"Real friends make the world go around!"
Ketika berbicara tentang persahabatan, kita akan cenderung me-recall segala memori indah bersama mereka, orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang bersamanya kita menghabiskan banyak waktu dan peristiwa. Orang-orang yang berstatus teman tapi sesungguhnya adalah saudara.
Orang-orang yang ketika bersamanya hati menjadi senang, masalah seakan tak pernah ada, dan senyum selalu terukir. Mengingat bagaimana banyak waktu di mana kita terpaksa melakukannya tetapi kita saling menikmatinya. Mengingat bagaimana banyak beda pendapat tetapi kita saling merasa damai. Bagaimana kecewa sering hadir tetapi kita saling dapat menerima.
Namun, pada kenyataannya tak selalu indah. Ada kalanya kita merasa cemburu pada pilihan-pilihan mereka, ada kalanya kita kecewa pada sikap-sikap mereka. Ada kalanya justru mereka yang kecewa pada sikap dan pilihan kita. Ada juga suatu waktu kita saling mendiamkan, saling tak bertegur sapa. Ada kalanya pula kita saling bertengkar untuk menyelesaikan semua rasa kecewa yang telah menumpuk.
Jadi sesungguhnya persahabatan itu rumit, tak pernah sesederhana yang terbayangkan. Namun merupakan suatu kebutuhan. Maka ikhlas berkorban rasa dan asa adalah perjuangan untuk sebuah persahabatan. Karena persahabatan adalah suatu ikatan yang kita bangun bersama, dan harus kita pertahankan bersama. Kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun.
Jadi sesungguhnya persahabatan itu rumit, tak pernah sesederhana yang terbayangkan. Namun merupakan suatu kebutuhan. Maka ikhlas berkorban rasa dan asa adalah perjuangan untuk sebuah persahabatan. Karena persahabatan adalah suatu ikatan yang kita bangun bersama, dan harus kita pertahankan bersama. Kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar