Minggu, 27 Desember 2015

RINDU

Rindu,
Kadang hanya sekedar merindukan kabarmu via pesan teks
Kadang hanya sekedar merindukan suaramu dari balik telpon genggam


Rindu,
Kadang rinduku sesederhana gurauan singkat kita meski hanya berbentuk kata yang tertulis
Kadang rinduku sesederhana obrolan ringan kita di sore kemarin


Rindu,
Kadang rinduku tak serumit hadirnya dirimu di sini
Kadang rinduku tak serumit waktumu untukku sepenuhnya


Rindu,
Padamu aku cukupkan dengan berbagi canda, tawa, cerita, dan peristiwa,
Meski jarak dan waktu begitu terbentang di antara kita


Rindu,
Padamu aku tak ingin berbagi rindu yang berbeda



Jakarta, 27 Desember 2015
#senjabetha

Minggu, 06 Desember 2015

Cinta dan Perlindungan

Cinta adalah ungkapan rasa tentang memiliki dan ingin dimiliki, tentang suatu ikatan yang kuat dengan seseorang yang lain. Akan tetapi, dapatkah cinta hadir tanpa sikap peduli dan tanpa sikap melindungi?

Cinta yang sesungguhnya tidak pernah hadir tanpa adanya perlindungan. Perlindungan demi menjaga yang kita cinta tetap hidup dalam hati kita, dan dalam kedekatan dengan kita. Perlindungan yang menjaga ikatan tetap kuat dan semakin kuat.

Perlindungan yang kerap diasumsikan sebagai suatu hal yang berlebihan bagi kita yang menerimanya. Tetapi dapat pula diasumsikan sebagai suatu bentuk ketidakpedulian bagi kita yang tidak pernah menerimanya.

Maka, bukankah kepedulian merupakan suatu bentuk perlindungan? Perlindungan agar cinta selalu punya alasan dan tempat untuk selalu terikat dan tertambat.

Perlindungan serupa pada kepedulian kapan cinta kita berada dekat pada hatinya dan kapan cintanya dekat pada hati kita. Perlindungan berupa kepedulian pada ikatan yang telah terpilin semakin kuat atau terlalu kuat sehingga akan putus, atau bahkan sama sekali tak terpilin padanya. Perlindungan berupa kepedulian pada seberapa lama sang cinta membutuhkan waktu sendiri untuk menikmati tiap menit hidupnya dengan orang-orang terkasihnya, tapi punya waktu kembali pada cinta yang selalu menunggunya. 

Perlindungan yang menjaga ikatan cinta agar tidak terlalu kuat sehingga menyesakkan. Juga perlindungan yang menjaga ikatan cinta agar tidak terlalu renggang sehingga meloloskan yang seharusnya terjaga.


#senjabetha

Senin, 24 Agustus 2015

Sombong Itu Tak Pernah Kuizinkan Ada


Sombong itu tidak pernah ada
Ketika kamu sebegitu sayangnya padakuku,
Ketika kamu sebegitu cintanya padaku,
Ketika kamu sebegitu perhatiannya padaku,
Ketika kamu sebegitu berjuangnya untukku,
Bahkan ketika kamu sebegitu mengusahakan yang terbaik buat aku,
Sombong itu tidak pernah ada

Aku hanya ragu,
Ragu pada rasaku
Ragu pada kasihku
Ragu pada bahagiaku
Ragu pada tulusku

Sombong itu tidak pernah ada
Aku hanya takut,
Takut terlalu lena pada sayangmu
Takut terlalu menuntut pada perhatianmu
Takut terlalu meminta perjuanganmu

Sombong itu tidak pernah ada
Karena aku bukan siapa-siapa yang pantas menyombongkan diri atas semua rasamu padaku,
Karena aku belum tentu orang yang tepat untuk kamu perjuangkan dengan sebegitunya,

Sombong itu tidak pernah boleh ada
Dan aku tidak akan pernah mengizinkannya ada


Jakarta, 10 Juli 2015
#senjabetha

Jumat, 06 Maret 2015

Cerita di Negeri Sejuta Pelangi (Part 2)





Setelah kami mencicipi Gangan Ikan yang merupakan makanan khas belitung, kami melalui malam pertama kami dengan tidur beralaskan karpet. Hahahaha terdengar menyedihkan jika diceritakan, tapi terasa biasa saja bahkan bisa jadi mengasyikkan jika merasakannya bersama teman-teman dengan kondisi jauh dari rumah. Biasa ngekos memang, tapi tidak dengan rumah kosongan kan. Dan itu lah yang kami dapat, rumah kontrakan kosongan dengan modal dipinjami karpet dan kasur lipat tipis dari sang empunya rumah, hehehehe,,

Esok paginya kami ga tau harus ngapain. Hahahahaa gabut banget lah. Ditambah sebelumnya Pak Kades bilang kalau kami disuruh istirahat2 dulu aja, dan baru mulai ada agenda hari rabu. Alhasil, kami cari-cari kegiatan sendiri. Mulai dari cari-cari pinjaman motor, mengunjungi Bapak Bupati Belitung Timur ke kantornya, sampai sok-sok sibuk bikin surat dan mondar-mandir ke kantor pemerintah kabupaten buat izin2 ulang kegiatan, pinjam mobil dinas, pinjam kasur, bantal, kipas angin, sampai dispenser. Yang tadinya kami seolah menyedihkan, kemudian jadi makmur karena memiliki kasur plus bantalnya, kipas angin, dan dispenser. Tapi tetap ada sedikit rasa sedih karena tak kunjung mendapat pinjaman mobil dinas untuk mobilitas kami selama di sana.

Akan tetapi, keterbatasan transportasi ini membuat kami jadi selalu berbagi tanggung jawab dalam mobilitas, sehingga tidak melulu pergi bareng bertigabelas. Begitu pun ketika empat dari kami bertiga belas yang mengurus segala bentuk izin dan peminjaman ke kantor pemerintahan kabupaten, sebagian dari kami yang bertugas untuk belajar dan mendekatkan diri pada masyarakat sekitar. Mulai dari menyiapkan program lagi dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan waktu masyarakat sampai kepo-in masyarakat tentang kegiatan KKN sebelumnya, karena di sana sudah beberapa kali kedatangan mahasiswa KKN dari UGM dan baru pertama kali dari UNS. Yaa karena memang kami termasuk angkatan pertama kloter kedua dalam sejarah diwajibkannya kembali KKN di UNS.

Dan bisa dibilang, kegiatan kami selama seminggu pertama di sana hanya berkutat dengan itu-itu saja. Yah, kami pun salah karena kurang mempersiapkan dengan baik apa-apa yang kami butuhkan terkait dengan kegiatan-kegiatan dalam program KKN kami. Dan kami berharap, adik2 kami nantinya bisa belajar dari kami untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan lebih mempersiapkan kegiatan-kegiatan KKN :)


#KKNCERIA  #KKNUNS2015 #BelitungTimur

Kamis, 05 Maret 2015

Cerita di Negeri Sejuta Pelangi (Part 1)



Kuliah Kerja Nyata yang biasa disingkat KKN merupakan sebuah kewajiban bagi kami mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Dengan dalih KKN, kami bertigabelas bertemu dan menyatukan niat untuk mengabdi di tanah Manggar, Belitung Timur selama satu setengah bulan. Dengan tambahan niat paling besar untuk dapat menikmati indahnya belahan bumi lain di tanah air Indonesia ini. Memulai semua dari awal, izin untuk KKN ke luar Pulau Jawa kepada UPKKN UNS hingga izin kepada pemerintah daerah Belitung Timur. Mengumpulkan dana dengan mengusahakan sponsor sampai mengusahakan apa-apa yang bisa diusahakan, jual buket bunga, jual boneka wisuda, jual es kiko, sampai jual tahu bakso ikan, dan alhamdulillah ngga sampe harus jual ginjal atau jual diri hehehehe...

Mengawali perjalanan dan tantangan yang sesungguhnya di tanah Jakarta, tepatnya Bandara Soekarno-Hatta, pada 11 Januari 2015 kami bertigabelas pertama kalinya benar-benar berkumpul dan berjumpa untuk saling menguatkan serta bekerja sama demi belajar mengabdi pada masyarakat. MasyaAllah, so amazing! Karena pertemuan kami selama beberapa bulan sebelumnya tidaklah pernah lengkap, selalu ada yang tidak bisa hadir.

Alhamdulillah perjalanan kami lancar dan diberkahi Allah Swt. Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami setibanya di Bandara Hanandjudin, Tanjung Pandan yang kami lalui dengan maskapai penerbangan Citilink. Juga Pak Tomi yang dengan baik hati menjemput dan mengantar kami ke Desa Baru, Manggar.

Tak banyak yang bisa kami lakukan pada hari pertama tiba di Belitung Timur. Hanya tata-tata barang bawaan dan belanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari, seperti ember cuci baju, gantungan baju, lap pel, hingga keset. Kemudian, kami mencoba masakan khas Belitung, yaitu Gangan Ikan, bersantan degan bumbu kunyit yang gurih, enak, namun ringan.


Ada Alfian, Lulu, Uli, Randy, Opal, Ruslan, Pampam, Farras, Fhiky, Adi, Ica, David, dan aku. Tiga belas manusia yang manusiawi yang ditakdirkan Allah Swt. berjumpa dan melalui banyak kisah bersama. Canda dan tawa bahagia, ejekan sayang, perhatian, konflik kecil, sampai pembelajaran yang berujung kerinduan, semua coba kami lalui dengan manusiawi. No body's perfect, but we can be family :)


#KKNCERIA  #KKNUNS2015  #BelitungTimur