat anak2 kita, jgn sampe' memilih tempat bermain yg tidak sehat spt
kolam bola (yg tentunya tidak pernah disterilkan. ..), hiii... bnyk anak2
ngompol di dlmnya, muntah, buang2 ludah, dsb... apalagi ada bnyk telor nyamuk,
dan serangga laen yg ngumpet disitu.... ih.....naudzubillah . ..

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kekuatan buat kita semua dalam
menjaga anak2 yg diamanahkanNya, amiin...

salam ukhuwah,
-ry Ummu Azzam-


Share III:

McDonalds, Burger king, Time Zone... Tempat bermain bagi anak2 yang
dipenuhi bola2... biasanya disebut kolam bola....
Satu dari putra2ku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat
kecewa. Jadi kami menggali di antara bola2 untuk mencarinya. Daripada
menemukan jam tersebut, kami menemukan muntahan, makanan, kotoran, dan
sesuatu lainnya yang tidak ingin saya sebutkan. Saya pergi ke manager dan
memprotess hal tersebut, dan menemukan bahwa kolam bola hanya dibersihkan
satu kali setiap bulannya. Saya bahkan ragu bahwa itu telah dilakukan
sesering itu. Anak2ku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola
manapun.
Beberapa di antara kalian mungkin bukan orang tua, tapi mungkin kau punya
keponakan, cucu, atau berteman dengan anak2.
Kasus lainnya akan membuatmu terenyuh. ketika aku membacanya, hatiku
terasa tersayat, dan aku mohon agar ini difoward ke lebih banyak orang
lagi. Kau tidak akan bisa membayangkan bertapa pentingnya ini..



Share IV:

Hai, namaku Lauren Archer, putraku KEvin dan aku tinggal di Melbourne,
Australia .
2 October 1999, aku membawa putra tunggalku ke MC Donalds untuk perayaan
ulang tahunnya yang ketiga. Setelah dia menyelesaikan makan siangnya aku
mengijinkan dia bermain di kolam bola. ketika tak lama kemudian dia mulai
melolong, aku bertanya kepadanya apa ada masalah. Dan dia menunjukkan
pantatnya dan berkata dengan sederhana : Ma, disini sakit.
Aku tidak dapat menemukan apapun yang keliatannya bermasalah pada dia saat
itu. Aku memandikannya ketika kami pulang, dan menemukan di point yang dia
tunjuk, terdapat memar - bekas bilur di pantatnya. Berdasarkan
pemeriksaan, kelihatannya itu adalah sesuatu seperti ada serpihan di bawah
memar itu. Aku membuat janji dengan dokter pada hari berikutnya dan anakku
mulai muntah dan gemetaran, kemudian matanya berputar ke belakang
kepalanya, dari situ, aku memutuskan untuk ke ruang darurat/ICU. Dia
meninggal tepat pada malam hari itu.
Yang mematikannya adalah memar di pantatnya, yang merupakan ujung sebuah
jarum suntik yang patah ketika tertusuk masuk ke pantatnya. Hasil autopsi
menyebutkan Kevin mati karena overdosis heroin.
Minggu berikutnya, polisi memindahkan bola2 dari kolam bola. di sana
ditemukan makanan rusak, beberapa jarum suntik lainnya, beberapa masih
dosis penuh, beberapa telah digunakan, pisau2, permen yang dimakan
separuhnya, diapers, kotoran, dan genangan urine.
Jangan mengira ini hanya terjadi di Mc. Donalds. Seorang anak kecil
lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh
lengannya terluka. Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia
mendapat gigitan ular di sekitar lengan dan pantatnya. Ketika mereka
membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar
kolam bola tersebut. Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari
ular2 yang sangat berbisa.
Kirimkan ini, teruskan ini, jika anda peduli pada anak2. Teruskan kepada
orang tua lainnya.
Apa jadinya dunia ini.. anak2 bahkan tidak aman di tempat bermain untuk
anak2.
Think about it- Pikirkanlah. . sekalipun tidak mematikan jika tertusuk
jarum suntik bekas, bagaimana jika jarum suntik itu jarum bekas pengidap
AIDS? bayangkan bakteri di antara bola2 yang dasarnya ada kotoran?

Jumat, 08 Oktober 2010

Adh Dhaar (Yang Maha Pelontar Bahaya)



Yang menggairahkan
Biasa menyimpan kecelakaan
Yang menyenangkan
Biasa merahasiakan kemudaratan
Adapun yang memabukkan:
Selalu mengancam!

Butiran mata jiwa
Ada juga kulitnya
Selapis kasar
Yang bisa membalik makna



Kurang dari sekejap mata
Allah mencegat langkahmu
Atau membiarkanmu mengembara
Ke pelangi gurun yang menipu


Tidak sesekali
Allah mencelakakan
Kecuali engkau sendiri
Tak sadar merencanakan


Sedebu baik: Ia makbulkan
Sedebu buruk: Ia pantulkan

Emha Ainun Nadjib