Kamis, 17 April 2014

Tak Ingin Kesepian, Milikilah Sahabat Dekat



         “Dalam dunia post-modern ini atau tempat hidup kita sekarang, orang-orang tidak pernah hidup lebih dekat bersama-sama, dan juga tidak pernah merasa terpisah lebih jauh. Banyak orang kaya namun hidup kesepian. Orang populer sekaligus kesepian seperti Michael Jackson, misalnya. Atau yang lebih tragis dimana artis cantik yang diidolakan orang namun bunuh diri karena merasa kesepian.” 

         Kita sadari atau tidak, banyak orang merasa kesepian meski sedang berada di kerumunan banyak orang. Ketika berada dalam sebuah pesta meriah atau dalam sebuah acara reunion, seseorang pasti ada yang merasa kesepian di antara riuh suara canda tawa teman-temannya. Atau bahkan perasaan ini pernah melanda kita.

Apa itu kesepian?
         Menurut Lake (dalam Eriany, 1997) kesepian adalah tidak terpenuhinya kebutuhan berkomunikasi dan berhubungan persahabatan yang akrab dengan orang lain. Meskipun banyak orang memberi nilai tinggi pada hubungan yang mantap, tetapi banyak pula orang mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan itu. Perasaan yang muncul ketika seseorang menginginkan hubungan yang dekat namun tidak mampu mencapai tujuan tersebut lah yang disebut dengan perasaan kesepian.

Memiliki sahabat dekat, bagaimana caranya?
         Salah satu kecakapan sosial untuk mendapatkan teman adalah interaksi sosial yang sukses, yaitu dimulai dengan penilaian bahwa mendapatkan teman merupakan tantangan yang menarik lalu menggunakan strategi berdasarkan interaksi yang bersahabat dan terbuka.
         Perubahan konsep diri negatif ke konsep diri positif. Orang yang kesepian, skema dirinya cenderung negatif, perhatiannya mengarah pada informasi negatif tentang dirinya sendiri, terutama informasi yang mengarah pada hubungannya dengan orang lain. Oleh karena itu, pola pikir ini harus diubah ke arah konsep diri positif, mengarahkan perhatian pada informasi positif tentang dirinya sendiri dan tentang hubungannya dengan orang lain. Berpikir bahwa dirinya menyenangkan dan mampu membangun hubungan dengan orang lain, serta menganggap orang lain memberikan respons yang menyenangkan tentang dirinya dan hubungannya.
    Mendapatkan teman dan menjadikannya sahabat. Berpikirlah bahwa bertemu orang baru dan mendapatkan teman baru merupakan sesuatu yang menantang. Yakinlah bahwa kita akan bertemu orang yang kita sukai dan menyukai kita. Berlatih memulai percakapan, memperkenalkan diri, dan menunjukkan ketertarikan dengan orang lain akan lebih baik untuk memulai suatu hubungan pertemanan. Biarkan orang lain mengetahui siapa kita, meski beberapa orang tidak senang dengan apa yang kita katakan. Dari sinilah kita mulai dapat menemukan seorang sahabat. Seseorang yang dengan kebaikan hatinya dapat menerima kita, baik kekurangan dan kelebihan diri kita; yang dengan kejujurannya mempu mengingatkan kesalahan kita dan mengajak kita menjadi pribadi yang lebih baik; yang dengan kesensitifannya kadang menyadari situasi emosi yang kita hadapi. 
      Seorang sahabat bukanlah seseorang yang hanya dapat kita ajak “bersenang-senang” tapi menghilang ketika kita butuh dorongan emosional yang positif. Sahabat adalah yang dengannya kita saling menghabiskan banyak waktu bersama, berinteraksi dalam berbagai macam situasi, mengesampingkan orang lain dari hubungan kita, dan satu sama lain saling memberikan dukungan emosional.

Ketika seseorang menginginkan hubungan yang dekat dan telah mencapai tujuan itu, apakah perasaan kesepian itu muncul?


Sumber:
Eriany, Praharaesti. 1997. Manusia Kesepian sebagai Salah Satu Dampak Psikologi dari Kehidupan Modern. Semarang: Unika – Pranata
Rumah Shine. 2013. Penyebab Orang Merasa Kesepian dalam Hidup. kompasiana.com: http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/07/15/penyebab-orang-merasa-kesepian-dalam-hidup-573758.html
Soetjipto & Soetjipto. 2008. Hand-Out Psikologi Sosial: Suka-Duka Hubungan Dekat. Yogyakarta: Universita Gajah Mada.