Jumat, 20 November 2009

Cinta datang tanpa pernah kuduga sebelumnya
Ia datang tiba-tiba ke dalam relung hatiku
Menyapaku....
Mengisi hatiku....
Namun ku tak pernah mencoba tuk peduli


Waktu terus berlalu
Hingga akhirnya kusadari
Keberadaan dirinya di lubuk hatiku...
Getaran di hati saat bersamanya.

Tetapi ketika saat itu tiba...
Diri ini sedih...
Mengingat dirinya telah pergi meninggalkanku

Ku mencoba melupakan dirinya
Namun ku tak sanggup....
Akhirnya ku putuskan tuk menjadikannya kenangan indah
Yang kan ku simpan rapi di dalam hati ini
Hingga kau kembali menyapaku....
Mengisi hatiku kembali...
Dan membuka kenangan indah ini
Serta mengisinya kembal
i


Kamis, 19 November 2009

Keistimewaan Wanita

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1330354


20 Keistimewaan Wanita



Berbahagialah wahai wanita shalehah. Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim, Ahmad, dan An-Nasa’i).

Disisi lain berhati-hatilah sebab Beliau SAW juga berpesan tentang fitnah terbesar dari kaum mu, “Tidak ada suatu fitnah (bencana) yang lebih besar bahayanya dan lebih bermaharajalela-selepas wafatku terhadap kaum lelaki selain daripada fitnah yang berpunca daripada kaum wanita.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

1. Do’a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”


2. Wanita yang solehah itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.


3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.


4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang, makanan dari pasar kerumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah.


5. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S


6. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam surga.


7. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.


8. Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”


9. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.


10. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.


11. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.


12. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya (serta menjaga sholat dan puasanya).


13. Aisyah r.a. berkata, “Aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab baginda, “suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”


14. Perempuan apabila sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.


15. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun)


16. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.


17. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

18. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan

19. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan

20. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT



Dikutip dari arsip UNIC Virtual Komuniti, dengan perubahan seperlunya tanpa mengubah makna.

Senin, 02 November 2009

Hari Baik dan Hari Buruk

Adakah hari baik dan hari buruk dalam kehidupan seorang Muslim?
Bukankah Allah menciptakan segala sesuatu dengan kasih sayang-Nya??


"Iih, bad day banget sih nih hari!

Udah uang jajan ketinggalan, pagi-pagi kena omel supir gara-gara bayar ongkos kurang, eh...pulang kena keliling lapangan sepuluh putaran gara-gara nggak bisa jawab drill matematika! Sial banget sih nih hari! Ups, bete banget ya kalau yang kayak gini menimpa kita. Puas banget sepertinya kalau kita sudah berhasil mengeluarkan uneg-uneg yang bikin kita eneg ini. Lega!

Namun, hati-hati sobat, ternyata ada yang tidak berkenan saat perkataan-perkataan seperti ini meluncur bebas dari bibir kita. Siapa sih? Toh yang mengalami segala peristiwa ini kita sendiri. Yang eneg juga kita sendiri, yang rugi juga kita sendiri. Tidak ada yang tersakiti 'kan?

Budaya Jahiliyah
Dalam sebuah hadist Qudsi (hadist yang perkataannya langsung dari Allah Swt tetapi disampaikan melalui Rasulullah Saw) dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw. pernah berkata:

"Allah berfirman: 'Manusia menyakiti Aku: dia mencaci-maki masa, padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa. Akulah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti'." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ups, ternyata yang tersakiti adalah Allah Swt. Mengapa Allah tersakiti? Karena Allah lah yang menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi ini dengan kasih sayang-Nya, dengan segenap kebijaksanaan-Nya dan tak ada yang cacat. Termasuk ketika Ia menciptakan hari yang diperuntukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah dengan segala kasih sayang-Nya, tentu tidak akan memberikan hal yang buruk, apalagi menganiaya hamba-Nya.

Nah, selain sama dengan menyalahkan Allah atas semua yang terjadi pada kita, ternyata jika kita terbiasa mengucapkan kalimat seperti itu, maka kita sama dengan orang-orang Arab Jahiliyyah. Wuaduh?! Ibnu Katsir dalam tafsirnya menceritakan, bahwa orang Arab Jahiliyyah saat itu apabila ditimpa musibah, kesulitan atau bencana, mereka berkata, "Wahai waktu yang sial". Lalu mereka akan mencerca waktu dengan semangat '45 dan menumpahkan kemarahannya. Ehm...Insya Allah , kita nggak sama dengan 'kan?

Hukum Mencela Waktu
Lalu bagaimana hukumnya dalam Islam bila kita menjadikan waktu sebagai kambing hitam? As Syaikh Al-Utsaimin ketika ditanya tentang hukum mencela waktu, beliau menjawab sebagai berikut:
Pertama: Diperbolehkan. Asalkan hanya sekedar mengabarkan tanpa bermaksud mencela. Contohnya, "Hari ini panas banget ya, enaknya kita jalan-jalan dulku ke mall , lumayan 'kan sejuknya." Atau dengan kalimat yang senada dengan itu, tanpa niatan lain.

Kedua : Syirik besar. Mencela waktu dengan anggapan bahwa waktulah sebagai sumber kejadian. Seperti perkataan dalam kalimat: "Coba kita nggak berangkat hari ini, pasti tidak akan terjadi musibah ini." Kalimat ini mengandung unsur penyesalan dan berkesan bahwa waktulah yang menentukan urusan tersebut jadi baik atau buruk. Jika demikian, apa bedanya waktu dengan Allah Yang Maha mengatur segala urusan?

Ketiga : Haram. Seperti perkataan dalam kalimat: "Sial banget deh hari ini." Kalimat ini berarti menyalahkan waktu, padahal sudah jelas bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatunya sesuai dengan ukurannya masing-masing. Haram hukumnya bagi seseorang yang sudah mengetahui bahwa Allah menciptakan semua hari adalah baik, kemudian menyatakan hari atau waktu tertentu adalah waktu yang buruk.

Yang Mesti Dilakukan
So, setelah tahu bahwa semua hari adalah baik dan sangat fatal akibatnya jika kita masih punya kebiasaan menimpakan kekesalan kita terhadap hari, maka sangat baik bila kita melakukan beberapa hal dibawah ini, agar kita bisa terhindar dari kebiasaan itu di masa datang.

Pertama , kudu sabar kalau sedang tertimpa musibah. Jangan cepat menggerutu dengan mencela waktu. Bukankah sabar itu sikap seorang Muslim? Bila kita tertimpa musibah ucapkan saja, Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun . Pasti hati kita akan lebih tenang. Ini sesuai dengan firman Allah:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Innalillahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (QS. Al Baqarah: 155-156)

Kedua , berbaik sangkalah kepada Allah. Jangan menduga-duga. Karena Allah yang mengatur semua waktu. Bukankah Allah telah bersumpah atas nama waktu? Hanya saja, kitalah yang terkadang lalai dalam menyiasati waktu. Bisa saja saat musibah datang menimpa kita, itu disebabkan kelalaian kita sendiri. Misalnya, karena nonton Piala Dunia, kita jadi bangun kesiangan, terburu-buru, hingga uang jajan ketinggalan, bete, ditambah lagi berantem dengan supir. Akhirnya, stress! Dan semua hapalan rumus matematika di kepala hilang! Sobat, begitu banyak peristiwa yang buruk seperti ini karena kelalaian kita mengelola waktu. Allah berfirman:
"Dan mereka berkata: 'kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa (waktu)'. Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja." (QS. Jaatsiyah:24)

Ketiga , serahkan setiap masalah hanya kepada Allah dan berusahalah menjadi orang yang bertakwa atas segala kehendak-Nya. Karena dengan takwa, Insya Allah segala permasalahan kita akan selalu ada jalan keluarnya. Allah berfirman:
".....Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. At Thalaaq:2)

Yup! Sobat, apabila ketiga langkah tersebut telah kita jalani, Insya Allah semua hari akan kita jalani dengan indah dan semua hari adalah waktu-waktu terbaik yang Allah berikan kepada kita.



Sumber : Selembar kertas yang memberikan banyak manfaat


Andaikan Dakwah Dapat Tegak Seorang Diri

Andaikan dakwah dapat tegak seorang diri, tak perlu Musa mengajak Harun
Tak perlu pula Rasulullah SAW mengajak Abu Bakar tuk menemani beliau hijrah

Meskipun pengemban dakwah itu seorang Alim, Fiqih, dan memiliki Azzam yang kuat..
Tetap saja ia manusia lemah dan akan selalu embutuhkan saudaranya
meskipun saudaranya itu memiliki banyak keterbatasan
Peliharalah ia dan jangan kau sia2kan saudaramu
Karena ia sangat mahal harganya dan mungkin ialah yang selalu mendoakanmu dalam setiap langkahmu