Ada yang berbeda
Entah aku yang terlalu sensitif atau memang ada yang berubah di antara kita
Ku merasa seperti ada ruh yang hilang,
Ada keintiman yang tiada,
Ada keistimewaan yang memudar
Semua berawal sejak hari di mana aku menyadari,
Bahwa selalu ada dukungan yang kau tunda untukku,
Tak ada ucapan semangat yang langsung kau berikan pada setiap kabar perjuanganku untuk masa depanku (mungkin juga kita)
Bahwa selalu ada masa ketika kau merasa tak perlu ada aku di samping kamu, bahkan tak perlu ada aku yang sekedar untuk tau perjuanganmu
Bahwa selalu ada rasa kau terpaksa melakukan semuanya untukku,
Waktu luangmu, perhatianmu, pengertianmu, juga perjuanganmu
Aku tau bahwa aku tak pernah sempurna,
Juga tak selalu dapat menyempurnakan hidupmu
Namun aku hanya ingin kita berdua ada untuk saling menyemangati dan membangun masa depan yang lebih baik,
Bukan tentang kau berjuang sendiri tanpa dukungan dan doa dariku
Bukan juga tentang aku berjuang sendiri tanpa dukungan dan doa darimu
*Dari aku yang masih terus mencoba memahami cinta dan kasih sayangmu*
Rabu, 28 September 2016
"aku sayang banget sama kamu, tapi tidak dengan cara yang kamu harapkan"
Kalimatmu membuatku teringat banyak hal...
Bagaimana kamu selalu memperjuangkan untuk bisa hadir di kala aku seminar proposal skripsi,Sedangkan aku hanya bisa berucap "semangat yaa" di kala kamu memperjuangkan sidang skripsimu...
Bagaimana kamu selalu berjuang untuk dapat mendoakan aku dari dekat saat sidang skripsiku berlangsung,Sedangkan aku hanya bisa menolak dengan halus undangan bangku terbaik saat yudisiummu...
Bagaimana kamu selalu mengusahakan memberi hadiah terbaik di saat aku wisuda,Sedangkan aku hanya dapat membayangkan jika saja aku dapat hadir dan tak merepotkan hari bahagia wisudamu...
Bagaimana kamu selalu menepati janji yang kau simpan untukku tanpa pernah mengucapkannya,Sedangkan aku hanya dapat mengucap janji dan tak pernah menepatinya untukmu...
Bagaimana kamu selalu menuruti semua mauku dalam diammu,Sedangkan aku hanya selalu merasa kurang, kurang, dan terus kurang...
Bagaimana kamu selalu menahan sakit dan malu memiliki seorang aku,Sedangkan aku terlalu sombong pada kenyataan menganggap kau bangga padaku...
Bagaimana kamu selalu memahamiku dan berlapang dada pada keegoisan aku,Sedangkan aku tak pernah bisa memahamimu apalagi membiarkanmu sekali saja bersikap egois...
Dan aku tak pernah mengerti...
Hanya terus menuntut...
Padamu, pada caramu, juga pada rasamu...
Mungkin sesungguhnya bukan kamu...
Tapi aku yang tak pernah sesuai dengan yang kau harapkan...
Jangan pernah sesayang itu padaku, kau akan menyesal, mungkin untuk yang kesekian kali, mengingat bahwa banyak kecewa yang kamu dapat dariku...
Aku hanya seorang yang punya harap besar tanpa banyak memberi padamu...
Kalimatmu membuatku teringat banyak hal...
Bagaimana kamu selalu memperjuangkan untuk bisa hadir di kala aku seminar proposal skripsi,Sedangkan aku hanya bisa berucap "semangat yaa" di kala kamu memperjuangkan sidang skripsimu...
Bagaimana kamu selalu berjuang untuk dapat mendoakan aku dari dekat saat sidang skripsiku berlangsung,Sedangkan aku hanya bisa menolak dengan halus undangan bangku terbaik saat yudisiummu...
Bagaimana kamu selalu mengusahakan memberi hadiah terbaik di saat aku wisuda,Sedangkan aku hanya dapat membayangkan jika saja aku dapat hadir dan tak merepotkan hari bahagia wisudamu...
Bagaimana kamu selalu menepati janji yang kau simpan untukku tanpa pernah mengucapkannya,Sedangkan aku hanya dapat mengucap janji dan tak pernah menepatinya untukmu...
Bagaimana kamu selalu menuruti semua mauku dalam diammu,Sedangkan aku hanya selalu merasa kurang, kurang, dan terus kurang...
Bagaimana kamu selalu menahan sakit dan malu memiliki seorang aku,Sedangkan aku terlalu sombong pada kenyataan menganggap kau bangga padaku...
Bagaimana kamu selalu memahamiku dan berlapang dada pada keegoisan aku,Sedangkan aku tak pernah bisa memahamimu apalagi membiarkanmu sekali saja bersikap egois...
Dan aku tak pernah mengerti...
Hanya terus menuntut...
Padamu, pada caramu, juga pada rasamu...
Mungkin sesungguhnya bukan kamu...
Tapi aku yang tak pernah sesuai dengan yang kau harapkan...
Jangan pernah sesayang itu padaku, kau akan menyesal, mungkin untuk yang kesekian kali, mengingat bahwa banyak kecewa yang kamu dapat dariku...
Aku hanya seorang yang punya harap besar tanpa banyak memberi padamu...
Jakarta, 15 September 2016
Langganan:
Komentar (Atom)