Minggu, 23 Oktober 2016

Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti teriris pisau ketika menyiapkan makanan untuk keluarga kecilku, jadi apalah arti hari ini aku memiliki seseorang yang mau mendengarkan cerita sekedar teriris pisau..
Nanti cerita itu tak akan lebih penting dari bagaimana pun caranya aku harus bisa menyambutmu pulang dalam cara terbaik di kala aku juga lelah..

Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti lupa bahwa panci yang akan kupegang masihlah panas, jadi apalah arti hari ini aku butuh seseorang yang mau mendengarkan cerita sepeleku..
Nanti cerita itu tak lebih penting dari bagaimana kamu lebih butuh dada yang lapang untuk siap memelukmu di kala aku juga butuh pelukan hangat..

Hingga hari ini tak ada kita, 
tak ada dunia kita,
tak ada kehidupan kita,
masih selalu kamu dan aku..
Tak ada aku dalam duniamu, pun kau tak pernah mau ada dalam duniaku..
Tak ada aku dalam kehidupanmu, pun kau tak pernah mau terlibat dalam kehidupanku..

Dan hari ini aku belajar untuk menyimpan semuanya sendiri, sakitku, lukaku, dukaku, juga sepiku..
Karena hanya diriku seorang yang lebih peduli pada semua yang terjadi padaku,
Kemudian tugasku hanya boleh mengkhawatirkanmu tanpa perlu berharap dikhawatirkan..
Seperti itulah aku melihat masa depan aku bersama kamu..

Jumat, 07 Oktober 2016

#1

Teruntuk calon suami masa depanku,
Dari calon istri masa depanmu,

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah wanita muslim yang solehah seperti yang kau dambakan
Ibadahku tidaklah sempurna, sesempurna wajib dan sunnah yang selalu kau kerjakan
Akhlakku tidaklah indah, seindah kau berlemah lembut pada kedua orang tuamu
Amalku tidaklah utuh, seutuh sedekahmu di tiap pagi

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah perhiasan dunia yang paling baik,
Laku ku tak selalu indah
Lisanku tak selalu menentramkan
Parasku tak selalu menyenangkan
Dan aku tak terbebas dari maksiat

Dear calon suami masa depanku,

Aku hanyalah manusia pada umumnya
Yang cinta dan kasih sayangnya padamu memiliki cacat, sebagaimana aku mengalami cacatnya cinta dan kasih sayang kedua orang tuaku yang pernah khilaf
Maka, izinkan aku memiliki cinta dan kasih sayangmu yang mendidikku untuk dapat mencintai dan menyayangi buah hati kita dengan sebaik-baik cinta dan kasih sayang

Dear calon suami masa depan aku,

Tolong pahami aku,
Sesungguhnya aku ingin memiliki hati setangguh baja yang tak mudah tergores dan hancur tiap dirimu khilaf dan membuatku terlihat bodoh
Tapi aku hanya memiliki hati yang rapuh dan air mata yang mudah jatuh, namun itu yang membuatku dapat memaafkanmu dan kembali kuat untuk dapat memberikan cinta dan kasih sayang terbaik yang bisa kuberikan

Dear calon suami masa depanku,

Aku memang bodoh dalam banyak hal, juga memiliki keegoisan di atas rata-rata,
Maka jadilah sabarmu seluas lautan untuk mendidikku menjadi lebih baik,
Untuk menuntunku membersamaimu hingga surga Allah Swt

Dear calon suami masa depanku,

Hari-harimu bersamaku tidaklah selalu tentang kebahagiaan,
Maka aku akan memaklumi dan tetap bersyukur jika ada kalanya kau tak dapat membahagiakan hariku

Dear calon suami masa depanku,

Aku tidaklah pandai menjaga diri, maka bantulah aku menjaga diriku, jadilah pakaianku
Dan aku kan belajar tuk terus menjagamu dan menjadi pakaian untukmu

Rabu, 05 Oktober 2016

Aku adalah seorang perempuan yang tak pernah dapat menyempurnakan harapanmu...
Aku hanyalah seorang aku yang memiliki banyak kekurangan...
Aku hanyalah anak yang tumbuh dan terdidik dari keluarga yang tak luput dari kekhilafan...
Aku hanyalah seorang saudara yang tak pernah selalu akur dengan saudara-saudariku...

Aku bukanlah seorang perempuan yang sempurna tuk menjadi seorang pendamping...
Aku hanya terbiasa mandiri mengurus diri dan keperluanku ketika jauh dari lindungan kedua orang tuaku...
Aku hanya terdidik dari kedua orang tua yang cinta dan kasihnya tak sempurna...
Aku hanya terbiasa pada lingkungan yang mengajarkan hal yang tidak melulu tentang kebaikan dunia-akhirat...
Aku hanya terlalu terbiasa belajar menjaga jarak pada siapa pun yang dapat menyakiti hati dan perasaanku...

Aku bukanlah seorang perempuan yang kesalihannya menjadi sebaik perhiasan dunia...
Aku hanya terbiasa bangun pagi, menjalankan kewajibanku pada Pencipta-ku, serta menjalankan sedikit baktiku pada orang tuaku...
Aku hanya terbiasa terbangun tengah malam, namun tak selalu menjalankan sunnahku pada Robb-ku...
aku hanya terdidik rutin membaca kitab Allah Swt., namun tak selalu dapat mengamalkannya...
Aku hanya belajar sedikit tentang berbagi, namun tak selalu ikhlas mengiringi...

Aku bukanlah perempuan yang dapat selalu dibanggakan,
Ada kalanya aku sering mengecewakan
Ada kalanya aku sering memenangkan ego
Ada kalanya aku tak memahami cinta dan kasih dari orang-orang sekitarku.

Senin, 03 Oktober 2016

Friendship

“A friend in need is a friend indeed”
"Real friends make the world go around!"

Ketika berbicara tentang persahabatan, kita akan cenderung me-recall segala memori indah bersama mereka, orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang bersamanya kita menghabiskan banyak waktu dan peristiwa. Orang-orang yang berstatus teman tapi sesungguhnya adalah saudara.

Orang-orang yang ketika bersamanya hati menjadi senang, masalah seakan tak pernah ada, dan senyum selalu terukir. Mengingat bagaimana banyak waktu di mana kita terpaksa melakukannya tetapi kita saling menikmatinya. Mengingat bagaimana banyak beda pendapat tetapi kita saling merasa damai. Bagaimana kecewa sering hadir tetapi kita saling dapat menerima.


Namun, pada kenyataannya tak selalu indah. Ada kalanya kita merasa cemburu pada pilihan-pilihan mereka, ada kalanya kita kecewa pada sikap-sikap mereka. Ada kalanya justru mereka yang kecewa pada sikap dan pilihan kita. Ada juga suatu waktu kita saling mendiamkan, saling tak bertegur sapa. Ada kalanya pula kita saling bertengkar untuk menyelesaikan semua rasa kecewa yang telah menumpuk.

Jadi sesungguhnya persahabatan itu rumit, tak pernah sesederhana yang terbayangkan. Namun merupakan suatu kebutuhan. Maka ikhlas berkorban rasa dan asa adalah perjuangan untuk sebuah persahabatan. Karena persahabatan adalah suatu ikatan yang kita bangun bersama, dan harus kita pertahankan bersama. Kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun.

Rabu, 28 September 2016

Ada yang berbeda
Entah aku yang terlalu sensitif atau memang ada yang berubah di antara kita
Ku merasa seperti ada ruh yang hilang,
Ada keintiman yang tiada,
Ada keistimewaan yang memudar

Semua berawal sejak hari di mana aku menyadari,
Bahwa selalu ada dukungan yang kau tunda untukku,
Tak ada ucapan semangat yang langsung kau berikan pada setiap kabar perjuanganku untuk masa depanku (mungkin juga kita)
Bahwa selalu ada masa ketika kau merasa tak perlu ada aku di samping kamu, bahkan tak perlu ada aku yang sekedar untuk tau perjuanganmu
Bahwa selalu ada rasa kau terpaksa melakukan semuanya untukku,
Waktu luangmu, perhatianmu, pengertianmu, juga perjuanganmu

Aku tau bahwa aku tak pernah sempurna,
Juga tak selalu dapat menyempurnakan hidupmu
Namun aku hanya ingin kita berdua ada untuk saling menyemangati dan membangun masa depan yang lebih baik,
Bukan tentang kau berjuang sendiri tanpa dukungan dan doa dariku
Bukan juga tentang aku berjuang sendiri tanpa dukungan dan doa darimu


*Dari aku yang masih terus mencoba memahami cinta dan kasih sayangmu*
"aku sayang banget sama kamu, tapi tidak dengan cara yang kamu harapkan"

Kalimatmu membuatku teringat banyak hal...


Bagaimana kamu selalu memperjuangkan untuk bisa hadir di kala aku seminar proposal skripsi,Sedangkan aku hanya bisa berucap "semangat yaa" di kala kamu memperjuangkan sidang skripsimu...


Bagaimana kamu selalu berjuang untuk dapat mendoakan aku dari dekat saat sidang skripsiku berlangsung,Sedangkan aku hanya bisa menolak dengan halus undangan bangku terbaik saat yudisiummu...


Bagaimana kamu selalu mengusahakan memberi hadiah terbaik di saat aku wisuda,Sedangkan aku hanya dapat membayangkan jika saja aku dapat hadir dan tak merepotkan hari bahagia wisudamu...


Bagaimana kamu selalu menepati janji yang kau simpan untukku tanpa pernah mengucapkannya,Sedangkan aku hanya dapat mengucap janji dan tak pernah menepatinya untukmu...


Bagaimana kamu selalu menuruti semua mauku dalam diammu,Sedangkan aku hanya selalu merasa kurang, kurang, dan terus kurang...


Bagaimana kamu selalu menahan sakit dan malu memiliki seorang aku,Sedangkan aku terlalu sombong pada kenyataan menganggap kau bangga padaku...


Bagaimana kamu selalu memahamiku dan berlapang dada pada keegoisan aku,Sedangkan aku tak pernah bisa memahamimu apalagi membiarkanmu sekali saja bersikap egois...


Dan aku tak pernah mengerti...

Hanya terus menuntut...
Padamu, pada caramu, juga pada rasamu...

Mungkin sesungguhnya bukan kamu...

Tapi aku yang tak pernah sesuai dengan yang kau harapkan...
Jangan pernah sesayang itu padaku, kau akan menyesal, mungkin untuk yang kesekian kali, mengingat bahwa banyak kecewa yang kamu dapat dariku...

Aku hanya seorang yang punya harap besar tanpa banyak memberi padamu...



Jakarta, 15 September 2016

Rabu, 31 Agustus 2016

Kamu dan Mereka..

Sepertinya aku paham apa yang membuatmu terus menghindari dekat denganku ketika bersama mereka. Karena bagimu dan bagi mereka, selalu aku yang dominan. Selalu aku yang harus diturutin. Selalu aku yang membuat tak nyaman. Meski sesungguhnya aku menunggu (dengan tidak sabar) menunggu kamu yang mendominasi aku, menunggu kamu yang over protektif padaku, menunggu kamu yang nyaman bersamaku dan mereka. 

Tidakkah sering aku memintamu lebih dulu mengajakku solat? Dan aku tidak akan pernah menolak atau bete ketika kamu melakukannya. Namun yang ada sebaliknya, harus aku yang mulai ngajak dan harus selalu kamu jawab "nanti", sedangkan ketika orang lain yang mengajakmu jawabanmu selalu "ayok"

Tidakkah sering aku memintamu memperhatikan aku? Terutama ketika sedang bersama mereka. Dan aku selalu mudah bahagia dengan hal-hal kecil yang membuatku diperhatikan olehmu, meski juga mudah kecewa dengan hal-hal kecil yang membuatku dikesampingkan olehmu. Aku amat bangga ketika kamu lebih dulu memberitahuku mengenai rencana-rencana mengenai apa pun yang akan kita lakukan bersama mereka, dan kadang rencanamu sama seperti yang aku rencanakan. Aku sudah amat bangga dengan kamu bersedia jalan di samping aku ketika bersama mereka, tapi seringnya kamu memilih satu di antara mereka untuk kamu bisa berjalan di sampingnya, sedangkan aku harus mencari orang lain yang mau dan cocok berbincang denganku. Aku sudah bangga hanya dengan kamu mau pamit ketika akan pergi ke suatu tempat meski pamitnya tidak khusus untukku, tapi kecewa ketika yang kamu tatap bukan aku seakan aku tak terlihat di antara mereka. Aku sudah amat bahagia ketika dulu temanku mengatakan "dia nyariin kamu terus tuh" meski kita di tempat yang sama hanya berjarak beberapa meter, juga amat bahagia ketika aku tau bahwa ternyata kamu memperhatikan aku dari luar memastikan ga ada yang iseng sama aku, sayangnya itu hanya satu-dua kali terjadi (atau lebih tepatnya aku ketahui), dan seringnya orang lain yang selalu kamu cari ketika aku bahkan tak terlihat dari tempatmu melihat.

Aku senang ketika kamu mendominasi dengan perhatian kecil kamu tanpa mengesampingkan aku juga dengan kepercayaan kamu. Oke aku sedih ketika kamu marah-marah hanya masalah isi bensin, tapi bukan karena marah kamu yang bikin aku bete tapi karena kamu tidak percaya bahwa bensinnya beneran abis loh, beneran harus beli loh.

Bukannya aku ga inget karena apa kita bertemu, karena apa kita dekat. Tapi aku tidak suka karena tempat yang membuat kita bertemu dan dekat bukan lagi tempat yang membuatku nyaman, bukan lagi tempat yang membuatku merasa aman. Banyak hal yang membuat aku trauma dan terus menjadi sensitif jika sudah berkaitan dengan mereka. Karena bagiku, mereka yang membuatmu menjadi orang yang seharian ga bisa aku jangkau tanpa kabar, juga tanpa kepastian, bersama mereka juga yang membuatmu seakan tak punya waktu istirahat, bersama mereka aku sering terabaikan olehmu, bersama mereka juga aku tidak pernah menjadi prioritasmu.

Aku tidak akan lupakan mereka, tempat yang menyatukan kita, namun aku hanya mencoba sebisa mungkin tidak membuat mereka merasa tidak nyaman dengan keberadaanku yang dari awal tak selalu mereka harapkan, dengan keberadaanku yang sulit dipahami, dari keberadaanku yang sulit diterima, dari keberadaanku yang semakin sensitif bersama mereka. Aku bukan bagian inti dari mereka, dan hanya orang luar yang kadang mereka perlukan saran & masukannya. Kamu boleh terus dan tetap terlibat di tempat yang manyatukan kita, tapi jangan libatkan aku, jangan paksa aku untuk bisa terus terlibat bersama mereka. Aku akan tetap ada untuk semua cerita dan keluh kesah kamu dan mereka, aku akan tetap ada jika bantuanku memang dibutuhkan. Dan aku akan kembali pulang ke tempat itu untuk memberikan bantuanku, bukan untuk meminta pelukan hangat, bukan untuk meminta penerimaan tanpa syarat.

Biarkan aku mencintai mereka dengan caraku. Dan kamu mencintai mereka dengan cara yang kamu mau.


Jakarta, Agustus 2016

Senin, 29 Agustus 2016


"Setelah lulus kuliah dan selama proses mencari kerja itu masa di mana saya merasakan berada pada posisi paling rendah dalam hidup saya" itulah yang dikatakan sepupu sekaligus teman diskusi saya.

Dan dia benar. Kini aku mengalaminya. Mencari kerja tidak semudah yang dibayangkan. Lowongan pekerjaan cukup banyak, tapi yang membutuhkan pekerjaan lebih banyak. Belum lagi subjektivitas rekruiter dalam memilih orang yang tepat untuk posisi yang dibutuhkannya. Ditambah harus mau keluar dari zona nyaman untuk bertemu orang baru di tempat yang tak jarang sangat asing bahkan sangat jauh dari tempat kita tinggal, kemudian harus meyakinkan orang lain bahwa kita juga pilihan yang tepat untuk bekerja bersamanya di perusahaan yang sama.

Sering jiwa ingin menyerah dan pasrah dari perjuangan yang baru berapa langkah jika dibandingkan dengan orang-orang lain yang lebih tabah dan lebih istiqomah dalam perjuangannya mendapat pekerjaan, yang rela harus mondar-mandir Malang-Surabaya-Karawang-Surabaya demi memperjuangkan masa depan lebih baik, yaitu mendapat pekerjaan.

Sering raga iri pada mereka yang baru satu-dua kali melakukan tes & wawancara langsung mendapat pekerjaan. Tak bisa kah hidup selalu semudah itu?

Namun, rezeki dan takdir tiap orang berbeda. Keyakinan itu yang dapat mengurangi iri di hati demi melihat kesuksesan orang lain.

Di saat sulit seperti ini, tak ada yang dapat dijadikan tempat bercerita. Meski hanya sebuah cerita kegundahan hati yang tak kunjung merasa bangga. Apalah daya hati tak sanggup bila orang tua harus tau bahwa langkah kecil anaknya sudah membuatnya merasa berjuang. Tidak lah dapat sebanding dengan perjuangan mereka untuk dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Apalah daya sahabat pun punya permasalahan hidup masing-masih, lantas untuk apa bercerita tentang kerikil kecil dalam hidup pribadi. Sedangkan sandaran hidup pun belum tentu selalu ada dan paham yang dirasakan diri ini.

Untunglah masih ada satu orang, setidaknya satu orang dekat yang paham bahwa proses ini tak mudah dan tak mulus. Aku berharap, selalu berharap aku menjadi salah satu orang itu, yang paham dan selalu ada untuk dia bersandar dalam lelah dan dalam kebimbangannya. Semoga,, dan semoga ia mau menyandarkan hidupnya padaku.

Dan masih ada yang meghibur, yaitu masa sekolah dan masa-masa kuliah yang kini kudambakan. Masa di mana yang kupikirkan hanya 'bagaimana mendapat nilai bagus', 'bagaimana mengerjakan tugas A B C..', 'bagaimana menyelesaikan pertengkaran antarsahabat'. Belum tentang 'bagaimana hidupku hari esok, adakah rezeki berupa pekerjaan yang kudambakan menjawab perjuanganku esok hari?'

Maba 2011
Aku kan mencari
Namun hati nelangsa
Lebih baik ku tak mengetahui

Aku kan menanti
Namun raga tersiksa
Lebih baik ku tak mengharap

Pada rasamu..
Pada ragamu..
Pada kasihmu..

Mungkin esok kau kan menghampiri
Mungkin juga tidak sama sekali

Mungkin lusa kau kan kembali
Mungkin juga pergi tuk selamanya

Selasa, 19 Juli 2016

Kamu itu romantis dalam kesederhanaanmu...
Sesederhana setangkai mawar putih yang kau beri tanpa perayaan apa pun...
Sesederhana senyummu pada setiap pertemuan...
Sesederhana panggilan sayangmu, meski ku sedang melakukan kesalahan...

Kamu itu romantis dalam kehangatanmu
Sehangat usap lembut tanganmu dalam inginmu menyampaikan kasih sayang...
Sehangat ucap rindumu pada malam lelahmu...
Sehangat dekapanmu pada letih jiwamu...
Sehangat suara lembutmu dalam kecewamu padaku...

Kamu itu romantis dalam setiap perjuanganmu...
Perjuanganmu untuk menghapus sedih dan kecewaku...
Perjuanganmu untuk setiap pertemuan kita...
Perjuanganmu untuk setiap hadiah untukku...
Juga perjuanganmu untuk selalu membuatku bahagia...

Kamu selalu romantis...
Dalam sabar dan ikhlasmu...

Dan aku merindukan itu semua


Jakarta, 19 Juli 2016
#senjabetha
Mungkin ku memang kurang sabar dalam mengingatkanmu beribadah...
Sehingga aku belum pantas memiliki kamu yang sabar dalam beribadah...

Mungkin ku memang kurang istiqomah dalam mendoakanmu semakin dekat pada Allah Swt...
Sehingga aku belum pantas memiliki kamu yang istiqomah dekat dengan Allah Swt...

Mungkin ku memang kurang memiliki iman yang kuat di dada...
Sehingga aku belum pantas memiliki kamu dengan kuatnya imanmu...

Mungkin ku memang kurang memiliki sifat lemah lembut...
Sehingga aku belum pantas memiliki kamu yang lemah lembut terhadapku...

Mungkin ku memang kurang manis dalam bersikap...
Sehingga aku belum pantas memiliki kamu yang bersikap manis padaku...

Mungkin ku memang masih sering bermain-main...
Sehingga aku pantas bersama kamu yang sering bermain-main...

Mungkin aku memang terlalu keras...
Sehingga masih pantas memiliki kamu yang keras terhadapku...

Itu lah jodoh...
Cerminan diri...

Oh Allah...
Tak boleh kah ku meminta pasangan yang sabar beribadah padaMu...
Yang istiqomah mendekatkan diri padaMu...
Yang kuat iman nya...
Yang selalu berlemah lembut padaku...
Yang selalu manis dalam bersikap terhadapku...
Yang tidak bermain-main dalam segala urusan...
Serta yang dapat membimbingku dengan sabar dan ikhlas...


Jakarta, 8 Juni 2016
#senjabetha

Kamis, 14 Juli 2016

Semoga Masih Ada Aku...

Sudah tak ada aku dalam tulisan-tulisan panjangmu
Tapi semoga masih ada aku dalam bait-bait doamu

Sudah tak ada aku dalam wallpaper smartphonemu
Tapi semoga masih ada aku dalam sujudmu

Sudah tak ada aku dalam koleksi fotomu
Tapi semoga masih ada aku dalam mimpi masa depanmu

Sudah tak ada dekap hangatmu
Sudah tak ada belai lembutmu
Sudah tak ada rayu kasihmu
Tapi semoga masih ada cinta kasih dalam hatimu untukku


Brebes, Juli 2016

#senjabetha

Selasa, 12 April 2016

Sayangnya,

Aku hanyalah sebuah senja bagimu ...
Yang harus siap digantikan malam,
Yang harus selalu menunggu pagi melenyap,
Yang keindahannya hanya sejenak,

Aku hanyalah sebuah senja ...
Yang tak pernah dinanti namun tetap menampakkan diri,
Yang tak pernah ditunggu namun sejenak ingin dilihat

Aku hanyalah sebuah senja ...
Yang tak boleh meminta pada siang,
Yang tak boleh menunda pada malam,
Yang tak boleh serakah pada hari

Dan apalah arti hari ini
Jikalau aku masih senja bagimu
Yang harus selalu menunggu,
Yang harus siap digantikan


Surakarta, 12 April 2016
#senjabetha

Senin, 11 April 2016

Dari kamu aku belajar,
Bahwa ada kehidupan lain dalam dunia yang sama
Dan aku senang mengetahuinya

Dari kamu aku belajar,
Bahwa ada cerita lain dalam kehidupan yang sama
Dan aku senang mendengarnya

Dari kamu aku belajar,
Bahwa ada cerita tentangku dalam kehidupanmu
Dan aku senang mengetahuinya

Dari kamu aku belajar,
Bahwa hanya sedikit kehidupanku dalam duniamu
Dan aku mencoba bersyukur dengannya


Surakarta, 11 April 2016
#senjabetha

Tidak akan ada yang pernah sama ...

Hai,
Kamu apa kabar?

Hari ini aku menyadari satu hal,
Bahwa hari ini tidak akan pernah sama dengan hari kemarin,

Hari ini aku menyadari,
Bahwa hari esok tidak akan pernah sama dengan hari ini,
Bahwa hati juga tidak akan pernah sama setiap harinya,

Hari ini aku menyadari,
Bahwa kemarin aku masih memiliki angan tuk bermasa depan denganmu,
Bahwa hari ini masihkah aku bisa memiliki angan yang sama

Hari ini aku menyadari,
Bahwa kemarin aku masih bisa berharap pada kasih sayangmu,
Bahwa hari ini masihkah aku bisa berharap pada kasih sayangmu

Hari ini aku menyadari,
Bahwa kemarin aku masih bisa merengek minta perhatianmu,
Bahwa hari ini masihkah aku bisa merengek minta perhatianmu

Hari ini aku menyadari,
Bahwa kemarin aku masih bisa menunggumu,
Bahwa hari ini masihkah aku bisa menunggumu,

Tidak akan ada yang pernah sama ...


Surakarta, 11 April 2016
#senjabetha






Mungkin ku lupa bagaimana cara mendengarkan hatimu
Mungkin ku lupa bagaimana cara mendengarkan dengan hatiku

Mungkin ku lupa bagaimana mengerti tatapanmu
Mungkin ku lupa bagaimana mengerti dengan tatapanku

Mungkin ku lupa bagaimana memahami hatimu
Mungkin ku lupa bagaimana memahami dengan hatiku

Mungkin ku lupa bagaimana menyayangi ketulusanmu
Mungkin ku lupa bagaimana menyayangi dengan ketulusanku

Mungkin ku lupa bagaimana menghargai kata-mu
Mungkin ku lupa bagaimana menghargai dengan kata-ku

Mungkin ku lupa bagaimana memeluk asa-mu
Mungkin ku lupa bagaimana memeluk dengan asa-ku

Karena yang selalu kuingat hanya satu, yaitu RINDU
Rindu setiap kata darimu
Rindu setiap tatap darimu
Rindu setiap tulus darimu
Selalu …

Hanya RINDU padamu yang selau kuingat …


Surakarta 7 April 2016
#senjabetha

Rabu, 06 April 2016

Aku seperti mainan masa kecilmu,
Yang kau sayang ketika kau butuh kebahagiaan,
Yang kau temani ketika kau ingin mengusir rasa bosanmu,

Aku seperti mainan masa kecilmu,
Yang selalu kau tinggalkan saat kegiatan lain lebih kau senangi,
Yang selalu kau abaikan saat kau merasa bahagia,

Aku seperti mainan masa kecilmu,
Yang tak perlu kau perhatikan sepiku tanpamu,
Yang tak perlu kau perhatikan hampaku tanpa tawamu,

Aku seperti mainan masa kecilmu,
Yang selalu membuatmu kembali hanya ketika kau ingat punya sesuatu yang kau sayangi,
Yang selalu membuatmu merindu hanya ketika kau ingat pernah bahagia karenaku

Surakarta, April 2016

Senin, 04 April 2016

Aku Adalah Hujan ...

Aku adalah hujan,
Yang selalu kau sukai, meski kau selalu memilih tuk meneduh dan hanya melihatku dalam nyamanmu

Aku adalah hujan,
Yang selalu kau nanti, meski rintiknya kau abaikan, dan derasnya kau keluhkan

Aku adalah hujan,
Yang selalu kau sebut rindu, meski sering hanya sebuah kata pemanis kalimat, hanya pemanis rasa dalam asa

Aku adalah hujan,
Yang selalu menghujanimu tanpa syarat, meski sering kau tak menyadarinya

Aku adalah hujan,
Yang tak pernah kau hujani penantian dan rindu yang sesungguhnya

Surakarta, April 2016
#senjabetha

Selasa, 22 Maret 2016

Sering kubertanya apa artiku bagimu
Sering kumerasa aku hanya lah pengisi waktu luangmu,
Rindumu padaku hanya lah sisa dari waktu sibukmu

Sering kubertanya siapa aku bagimu
Karena berbagi pesan denganku tak lebih asik dari tidurmu
Karena bercengkrama denganku tak lebih penting dari bersua teman-temanmu

Sering kubertanya serakah kah aku
Jika menginginkan perhatianmu mengutamakan aku,
Menginginkan rindumu mengutamakan menghubungiku,
Menginginkan pengertianmu mengutamakan berbagi cerita denganku

Sering kubertanya pada hatiku
Kapan kah kubebas dari pengharapan tanpa kepastian
Kapan kah kubebas dari penantian tanpa ujung
Kapan kah kubebas dari perasaan tanpa pengertian
Dan kapan kah ini berakhir

Saat ini kah waktunya?

#bertanya #arti #hati #pengharapan #penantian #pengertian #senjabetha