Jumat, 24 Agustus 2018

Perhatian

Perhatian..
Tak ada seorang pun yang tak suka diberi perhatian, terkhusus perempuan. Perempuan sangat suka diperhatikan.
Dan pastikanlah sendiri tak ada perempuan yang tidak akan balik memperhatikan jika sudah diberi perhatian. Bahkan seorang perempuan akan memberi perhatian yang luar biasa padamu.
Perhatikanlah perempuanmu, maka hidupmu akan luar biasa
Bahkan tanpa kau memperhatikan perempuanmu, pasti dirimu sudah menjadi perhatian nya setiap saat

Kamis, 16 Agustus 2018

Ingin Ku Dicintai...

Mungkin (sombong nya aku) aku satu dari beberapa perempuan baik2 yang bisa kamu miliki,
Perempuan yang ga pernah pacaran meski hatinya tak benar2 bersih dari lelaki yang pernah singgah,
Perempuan yang tutur bahasanya tak bisa dibilang baik tapi juga tak bisa dikatakan buruk,
Perempuan yang akhlak nya tak murni suci meski tak bisa dikatakan murni buruk,
Perempuan yang tak pernah berpegang tangan pada lelaki mana pun meski tak benar2 bersih tak pernah tersentuh,
Perempuan yang tak pernah memanggil 'sayang' pada lelaki mana pun juga tak pernah memiliki panggilan khusus atau spesial pada lelaki mana pun,
Perempuan yang tau apa arti cinta meski belum pernah benar2 menambatkan hatinya pada satu cinta,

Memang perempuan seperti aku tak sedikit, tapi tak bisa dibilang masih banyak,
Cari lah,
Aku yakin tak banyak yang masih sendiri,
Karena perempuan-perempuan baik itu sudah dimiliki atau masih terlindung dengan kesendirian nya,

Maka,
Tak pantas kah aku jika ingin dicintaimu tanpa meminta?
Tak pantas kah aku jika ingin dicintaimu tanpa syarat?
Tak pantas kah aku jika ingin dicintaimu dengan keagungan?
Tak pantas kah aku jika ingin dicintaimu dengan iman?


*Dari perempuan mu yang masih belajar memahami cintamu,
**Dari perempuan mu yang merindukan dicintai dengan keagungan dan keimanan


Jumat, 18 Mei 2018

Lelaki Ini Romantis

Dulu,
Lelaki ini super romantis
Mengatakan ingin pergi sebentar,
Begitu datang memberi setangkai mawar putih
Dulu,
Lelaki ini sangat romantis
Jauh di sana,
Namun begitu mengkhawatirkan raga yang jauh di sini
Dulu,
Lelaki ini begitu romantis
Tak pernah absen bertanya kabar,
Tak pernah lupa memberi kabar
Dulu,
Lelaki ini memang romantis
Selalu mencari di sela sela kesibukannya yang padat,
Selalu hadir di waktu yang tepat
Dulu,
Lelaki ini romantis
Terutama di kala senja..
Sekarang,
Apa yang membuat nya tak lagi romantis...

Jakarta, 18 Mei 2018
Di senja yang tak lagi romantis

Selasa, 03 April 2018

Cara Terbaik Melepaskan

Cara terbaik melepaskan..
Bukan melepaskan yang kita cintai,
Bukan tentang melepaskan yang kita sayangi,
Tapi melepaskan untuk membebaskan beban,
Beban kecewa karena terlalu mengharapkan,
Beban sakitnya diabaikan,
Agar dapat mencintai tanpa rasa,
Tanpa rasa yang membuat kecewa,
Tanpa rasa yang membuat sakit,
Tanpa rasa yang meniadakan,,

Rabu, 03 Mei 2017

Melalui tulisan kita bisa mengungkapkan, tapi melalui tulisan juga kita bisa berprasangka.

Melalui tulisan ada sajak-sajak abadi yang tak dapat tersampaikan langsung padamu. Bukan tak ingin kau tahu, tapi tak ada beda melalui apa pun sajak rindu ku sampaikan, karena bagi kita selalu ada pembenaran bagi prasangka yang sudah kita tanam dalam benak tak sadar kita.

Minggu, 23 Oktober 2016

Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti teriris pisau ketika menyiapkan makanan untuk keluarga kecilku, jadi apalah arti hari ini aku memiliki seseorang yang mau mendengarkan cerita sekedar teriris pisau..
Nanti cerita itu tak akan lebih penting dari bagaimana pun caranya aku harus bisa menyambutmu pulang dalam cara terbaik di kala aku juga lelah..

Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti lupa bahwa panci yang akan kupegang masihlah panas, jadi apalah arti hari ini aku butuh seseorang yang mau mendengarkan cerita sepeleku..
Nanti cerita itu tak lebih penting dari bagaimana kamu lebih butuh dada yang lapang untuk siap memelukmu di kala aku juga butuh pelukan hangat..

Hingga hari ini tak ada kita, 
tak ada dunia kita,
tak ada kehidupan kita,
masih selalu kamu dan aku..
Tak ada aku dalam duniamu, pun kau tak pernah mau ada dalam duniaku..
Tak ada aku dalam kehidupanmu, pun kau tak pernah mau terlibat dalam kehidupanku..

Dan hari ini aku belajar untuk menyimpan semuanya sendiri, sakitku, lukaku, dukaku, juga sepiku..
Karena hanya diriku seorang yang lebih peduli pada semua yang terjadi padaku,
Kemudian tugasku hanya boleh mengkhawatirkanmu tanpa perlu berharap dikhawatirkan..
Seperti itulah aku melihat masa depan aku bersama kamu..

Jumat, 07 Oktober 2016

#1

Teruntuk calon suami masa depanku,
Dari calon istri masa depanmu,

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah wanita muslim yang solehah seperti yang kau dambakan
Ibadahku tidaklah sempurna, sesempurna wajib dan sunnah yang selalu kau kerjakan
Akhlakku tidaklah indah, seindah kau berlemah lembut pada kedua orang tuamu
Amalku tidaklah utuh, seutuh sedekahmu di tiap pagi

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah perhiasan dunia yang paling baik,
Laku ku tak selalu indah
Lisanku tak selalu menentramkan
Parasku tak selalu menyenangkan
Dan aku tak terbebas dari maksiat

Dear calon suami masa depanku,

Aku hanyalah manusia pada umumnya
Yang cinta dan kasih sayangnya padamu memiliki cacat, sebagaimana aku mengalami cacatnya cinta dan kasih sayang kedua orang tuaku yang pernah khilaf
Maka, izinkan aku memiliki cinta dan kasih sayangmu yang mendidikku untuk dapat mencintai dan menyayangi buah hati kita dengan sebaik-baik cinta dan kasih sayang

Dear calon suami masa depan aku,

Tolong pahami aku,
Sesungguhnya aku ingin memiliki hati setangguh baja yang tak mudah tergores dan hancur tiap dirimu khilaf dan membuatku terlihat bodoh
Tapi aku hanya memiliki hati yang rapuh dan air mata yang mudah jatuh, namun itu yang membuatku dapat memaafkanmu dan kembali kuat untuk dapat memberikan cinta dan kasih sayang terbaik yang bisa kuberikan

Dear calon suami masa depanku,

Aku memang bodoh dalam banyak hal, juga memiliki keegoisan di atas rata-rata,
Maka jadilah sabarmu seluas lautan untuk mendidikku menjadi lebih baik,
Untuk menuntunku membersamaimu hingga surga Allah Swt

Dear calon suami masa depanku,

Hari-harimu bersamaku tidaklah selalu tentang kebahagiaan,
Maka aku akan memaklumi dan tetap bersyukur jika ada kalanya kau tak dapat membahagiakan hariku

Dear calon suami masa depanku,

Aku tidaklah pandai menjaga diri, maka bantulah aku menjaga diriku, jadilah pakaianku
Dan aku kan belajar tuk terus menjagamu dan menjadi pakaian untukmu

Rabu, 05 Oktober 2016

Aku adalah seorang perempuan yang tak pernah dapat menyempurnakan harapanmu...
Aku hanyalah seorang aku yang memiliki banyak kekurangan...
Aku hanyalah anak yang tumbuh dan terdidik dari keluarga yang tak luput dari kekhilafan...
Aku hanyalah seorang saudara yang tak pernah selalu akur dengan saudara-saudariku...

Aku bukanlah seorang perempuan yang sempurna tuk menjadi seorang pendamping...
Aku hanya terbiasa mandiri mengurus diri dan keperluanku ketika jauh dari lindungan kedua orang tuaku...
Aku hanya terdidik dari kedua orang tua yang cinta dan kasihnya tak sempurna...
Aku hanya terbiasa pada lingkungan yang mengajarkan hal yang tidak melulu tentang kebaikan dunia-akhirat...
Aku hanya terlalu terbiasa belajar menjaga jarak pada siapa pun yang dapat menyakiti hati dan perasaanku...

Aku bukanlah seorang perempuan yang kesalihannya menjadi sebaik perhiasan dunia...
Aku hanya terbiasa bangun pagi, menjalankan kewajibanku pada Pencipta-ku, serta menjalankan sedikit baktiku pada orang tuaku...
Aku hanya terbiasa terbangun tengah malam, namun tak selalu menjalankan sunnahku pada Robb-ku...
aku hanya terdidik rutin membaca kitab Allah Swt., namun tak selalu dapat mengamalkannya...
Aku hanya belajar sedikit tentang berbagi, namun tak selalu ikhlas mengiringi...

Aku bukanlah perempuan yang dapat selalu dibanggakan,
Ada kalanya aku sering mengecewakan
Ada kalanya aku sering memenangkan ego
Ada kalanya aku tak memahami cinta dan kasih dari orang-orang sekitarku.

Senin, 03 Oktober 2016

Friendship

“A friend in need is a friend indeed”
"Real friends make the world go around!"

Ketika berbicara tentang persahabatan, kita akan cenderung me-recall segala memori indah bersama mereka, orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang bersamanya kita menghabiskan banyak waktu dan peristiwa. Orang-orang yang berstatus teman tapi sesungguhnya adalah saudara.

Orang-orang yang ketika bersamanya hati menjadi senang, masalah seakan tak pernah ada, dan senyum selalu terukir. Mengingat bagaimana banyak waktu di mana kita terpaksa melakukannya tetapi kita saling menikmatinya. Mengingat bagaimana banyak beda pendapat tetapi kita saling merasa damai. Bagaimana kecewa sering hadir tetapi kita saling dapat menerima.


Namun, pada kenyataannya tak selalu indah. Ada kalanya kita merasa cemburu pada pilihan-pilihan mereka, ada kalanya kita kecewa pada sikap-sikap mereka. Ada kalanya justru mereka yang kecewa pada sikap dan pilihan kita. Ada juga suatu waktu kita saling mendiamkan, saling tak bertegur sapa. Ada kalanya pula kita saling bertengkar untuk menyelesaikan semua rasa kecewa yang telah menumpuk.

Jadi sesungguhnya persahabatan itu rumit, tak pernah sesederhana yang terbayangkan. Namun merupakan suatu kebutuhan. Maka ikhlas berkorban rasa dan asa adalah perjuangan untuk sebuah persahabatan. Karena persahabatan adalah suatu ikatan yang kita bangun bersama, dan harus kita pertahankan bersama. Kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun.

Rabu, 28 September 2016

Ada yang berbeda
Entah aku yang terlalu sensitif atau memang ada yang berubah di antara kita
Ku merasa seperti ada ruh yang hilang,
Ada keintiman yang tiada,
Ada keistimewaan yang memudar

Semua berawal sejak hari di mana aku menyadari,
Bahwa selalu ada dukungan yang kau tunda untukku,
Tak ada ucapan semangat yang langsung kau berikan pada setiap kabar perjuanganku untuk masa depanku (mungkin juga kita)
Bahwa selalu ada masa ketika kau merasa tak perlu ada aku di samping kamu, bahkan tak perlu ada aku yang sekedar untuk tau perjuanganmu
Bahwa selalu ada rasa kau terpaksa melakukan semuanya untukku,
Waktu luangmu, perhatianmu, pengertianmu, juga perjuanganmu

Aku tau bahwa aku tak pernah sempurna,
Juga tak selalu dapat menyempurnakan hidupmu
Namun aku hanya ingin kita berdua ada untuk saling menyemangati dan membangun masa depan yang lebih baik,
Bukan tentang kau berjuang sendiri tanpa dukungan dan doa dariku
Bukan juga tentang aku berjuang sendiri tanpa dukungan dan doa darimu


*Dari aku yang masih terus mencoba memahami cinta dan kasih sayangmu*
"aku sayang banget sama kamu, tapi tidak dengan cara yang kamu harapkan"

Kalimatmu membuatku teringat banyak hal...


Bagaimana kamu selalu memperjuangkan untuk bisa hadir di kala aku seminar proposal skripsi,Sedangkan aku hanya bisa berucap "semangat yaa" di kala kamu memperjuangkan sidang skripsimu...


Bagaimana kamu selalu berjuang untuk dapat mendoakan aku dari dekat saat sidang skripsiku berlangsung,Sedangkan aku hanya bisa menolak dengan halus undangan bangku terbaik saat yudisiummu...


Bagaimana kamu selalu mengusahakan memberi hadiah terbaik di saat aku wisuda,Sedangkan aku hanya dapat membayangkan jika saja aku dapat hadir dan tak merepotkan hari bahagia wisudamu...


Bagaimana kamu selalu menepati janji yang kau simpan untukku tanpa pernah mengucapkannya,Sedangkan aku hanya dapat mengucap janji dan tak pernah menepatinya untukmu...


Bagaimana kamu selalu menuruti semua mauku dalam diammu,Sedangkan aku hanya selalu merasa kurang, kurang, dan terus kurang...


Bagaimana kamu selalu menahan sakit dan malu memiliki seorang aku,Sedangkan aku terlalu sombong pada kenyataan menganggap kau bangga padaku...


Bagaimana kamu selalu memahamiku dan berlapang dada pada keegoisan aku,Sedangkan aku tak pernah bisa memahamimu apalagi membiarkanmu sekali saja bersikap egois...


Dan aku tak pernah mengerti...

Hanya terus menuntut...
Padamu, pada caramu, juga pada rasamu...

Mungkin sesungguhnya bukan kamu...

Tapi aku yang tak pernah sesuai dengan yang kau harapkan...
Jangan pernah sesayang itu padaku, kau akan menyesal, mungkin untuk yang kesekian kali, mengingat bahwa banyak kecewa yang kamu dapat dariku...

Aku hanya seorang yang punya harap besar tanpa banyak memberi padamu...



Jakarta, 15 September 2016