Jumat, 17 Agustus 2012

Mana yang Lebih Baik Ketika Harus Memilih

Ya, itulah yang tiba-tiba melintas dalam benakku, "mana yang lebih baik ketika harus memilih?"

Cerita seorang sahabat beberapa hari lalu kembali melintas. "Ria, ngisengin aku. Kemarin aku ninggalin laptop di ruang himapsi. Ternyata masih nyala. Terus Ria iseng update status facebook-ku, "bulan desember, insyaAllah, sebar undangan" kurang lebih, begitu awal ceritanya pada suatu hari ketika kami sedang berkumpul beberapa hari lalu.
"satu orang 'like', 36 komentar, dan satu message yang isinya "Dek, bukannya aku nggak janjiin tahun ini yaa" uuuhhh, aku malu banget"

Hahahaha.. mungkin bagi sebagian orang itu tidaklah penting. Tapi aku jadi berpikir, mana yang lebih baik yaa ketika harus memilih? Menunggu dengan setia orang yang sudah dekat dengan kita (sudah kenal, sudah tahu saling suka, dan sudah tau ingin saling menikah) atau setia menunggu orang yang belum kita  ketahui, bahkan mungkin belum pernah kita kenal dan temui?

Kemudian, akan lebih mudah menjaga hati pada keadaan yg manakah? keadaan pertama atau keadaan kedua?

Ketika muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut, hawa nafsu pun tak mungkin luput dari perkiraan. Aku pikir, sepertinya akan lebih sulit menjaga hati dan setia menunggu orang yang sudah kita kenal, sudah kita sayangi, terlebih kita juga sudah tahu bahwa sama-sama memiliki keinginan menikah. Ketika dua hati sudah terpaut, bukankah lebih sulit menjaganya mana kala belum ada kehalalan di antara keduanya? harapan dan angan yang terkadang muncul mengenai masa depannya bersama sang pujaan dapat pula menjadi pengotor hati dan penyubur hawa nafsu.

Bahkan ketika kita belum menemukan orang yang dengannya hati kita akan berpaut pun tak dapat dipungkiri pula munculnya bunga-bunga pengotor hati dan pengharum hawa nafsu. Status available yang kita sandang pun bisa juga menjerumuskan kita. Merasa single, lantas jadi merasa bebas-bebas saja bergaul. Bahkan dengan tanpa dosa dan seakan lupa bahwa harus selalu ada batasan yang ditaati, tak sengaja atau bahkan menyengaja melupakan kesucian hati yang harus selalu dijaga.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Swt. dan selalu dapat menjaga hati bagaimana pun keadaan hati kita, masih available atau sudah punya calon. Bagi yang sudah memiliki calon, sebaiknya disegerakan menikah :)


Jakarta,  27 Ramadan 1434H

Tidak ada komentar: