Jumat, 28 November 2014

Jodoh Pasti Bertemu

Pernah dengar, "Di usia 20 tahun, kamu pasti sudah pernah bertemu dengan jodohmu." Yaa, pernah dengar. Maka, itu lah yang membuat aku jadi mengingat banyak hal dan menggabung-gabungkannya...

Aku tidak pernah menyangka akan berjodoh temenan baik dan lama sama yang namanya Ariesta. Pernah ketemu, banget, waktu SMP. Kita satu sekolah. Tapi siapa lah dia dan siapa aku. Kita ga pernah saling nyapa, apalagi ngobrol. Just know that girl is Ariesta. No more. And then, kami ketemu lagi di SMA. Satu SMA dan satu organisasi. Kemudian sampai sekarang dia tingkat akhir di kampusnya dan aku tingkat 3 di kampusku masih sering ngobrol meski via media sosial. Jodoh pasti bertemu dan udah ketemu sebelumnya...

Yusva, seseorang yang berjodoh sama aku di Ronin NF. Pertama ketemu, kami saling mengingat dan membatin "kayanya kenal deh. pernah ketemu di mana ya?" Usut punya usut, kami pernah ketemu waktu masih kelas 1 SMA di sebuah acara bernama Pesiar yang dilaksanakan di Masjid Agung At Tin. Satu tahun berjuang bersama di Ronin NF. Pisah lagi karena kuliah di tempat berbeda. Aku di Solo, dia di Jogja. Jarang banget ngobrol, apalagi ketemu. Tapi pertemanan kita tetep bertahan dan berlanjut. Ini juga yang aku bilang jodoh, udah pernah ketemu dan pasti bertemu :)

Kemudian juga ada seserang di psikologi brawijaya, yang aku lupa namanya, yang juga berjodoh 'ketemu lagi' sama aku di Yogyakarta. Memang sih masih dalam lingkup psikologi, tapi ternyata kami pernah ketemu sebeumnya, tanpa aku sadari. Ya, dalam tahun yang sama kami bertemu lagi. Yang pertama tidak aku sadari dan baru aku sadari setelah melihat-lihat dokumentasi kegiatan di Psikologi Brawijaya bulan April lalu.

Itu lah kisah-kisah jodoh pasti bertemu dan pernah bertemu sebelumnya. Hahaha mungkin terlihat maksa, karena yang dibahas adalah kejadian-kejadian yang aku sadari. Dan kan aku biarkan momen-momen yang tidak tersadari menjadi kuasa Allah Swt. Entah bagaimana cerita nanti aku bertemu degan jodoh yang akan membersamai sisa hidup selama di dunia.

Senin, 10 November 2014

Semu

Aku menyesal, amat menyesali pada apa yang pernah terjadi di antara kita selama 3 bulan terakhir itu. Ingin rasanya membalikkan waktu dan memulai semua dari awal. Di antara kita perasaan itu tidak menelusuk ke dalam hatimu, tidak pernah, dan tidak akan pernah, sehingga kita akan baik-baik saja. Dan akan terus baik-baik saja, menjadi teman baik.

Sama seperti siluetku di pagi hari. Aku menyukainya, dengan wajar. Tapi itu hanya siluet. Hanya bayangan. Semu...

Pun pertemanan kita. aku menyukainya dengan wajar, tapi tidak nyata. Semu. Kita nyata, pun pertemuan kita. Keberadaan kita juga nyata, tapi tidak pertemanan kita..

Kau ibarat angin. Datang dan pergi sesuka hati dengan intensitas yang juga sesuka hatimu. Kau ibarat musim, kadang sulit diprediksi, juga berubah sesuka hati.

Kau temanku, tapi tidak layaknya teman. Kau perhatian dengan diammu. Juga mengacuhkan keberadaan diriku. Tak ada sapa, juga teguran. kemudian, semakin kudapati bahwa pertemanan kita adalah semu. Kita memang tinggal di bumi yang sama, tapi punya dunia berbeda. Kau dengan urusanmu, dan aku dengan urusanku. Seperti tak ada lagi alasan bagi kita tuk sekedar melempar sapaan.

Dengan segala sikapmu, kau memintaku tetap menjadi temanmu yang bisa saling berbagi cerita, juga bersenda gurau bersama. Kau tuntut aku. Jelas lah sudah, kau berangan pertemanan kita baik-baik saja dan berharap semu itu menghilang. 

Namun, aku hanya berharap semoga kau sadar dan lekas sadar, kawan. Sesungguhnya, semu itu kau lah yang menciptakan...

Kamis, 17 April 2014

Tak Ingin Kesepian, Milikilah Sahabat Dekat



         “Dalam dunia post-modern ini atau tempat hidup kita sekarang, orang-orang tidak pernah hidup lebih dekat bersama-sama, dan juga tidak pernah merasa terpisah lebih jauh. Banyak orang kaya namun hidup kesepian. Orang populer sekaligus kesepian seperti Michael Jackson, misalnya. Atau yang lebih tragis dimana artis cantik yang diidolakan orang namun bunuh diri karena merasa kesepian.” 

         Kita sadari atau tidak, banyak orang merasa kesepian meski sedang berada di kerumunan banyak orang. Ketika berada dalam sebuah pesta meriah atau dalam sebuah acara reunion, seseorang pasti ada yang merasa kesepian di antara riuh suara canda tawa teman-temannya. Atau bahkan perasaan ini pernah melanda kita.

Apa itu kesepian?
         Menurut Lake (dalam Eriany, 1997) kesepian adalah tidak terpenuhinya kebutuhan berkomunikasi dan berhubungan persahabatan yang akrab dengan orang lain. Meskipun banyak orang memberi nilai tinggi pada hubungan yang mantap, tetapi banyak pula orang mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan itu. Perasaan yang muncul ketika seseorang menginginkan hubungan yang dekat namun tidak mampu mencapai tujuan tersebut lah yang disebut dengan perasaan kesepian.

Memiliki sahabat dekat, bagaimana caranya?
         Salah satu kecakapan sosial untuk mendapatkan teman adalah interaksi sosial yang sukses, yaitu dimulai dengan penilaian bahwa mendapatkan teman merupakan tantangan yang menarik lalu menggunakan strategi berdasarkan interaksi yang bersahabat dan terbuka.
         Perubahan konsep diri negatif ke konsep diri positif. Orang yang kesepian, skema dirinya cenderung negatif, perhatiannya mengarah pada informasi negatif tentang dirinya sendiri, terutama informasi yang mengarah pada hubungannya dengan orang lain. Oleh karena itu, pola pikir ini harus diubah ke arah konsep diri positif, mengarahkan perhatian pada informasi positif tentang dirinya sendiri dan tentang hubungannya dengan orang lain. Berpikir bahwa dirinya menyenangkan dan mampu membangun hubungan dengan orang lain, serta menganggap orang lain memberikan respons yang menyenangkan tentang dirinya dan hubungannya.
    Mendapatkan teman dan menjadikannya sahabat. Berpikirlah bahwa bertemu orang baru dan mendapatkan teman baru merupakan sesuatu yang menantang. Yakinlah bahwa kita akan bertemu orang yang kita sukai dan menyukai kita. Berlatih memulai percakapan, memperkenalkan diri, dan menunjukkan ketertarikan dengan orang lain akan lebih baik untuk memulai suatu hubungan pertemanan. Biarkan orang lain mengetahui siapa kita, meski beberapa orang tidak senang dengan apa yang kita katakan. Dari sinilah kita mulai dapat menemukan seorang sahabat. Seseorang yang dengan kebaikan hatinya dapat menerima kita, baik kekurangan dan kelebihan diri kita; yang dengan kejujurannya mempu mengingatkan kesalahan kita dan mengajak kita menjadi pribadi yang lebih baik; yang dengan kesensitifannya kadang menyadari situasi emosi yang kita hadapi. 
      Seorang sahabat bukanlah seseorang yang hanya dapat kita ajak “bersenang-senang” tapi menghilang ketika kita butuh dorongan emosional yang positif. Sahabat adalah yang dengannya kita saling menghabiskan banyak waktu bersama, berinteraksi dalam berbagai macam situasi, mengesampingkan orang lain dari hubungan kita, dan satu sama lain saling memberikan dukungan emosional.

Ketika seseorang menginginkan hubungan yang dekat dan telah mencapai tujuan itu, apakah perasaan kesepian itu muncul?


Sumber:
Eriany, Praharaesti. 1997. Manusia Kesepian sebagai Salah Satu Dampak Psikologi dari Kehidupan Modern. Semarang: Unika – Pranata
Rumah Shine. 2013. Penyebab Orang Merasa Kesepian dalam Hidup. kompasiana.com: http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/07/15/penyebab-orang-merasa-kesepian-dalam-hidup-573758.html
Soetjipto & Soetjipto. 2008. Hand-Out Psikologi Sosial: Suka-Duka Hubungan Dekat. Yogyakarta: Universita Gajah Mada.