Rabu, 28 Maret 2012

Kebersamaan yang Tak Pernah Hilang

Nggak terasa dua tahun telah berlalu sejak aku lulus SMA. Meski aku sudah kuliah tahun pertama, tapi rasanya, bayang-bayang masa lalu, masa-masa SMA, masih melekat dalam ingatanku. Kerinduan pada teman-teman SMA sering hadir dalam sepiku.

Padahal, saat SMA aku tidak terlalu merindukan teman-teman SMP-ku. Mungkin inilah mengapa banyak orang yang mengatakan, “masa-masa SMA adalah masa paling indah dan tak terlupakan”. Ya, kuakui memang benar. Banyak yang aku sadari, banyak yang aku pelajari, banyak yang aku lalui di masa SMA. Susah, senang; canda, tawa; tangis bahagia; persahabatan; kekeluargaan; cinta; perselisihan. Semua aku alami di masa SMA. Aku lebih senang menyebutnya, masa-masa yang kompleks dan penuh konflik.

Hahaha.. kadang aku sering bertanya, “wajarkah aku sering merindukan mereka? Rasanya, mereka biasa-biasa saja. Adakah mereka juga merindukan masa-masa itu?” Kadang pula aku berpikir, “adakah sebuah kesalahan tak termaafkan yang pernah kulakukan semasa SMA hingga menimbulkan bekas di hati teman-teman, guru-guru, dan sahabat-sahabatku? Adakah yang terhindarkan dariku sehingga suatu saat nanti dapat menimbulkan penyesalan dalam diriku? Adakah ketidaksengajaan yang kulakukan menimbulkan kesalahpahaman hingga hari ini?”
Entahlah. Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul dalam benakku. Tapi, tentu pula banyak rasa syukur yang aku hanturkan. Aku bersyukur saat aku duduk di kelas X, banyak cerita dan pengalaman yang sempat kuabadikan dalam sebuah catatan harian. Hingga saat kubaca, aku sadar bahwa aku memiliki teman-teman yang begitu luar biasa peduli pada teman-teman sekelasnya. Dan ada pula sebuah kenangan yang luput dari ingatanku, meski sebenarnya sudah bertekad tak akan melupakannya (tapi ingatan tidak juga dapat selalu diandalkan), kenangan yang sayang sekali jika dulu tak pernah kucoba untuk menuliskannya.

Kemudian, aku juga bersyukur memiliki keluarga di Rohis, tapi sayangnya kebersamaanku dengan mereka tak pernah kuabadikan sehingga banyak hal terlupakan. Mungkin hal ini pula yang harus jadi pemicu untuk memulai kembali mencoba mengabadikan hari-hari yang kulalui ke dalam catatan harian. Aku juga jadi yakin, gak akan rugi dan malah bermanfaat jika mau mencoba lagi.

Semangat!! p^^q

Oia, aku ucapkan banyak rasa terima kasih untuk teman-teman SMA-ku, khususnya: BlackList yang udah banyak memberi banyak kenangan, terutama berkat kalian kita banyak kena masalah sama guru :D, kalian juga yang paling senang gangguin aku; Geliga yang udah bareng-bareng bikin film yang bagus (meski susah juga ngumpulin temen-temen buat mulai syuting). Hahaha.. maaf kalo aku gak bisa acting, jadi banyak salah di aku :D; Twitter yang selalu mencoba mengerti satu sama lain karena kita berkumpul pada masa-masa tersulit dan lebih memfokuskan diri pada jenjang selanjutnya sehingga terkesan lebih individualis; Rohis yang sudah menawarkan suatu bentuk persaudaraan, serta kekeluargaan yang begitu luar biasa, tapi sayang aku tidak sempat mengabadikan kebersamaan kita sehingga banyak pula yang terlupakan, maaf.

Yang terakhir, terima kasih atas kebersamaan ini sehingga hari-hariku bersama kalian selalu penuh warna. Awalnya, kupikir, kebersamaan itu telah hilang, tapi ternyata hanya tak terdeteksi dalam ingatan jangka panjangku. Sehingga aku berdoa, semoga rasa kebersamaan itu tak akan pernah hilang ditelan waktu ;)

Tidak ada komentar: