Sabtu, 29 September 2012

Hei, tahukah kau kenapa banyak orang merasa senang bila melihat pelangi?
Itu karena pelangi terlihat indah
Tahukah kau kenapa pelangi indah?
Itu karena ia terdiri dari bermacam-macam warna

Dan, tahukah kau mengapa aku bahagia?
Itu karena aku memiliki kalian

Yang mau berbagi kebahagiaan padaku
Yang mau berbagi pancaran warna keunikan pribadi padaku
Yang mau berbagi banyak cerita padaku
Yang mau  berbagi cinta padaku

Meski kita tak selalu bersama, tapi kuyakin ukhuwah ini selalu menyatukan
Lihatlah pelangi
Walau tak terlihat, tapi selalu ada dan akan menampakkan diri diwaktu yang tepat



Surakarta, 29 September 2012
di pagi hari yang cerah terbersit rindu pada persahabatan

Jumat, 17 Agustus 2012

Mana yang Lebih Baik Ketika Harus Memilih

Ya, itulah yang tiba-tiba melintas dalam benakku, "mana yang lebih baik ketika harus memilih?"

Cerita seorang sahabat beberapa hari lalu kembali melintas. "Ria, ngisengin aku. Kemarin aku ninggalin laptop di ruang himapsi. Ternyata masih nyala. Terus Ria iseng update status facebook-ku, "bulan desember, insyaAllah, sebar undangan" kurang lebih, begitu awal ceritanya pada suatu hari ketika kami sedang berkumpul beberapa hari lalu.
"satu orang 'like', 36 komentar, dan satu message yang isinya "Dek, bukannya aku nggak janjiin tahun ini yaa" uuuhhh, aku malu banget"

Hahahaha.. mungkin bagi sebagian orang itu tidaklah penting. Tapi aku jadi berpikir, mana yang lebih baik yaa ketika harus memilih? Menunggu dengan setia orang yang sudah dekat dengan kita (sudah kenal, sudah tahu saling suka, dan sudah tau ingin saling menikah) atau setia menunggu orang yang belum kita  ketahui, bahkan mungkin belum pernah kita kenal dan temui?

Kemudian, akan lebih mudah menjaga hati pada keadaan yg manakah? keadaan pertama atau keadaan kedua?

Ketika muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut, hawa nafsu pun tak mungkin luput dari perkiraan. Aku pikir, sepertinya akan lebih sulit menjaga hati dan setia menunggu orang yang sudah kita kenal, sudah kita sayangi, terlebih kita juga sudah tahu bahwa sama-sama memiliki keinginan menikah. Ketika dua hati sudah terpaut, bukankah lebih sulit menjaganya mana kala belum ada kehalalan di antara keduanya? harapan dan angan yang terkadang muncul mengenai masa depannya bersama sang pujaan dapat pula menjadi pengotor hati dan penyubur hawa nafsu.

Bahkan ketika kita belum menemukan orang yang dengannya hati kita akan berpaut pun tak dapat dipungkiri pula munculnya bunga-bunga pengotor hati dan pengharum hawa nafsu. Status available yang kita sandang pun bisa juga menjerumuskan kita. Merasa single, lantas jadi merasa bebas-bebas saja bergaul. Bahkan dengan tanpa dosa dan seakan lupa bahwa harus selalu ada batasan yang ditaati, tak sengaja atau bahkan menyengaja melupakan kesucian hati yang harus selalu dijaga.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Swt. dan selalu dapat menjaga hati bagaimana pun keadaan hati kita, masih available atau sudah punya calon. Bagi yang sudah memiliki calon, sebaiknya disegerakan menikah :)


Jakarta,  27 Ramadan 1434H

Rabu, 06 Juni 2012

Surat Cinta untuk Sahabat

Surakarta, Juni 2012



     Sahabat, aku bersyukur memilikimu. Aku berterima kasih yang sebesar-besarnya kepadamu. Kau selalu ada, tidak hanya pada waktu senangku, tapi kau juga selalu ada pada masa sulitku..
     
     Kau setia di sisiku. Bukan karena kita berdekatan, tapi karena kita memiliki ukhuwah yang tidak mengenal jarak. Dan kau tunjukkan ukhuwah itu padaku. Selalu..

     Sahabat, adakah aku juga seperti itu bagimu? Adakah aku setia di sampingmu pada masa sulitmu?

     Maaf jika yang aku terima darimu terlalu banyak. Tak pernah aku memberi sebanyak yang kau beri padaku. Kau selalu setia membantuku di masa sulitku. Sedang aku tak pernah setia di sisimu pada masa senang dan masa sulitmu. Atau, adakah hanya aku yang yang merasa kau sahabatmu, tapi kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu karena ketidak setiaanku di sisimu?

     Jika demikian adanya, tolong beri aku satu kesempatan untuk mencoba setia di sisimu pada masa sulitmu. Tolong katakan padaku tentang kesulitanmu karena aku tidaklah sepengertian dirimu yang selalu tahu kapan aku memerlukan dirimu.

     Maaf aku belum dapat menjadi sahabat yang baik untukmu. Tetapi, aku ingin sekali agar kau tahu bahwa kau adalah sahabat terbaik bagiku dan, tolong, izinkaku untuk menjadi sahabat yang baik pula untukmu...



                                                                                                                   Salam Rindu,
                                                                                       Seseorang yang selalu ingin menjadi sahabat baikmu

Jumat, 27 April 2012

Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan

Taylor (1986) menjelaskan empat jalur yang berbeda:
1.    Jalur Langsung
ð  Rangsangan Berlebih Kronis
Rangsangan berlebih kronis yang disebabkan oleh stressor kronis dapat menyebabkan timbulnya penyakit jantung kororner (CHD) à penyempitan pembuluh darah pada otot-otot jantung, sehingga menghambat pengiriman oksigen dan zat makanan ke jantung. Oksigen ke jantung yang terhambat menyebabkan infark miokardium (suatu serangan jantung)
Terdapat kontribusi genetik untuk penyakit jantung koroner: orang dengan riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarganya berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner pula. Penyakit jantung koroner juga berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, diabetes, merokok, dan obesitas.
Hasil suatu penelitian menunjukkan bahwa pria maupun wanita dalam pekerjaaan yang meminta tuntutan tinggi tapi disertai kendali rendah memiliki risiko penyakit jantung koroner 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lain (Karasek, dkk., 1981; Kkarasek, dkk., 1982)
Wanita bekerja, pada umumnya, dibandingkan ibu rumah tangga, tidak lebih tinggi berisiko terkena penyakit jantung koroner. Tetapi, ibu yang bekerja lebih besar kemungkinannya mengalami penyakit jantung. Kemungkinan penyakit meningkat bersamaan dengan bertambahnya jumlah anak untuk wanita yang bekerja, tapi tidak untuk ibu rumah tangga (Heynes & Feinleib, 1980).
Penelitian eksperimental dengan hewan menunjukkan bahwa gangguan lingkungan social dapat menimbulkan patologi yang mirip dengan penyakit arteri koroner (Manuck, Kaplan, & Matthews, 1986; Sapolsky, 1990)
ð  System Kekebalan
Bidang riset baru dalam kedokteran perilaku adalah psikoimunologi, yaitu penelitian mengenai bagaimana system kekebalan tubuh dipengaruhi oleh stress dan variable psikologis lain.
Tidak ada parameter tunggal tentang kualitas fungsi imun individual atau imunokompetensi. System imun adalah system yang kompleks dengan banyak komponen yang saling berinteraksi. Sejumlah bidang menyatakan bahwa stress mempengaruhi kemampuan system imun untuk melindungi tubuh.
Penelitian terakhir  menunjukkan bahwa system imun dan system syaraf memiliki banyak hubungan anatomis dan fisiologis. Contohnya, peneliti telah menemukan bahwa limfosit memiliki reseptor untuk sejumlah neurotransmitter yang berbeda. Jadi, sel system imun tersebut mampu menangkap pesan dari system saraf yang dapat mengubah kemampuan mereka. Salah satu alasan adanya kaitan antara neurotransmitter dengan system saraf yang penting adalah keadaan emosional negative (sebagai contohnya, kecemasan atau depresi) dapat mempengaruhi tingkat neurotransmitter. Jadi, situasi stress dapat mempengaruhi fungsi system imun hanya jika situasi tersebut menimbulkan keadaan emosional yang negative.

2.    Jalur Interaktif
Terdapat cukup banyak bukti bahwa hanya jika situasi stress dan kepribadian berinteraksi satu sama lain, atau dengan kerentanan biologis yang telah ada sebelumnya terdapat penyakit, penyakit akan muncul (Cohen & Williamson, 1991). Tipe model interaktif ini sering dinamakan sebagai model kerentanan stress, atau model diathesis stress (diathesis adalah kerentanan atau predisposisi terhadap penyakit). Kerentanan menjadikan individu peka terhadap gangguan tertentu, tetapi hanya terjadi jika ia menemukan stress sehingga gangguan benar-benar berkembang.
Kerentanan biologis, seperti kerentanan hipertensi atau diabetes, ditentukan secara genetic. Bagi sebagian orang, kerentanan ini mungkin menyebabkan perkembangan penyakit jika individu itu berhadapan dengan situasi stress kronis. Demikian pula stress mungkin tidak benar-benar menyebabkan pertumbuhan kanker pada awalnya, tetapi penelitian tumor pada tikus menyatakan bahwa stress dapat membantu perkembangan tumor yang telah ada. Terakhir, penyakit  mental stelah suatu stressor mungkin lebih sering terjadi jika individu memiliki kerentanan terhadap gangguan itu.

3.    Jalur Perilaku Sehat
Jika kita merasa stress, kita sering tidak memperhatikan diri kita sendiri secara baik. mungkin, kita cenderung lupa makan dan mengudap junk-food; menjadi sedikit makan atau bahkan tidak makan sama sekali. Orang yang stress mungkin tidak melakukan kebiasaan olahraga normalnya dan menjadi sedentarik.
Jadi, stress dapat, secara tidak langsung, memengaruhi kesehatan dengan menurunkan perilaku kesehatan positif dan meningkatkan perilaku kesehatan negative.

4.    Jalur Perilaku Sakit
Stressor menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan: gelisah, depresi, lelah, gangguan tidur, gangguan lambung. Sebagian orang menginterpretasikan gejala tersebut sebagai gejala penyakit, dan mencari bantuan medis. Selanjutnya, perhatian yang mereka dapatkan dari professional medis dapat memperkuat perilaku tersebut, artinya: menjadikan mereka lebih sering untuk mencari perhatian medis saat gejala stress muncul lagi di kemudian hari
Penelitian menyatakan bahwa orang dalam kedaan stress lebih sering menggunakan pelayanan kesehatan dibandingkan orang yang tidak dalam kedaan stress, walaupun mungkin mereka tidak dalam kedaan yang lebih sakit (Cohen & Williamson, 1991; Gortmaker, Eckenrode, & Gore, 1982; Watson & Pannebaker, 1989)

Rabu, 28 Maret 2012

Kebersamaan yang Tak Pernah Hilang

Nggak terasa dua tahun telah berlalu sejak aku lulus SMA. Meski aku sudah kuliah tahun pertama, tapi rasanya, bayang-bayang masa lalu, masa-masa SMA, masih melekat dalam ingatanku. Kerinduan pada teman-teman SMA sering hadir dalam sepiku.

Padahal, saat SMA aku tidak terlalu merindukan teman-teman SMP-ku. Mungkin inilah mengapa banyak orang yang mengatakan, “masa-masa SMA adalah masa paling indah dan tak terlupakan”. Ya, kuakui memang benar. Banyak yang aku sadari, banyak yang aku pelajari, banyak yang aku lalui di masa SMA. Susah, senang; canda, tawa; tangis bahagia; persahabatan; kekeluargaan; cinta; perselisihan. Semua aku alami di masa SMA. Aku lebih senang menyebutnya, masa-masa yang kompleks dan penuh konflik.

Hahaha.. kadang aku sering bertanya, “wajarkah aku sering merindukan mereka? Rasanya, mereka biasa-biasa saja. Adakah mereka juga merindukan masa-masa itu?” Kadang pula aku berpikir, “adakah sebuah kesalahan tak termaafkan yang pernah kulakukan semasa SMA hingga menimbulkan bekas di hati teman-teman, guru-guru, dan sahabat-sahabatku? Adakah yang terhindarkan dariku sehingga suatu saat nanti dapat menimbulkan penyesalan dalam diriku? Adakah ketidaksengajaan yang kulakukan menimbulkan kesalahpahaman hingga hari ini?”
Entahlah. Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul dalam benakku. Tapi, tentu pula banyak rasa syukur yang aku hanturkan. Aku bersyukur saat aku duduk di kelas X, banyak cerita dan pengalaman yang sempat kuabadikan dalam sebuah catatan harian. Hingga saat kubaca, aku sadar bahwa aku memiliki teman-teman yang begitu luar biasa peduli pada teman-teman sekelasnya. Dan ada pula sebuah kenangan yang luput dari ingatanku, meski sebenarnya sudah bertekad tak akan melupakannya (tapi ingatan tidak juga dapat selalu diandalkan), kenangan yang sayang sekali jika dulu tak pernah kucoba untuk menuliskannya.

Kemudian, aku juga bersyukur memiliki keluarga di Rohis, tapi sayangnya kebersamaanku dengan mereka tak pernah kuabadikan sehingga banyak hal terlupakan. Mungkin hal ini pula yang harus jadi pemicu untuk memulai kembali mencoba mengabadikan hari-hari yang kulalui ke dalam catatan harian. Aku juga jadi yakin, gak akan rugi dan malah bermanfaat jika mau mencoba lagi.

Semangat!! p^^q

Oia, aku ucapkan banyak rasa terima kasih untuk teman-teman SMA-ku, khususnya: BlackList yang udah banyak memberi banyak kenangan, terutama berkat kalian kita banyak kena masalah sama guru :D, kalian juga yang paling senang gangguin aku; Geliga yang udah bareng-bareng bikin film yang bagus (meski susah juga ngumpulin temen-temen buat mulai syuting). Hahaha.. maaf kalo aku gak bisa acting, jadi banyak salah di aku :D; Twitter yang selalu mencoba mengerti satu sama lain karena kita berkumpul pada masa-masa tersulit dan lebih memfokuskan diri pada jenjang selanjutnya sehingga terkesan lebih individualis; Rohis yang sudah menawarkan suatu bentuk persaudaraan, serta kekeluargaan yang begitu luar biasa, tapi sayang aku tidak sempat mengabadikan kebersamaan kita sehingga banyak pula yang terlupakan, maaf.

Yang terakhir, terima kasih atas kebersamaan ini sehingga hari-hariku bersama kalian selalu penuh warna. Awalnya, kupikir, kebersamaan itu telah hilang, tapi ternyata hanya tak terdeteksi dalam ingatan jangka panjangku. Sehingga aku berdoa, semoga rasa kebersamaan itu tak akan pernah hilang ditelan waktu ;)

Kamis, 15 Maret 2012

Ibu Ada untukmu Anakku..

Ibu, pernahkah kau mengeluh..
Saat aku masih janin dan selalu memberatkan langkahmu?

Tidak anakku
Karena aku mencintaimu

     Ibu, pernahkah kau lelah..
     Saat kau masih harus selalu menggendongku kemana pun kau pergi?

     Tidak anakku
     Karena ku tahu kau belum mampu untuk berjalan sendiri

Ibu, pernahkah kau merasa malu..
Saat aku buang air besar di bus dalam perjalanan jauhmu?

Tidak anakku
Karena kau belum dapat menahannya dan pergi ke toilet sendiri
Dan aku pun belum mengajarimu

Ibu, apakah kau merasa kesal
Saat aku mulai sering bertanya ini-itu padamu?

Tidak anakku
Karena aku tahu kau hanya mulai ingin tahu hal-hal yang menarik perhatianmu

     Ibu, pernahkah kau merasa bosan 
     Saat kau harus selalu menyiapkan sarapan dan bekal untukku?

     Tidak anakku
     Karena aku selalu ingin melihatmu tumbuh dengan sehat

Ibu, tidakkah kau mulai letih
Saat kau masih harus selalu menemaniku melengkapi perlengkapan sekolahku meski aku telah lulus sekolah dasar?

Tidak Anakku
Karena aku tahu kau belum bisa pergi sendiri untuk melengkapi kebutuhan sekolahmu

   Ibu, tidakkah kau marah
   Saat aku mulai remaja dan masih saja suka bermain

   Tidak anakku
   Karena aku masih harus bersabar mengajari dan membiasakan banyak hal baik padamu

Ibu, tidakkah kau sedih 
Saat aku bersikukuh memilih jalan hidupku tanpa memperhatikan dengan serius semua nasihatmu?

Tidak anakku
Karena aku masih bisa membantumu melalui jalan yang kau pilih

   Ibu, tidakkah kau sedih
   Saat aku harus tinggal jauh darimu setelah aku menikah kelak?

   Tidak anakku
   Karena kita masih dapat berkomunikasi dengan teknologi yang sudah canggih

Ibu, tidakkah kau bahagia
Saat aku selalu menceritakan bahagiaku disini?

Tidak anakku
Karena bahagiaku tak hanya karena bahagiamu tapi juga karena kepercayaanmu membagi duka hidupmu padaku


Agar aku dapat membantumu dengan nasihatku
Agar aku dapat membantumu dengan hartaku
Agar aku dapat membantumu dengan hadirku saat kau butuh
Dan agar aku dapat membantumu dengan tambahan munajat-munajatku pada Sang Kuasa saat kau kesulitan

Solo, Maret 2012

Mencoba Mengenalnya

Sepintas melihat puisi buatannya. Kesepian, kegamangan, tapi disitu terlihat sebuah harapan. Lebih tepatnya angan, mimpi. Tak bisa terwujud. Karena takdir dan ketetapan Allah sudah berbicara sebelum ia sadar akan angan-angan dan mimpinya tentang hidupnya.


Ya, dia seorang anak tunggal dari kedua orang tua yang mapan. Segala kebutuhan materi yang ia butuhkan tercukupi dengan baik. ia dapat sekolah tinggi tanpa harus khawatir orang tua-nya mengalami keberatan beban karena hanya satu anak yang mereka tanggung. Tak perlu berebut makanan kesukaan. Tak perlu berbagi waktu menggunakan kamar mandi. Pun tak perlu berkelahi hanya untuk mendapat perhatian orang tua. Perhatian orang tuanya telah tercurah padanya.

Kesepian. Ya, pasti dia juga merasa kesepian. Iri. Ya, kadang ia iri pada orang lain yang memiliki saudara kandung. Tapi, apakah ia jadi meratap dan mengatakan bahwa Allah Swt. tak adil? Tidak. Ia sadar bahwa ini lah takdirnya.

Bagiku, aku yakin, sebenarnya Ia tahu dan sadar bahwa ada anugerah dan banyak hal baik yang ia alami meski tanpa kehadiran saudara kandung dalam hidupnya. Ia sadar bahwa iri adalah hal yang wajar, tapi ia juga sadar bahwa ia tak dapat merubah keadaan seperti yang ia inginkan, memiliki saudara kandung.

Andai aku dapat mengatakan langsung, akan ku katakan, pasti ada orang yang iri pada keadaan dirimu. Pasti ada orang yang iri padamu yang tidak memiliki saudara kandung. Coba bayangkan orang yang tidak dapat sekolah tinggi karena adik-adiknya butuh biaya untuk sekolah sedangkan orang tuanya tergolong kurang mampu. Sepintas, orang ini akan iri pada dirimu yang sendiri dan orang tuanya pasti dapat menyekolahkannya hingga perguruan tinggi, tapi ia juga percaya pada rahasia Allah Swt. dan dia juga tetap menjalani hidup sepertimu dengan cara yang berbeda. Atau coba kau bayangkan pada seorang kakak yang harus berbagi waktu menggunakan sepatu dengan adiknya karena orang tua mereka tidak mampu membelikan sepatu adiknya yang hilang. Sepintas, ia akan iri padamu yang seorang anak tunggal sehingga orang tuanya tak perlu pusing-pusing mencari tambahan sana-sini lantaran belum dapat membelikan sepatu baru untuk adiknya, tapi lagi-lagi orang ini akan tetap menjalani hidupnya, sepertimu, dgn cara berbeda.

Jika dirimu merasa kesepian, ingat orang tuamu yang kasih sayangnya tak pernah terbagi selain hanya untukmu; ingat teman-temanmu yang selalu ada dan menghiasi hari-harimu di kampus; ingat senior-senior dan adik-adik tingkatmu yang dapat kau anggap mereka sebagai kakak dan adik bagimu; kenang masa kecilmu saat dirimu belum mengerti arti rasa iri atas kesepianmu karena dirimu masih punya teman bermain.