Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti teriris pisau ketika menyiapkan makanan untuk keluarga kecilku, jadi apalah arti hari ini aku memiliki seseorang yang mau mendengarkan cerita sekedar teriris pisau..
Nanti cerita itu tak akan lebih penting dari bagaimana pun caranya aku harus bisa menyambutmu pulang dalam cara terbaik di kala aku juga lelah..
Nanti cerita itu tak akan lebih penting dari bagaimana pun caranya aku harus bisa menyambutmu pulang dalam cara terbaik di kala aku juga lelah..
Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti lupa bahwa panci yang akan kupegang masihlah panas, jadi apalah arti hari ini aku butuh seseorang yang mau mendengarkan cerita sepeleku..
Nanti cerita itu tak lebih penting dari bagaimana kamu lebih butuh dada yang lapang untuk siap memelukmu di kala aku juga butuh pelukan hangat..
Nanti cerita itu tak lebih penting dari bagaimana kamu lebih butuh dada yang lapang untuk siap memelukmu di kala aku juga butuh pelukan hangat..
Hingga hari ini tak ada kita,
tak ada dunia kita,
tak ada kehidupan kita,
masih selalu kamu dan aku..
Tak ada aku dalam duniamu, pun kau tak pernah mau ada dalam duniaku..
Tak ada aku dalam kehidupanmu, pun kau tak pernah mau terlibat dalam kehidupanku..
Dan hari ini aku belajar untuk menyimpan semuanya sendiri, sakitku, lukaku, dukaku, juga sepiku..
Karena hanya diriku seorang yang lebih peduli pada semua yang terjadi padaku,
Kemudian tugasku hanya boleh mengkhawatirkanmu tanpa perlu berharap dikhawatirkan..
Karena hanya diriku seorang yang lebih peduli pada semua yang terjadi padaku,
Kemudian tugasku hanya boleh mengkhawatirkanmu tanpa perlu berharap dikhawatirkan..
Seperti itulah aku melihat masa depan aku bersama kamu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar