Kalimatmu membuatku teringat banyak hal...
Bagaimana kamu selalu memperjuangkan untuk bisa hadir di kala aku seminar proposal skripsi,Sedangkan aku hanya bisa berucap "semangat yaa" di kala kamu memperjuangkan sidang skripsimu...
Bagaimana kamu selalu berjuang untuk dapat mendoakan aku dari dekat saat sidang skripsiku berlangsung,Sedangkan aku hanya bisa menolak dengan halus undangan bangku terbaik saat yudisiummu...
Bagaimana kamu selalu mengusahakan memberi hadiah terbaik di saat aku wisuda,Sedangkan aku hanya dapat membayangkan jika saja aku dapat hadir dan tak merepotkan hari bahagia wisudamu...
Bagaimana kamu selalu menepati janji yang kau simpan untukku tanpa pernah mengucapkannya,Sedangkan aku hanya dapat mengucap janji dan tak pernah menepatinya untukmu...
Bagaimana kamu selalu menuruti semua mauku dalam diammu,Sedangkan aku hanya selalu merasa kurang, kurang, dan terus kurang...
Bagaimana kamu selalu menahan sakit dan malu memiliki seorang aku,Sedangkan aku terlalu sombong pada kenyataan menganggap kau bangga padaku...
Bagaimana kamu selalu memahamiku dan berlapang dada pada keegoisan aku,Sedangkan aku tak pernah bisa memahamimu apalagi membiarkanmu sekali saja bersikap egois...
Dan aku tak pernah mengerti...
Hanya terus menuntut...
Padamu, pada caramu, juga pada rasamu...
Mungkin sesungguhnya bukan kamu...
Tapi aku yang tak pernah sesuai dengan yang kau harapkan...
Jangan pernah sesayang itu padaku, kau akan menyesal, mungkin untuk yang kesekian kali, mengingat bahwa banyak kecewa yang kamu dapat dariku...
Aku hanya seorang yang punya harap besar tanpa banyak memberi padamu...
Jakarta, 15 September 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar