Kamis, 29 Juli 2010

Sudah berapa banyak orang yang bilang jaket cokelat-ku jelek banget.. 
entahlah..
aku juga gak suka sama jaket itu..
jahitannya gak bagus, bahannya juga kasar..
kemahalan lagi..
kata om (karyawan bapakku) "ah, jaket kaya gitu mah berani dah om kasih harga 90 ribu"
what?? aku beli itu harganya 110 ribu.. ckckck...
bener-bener bikin kecewa banget..
padahal sebelumnya aku udah bilang sama temen-temen buat pesen jaket di aku aja
tapi aku emang gak mau ngurusin masalah bahan dan harganya, soalnya kan yg punya selera mereka,, nanti kalo pake seleraku gak ada yg mau lagi..
udah gitu mereka protesnya banyak, terutama yg cowok..
kan bikin males.. 
skalinya ngurus,, jatohnya ngecewain banget :(


yah, karena sayang sama uang 110 ribu,, akhirnya tetep aku pake, tapi jarang banget

Jumat, 23 Juli 2010

Indonesia nggak butuh orang pintar yang memiliki spiritualitas yang buruk

Assalamualaikum.wr.wb..


Indonesia nggak butuh orang pintar yang memiliki spiritualitas yang buruk
Mereka sampah!
Mereka hanya menggerogoti negara dengan perbuatan-perbuatan mereka yang tidak berguna
Mereka memanipulasi sesuatu milik negara untuk kepentingan mereka semata.
Mereka membesar-besarkan sesuatu yang kecil dan sepele untuk kepentingan pribadi.


Mereka bodoh!
Mereka mengejar prestasi akademis dengan gelar single, double, bahkan quadruple,
namun mereka mengakhiri hidupnya dengan meregang nyawa mereka.
Mereka lebih bodoh daripada sapi
Mereka memprioritaskan sesuatu yang tidak penting daripada yang sangat penting.
Akal mereka lebih dalam daripada Laut Arafuru,
namun hati mereka lebih dangkal daripada kolam pembibitan ikan mas.
Mereka menghinakan bangunan-bangunan indah metropolitan dengan tindakan-tindakan mereka yang bodoh.
Mereka mengubah citra menara untuk mensejahterakan umat dengan tempat untuk terjun bebas.


Mereka pembunuh!
Mereka membunuh jati diri negara dengan perbuatan mereka yang zalim
Negara kita hebat! Hebat dalam tindakan yang buruk!
Negara kita kaya! Kaya dalam hal pembajakan piranti lunak! Kaya dalam tayangan pornografinya!


Mereka sesat!
Mereka mencari orang untuk menjadi sepertinya.
Mereka menyembah selain Tuhan Yang Esa,
Mereka lebih parah dari Iblis.

Namun Sahabatku, jika Kau merasa salah satu dari mereka,
renungkan, dan dengarkan suara jeritan hati kecilmu yang meraung-raung seperti jeritan ibumu itu
Ia ingin dirimu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya
Ia ingin Kau berubah... berubah menjadi pribadi yang taat pada Sang Khalik.
Dekati hati kecilmu, dekati Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan memberikan skenario dan ending yang lebih baik daripada yang Kaukira..
Buka mata hatimu, jangan biarkan bisikan jahat membelenggu jiwamu

Jangan kau menatap kembali sikap Jahiliyah-mu yang dulu.
Kepalkan tanganmu, teguhkan hatimu, buat negaramu menjadi negara yang agung.
Kembalikan kejayaan Indonesia se-jaya Kerajaan Majapahit.

Wassalamu'alaikum.wr.wb.

facebook.com

Kamis, 22 Juli 2010

MENAPAK JEJAKMU



Itulah hati..
Yg bersitannya tak mampu di diarahkan..
Yang kecondongannya tak mampu di atur..
Yang inginnya tak mampu di tekan..


Itulah hati, yg debarnya tak mampu dikendali..
Yang buncahan bahagianya tak mampu di tutupi..
Yang jeritannya tak mampu di redam..


Itulah hati..
Dia mengendali lakunya sendiri..
Kendati ribuan tali kekang ku pasangkan..
Tetap saja sulit untuk ku arahkan..
Maka kan ku dapat diriku dalam lelah yang berkepanjangan..
Karenamu duhai hati..


Diriku begitu paham akan langkah yang mulai menyalahi..
Begitu tahu akan terjalnya jalan yang ku pilih..
Tapi bersitannya duhai hati, begitu kuat..
Seakan ribuan medan magnet menarik ke arahnya..
Ada apa dengan mu duhai segumpal daging di dada?


Sungguhkah diri ini telah mengendali dengan baik?
Tepatkah tali kekang telah ku pasang dengan benar?
Ataukah..Memang ku sengaja melemahkan kendaliku?
Ataukah tali kekang itu memang sengaja ku kendorkan?


Duhai beningnya qalbu..
Adakah syahwat mulai bermain di dalamnya?
Apakah putihmu telah ternoda bercak?
Aku bingung, aku lelah..


Beribu macam tanya hadir dalam benakku..
Bermain di relung terdalam..

Ku coba..

Ku tahu mata adalah jendela hati..
Maka ku coba tundukkan pandanganku..
Agar tak dapat menatapmu..
Namun tahukah?
Di bawah ku dapati jejak kakimu,
Dan kembali ku melangkah bermain menapak jejakmu..
Berlari mencari tepinya dengan harap menemukanmu..
Lalu apa gunanya ku tundukkan pandanganku??
Jika kakiku tetap menapak di atas jejakmu..

Tapi tetap ku coba..

Ku mulai menghapus bayangmu..
Ku kurung diriku dalam ruang gulita tak berpendar..
Agar lenyap semua bayangan tentangmu..
Tapi tahukah?
Semakin ku liputi diriku dalam gelap semakin jelas cahayamu nanar dalam tiap pejam ku..
Lalu untuk apa gulita jika selalu ku temukan cahayamu dalam tiap pejamku?

Dan akan tetap ku coba..

Ku coba menanam ribuan duri tentangmu di hati,
Ku semai racun agar kau tak tumbuh merekah dlm dada..
Ku pasang tembok pembatas antara hatimu dan hatiku..
Tapi tahukah?
Tiap duri yang ku semai tumbuh merangkai namamu..
Tiap racun yang ku tabur menjadi obat penawar luka..
Tiap tembok yang ku pasang, merambat hijau lumut melukismu..
Lalu apa lagi yang harus ku perbuat?
Sunggu aku dalam lelah tak bertepi..
Dalam luka yang menganga..
Dalam jerit tak terucap..

Maka ku coba..

Ku hapus air mataku bukan dengan sapu tangan...
Karena ku tahu tak akan mampu menyembunyikan sembabnya..
Maka ku hapus tiap tetesnya dengan wudhu yang menyejukkan..
Berharap tiap bercak noda di hati ikut luluh dan tersaput..

Ku pasang pembatas denganmu bukan dengan duri, racun ataupun tembok..
Karena ku tahu itu pun tak berguna..
Tapi dengan hamparan 'hijab' syariat..
Dengan ilmu penawar hati..
Dengan lingkaran majelis dzikir..

Tak akan ku coba hapuskan bayangmu,
Tapi ku kan mencoba menatapmu dengan biasa, mencintaimu dengan ikhlas..
Tanpa sedikitpun ingin memilikimu, tanpa sebersitpun ingin menggapaimu..
Dan ku mulai meninggalkan jejakmu..
Ku kan membuat jejak sendiri di tiap langkahku menapak menuju cinta yang jauh lebih abadi..

Ketahuilah, tak akan ku coba menghapus cintamu,
Tapi kan ku tutupi dengan cinta yang jauh lebih agung..
Cinta yang jauh lebih indah dan membumbung..
Yang ku yakin, Dia yang menentukan akhir dari tiap jejak kita..

Ku harap, suatu hari nanti,
Kaupun melangkah ke arah yang sama denganku menuju cinta-Nya..
Agar kelak jejak kita dapat bertemu di ujung IradahNya..




------***-------
( Aztriana..Makassar, 170710. 13.18 \(^,^)/ )

Selasa, 20 Juli 2010

Muhasabah..



awal sedikit sedikit
lama lama mengapa jadi menipis
akhirnya malah habis


Dahulu tiga juz
tereduksi menjadi
dua juz, satu juz, setengah juz
akhirnya hanya ingat jus..
jus alpukat..jus melon.. jus sirsak..


Dahulu shaum Daud..
mengendur menjadi shaum senin kamis..
lalu mulai lupa ayyamul bidh..
tinggallah tak makan hanya pukul 9 malam hingga pukul 5 esok paginya..

Dahulu tahajud full version..
lalu tak sempat dan yang penting paginya harus Shalat Duha..
tak sempat juga? yang penting rawatib bisa terjaga
lalu kuliah
lalu praktikum
lalu capek
lalu
lalu
akhirnya usahakan saja agar sholat “tepat pada waktunya”

Dahulu murottal mengalun menemani setiap saat sembari berusaha menjaga hafalan
ditemani penyemangat berupa nasyid-nasyid bersyair haraki
lalu semakin banyak nasyid bersyair mendayu
akhirnya lagu-lagu populer terbaru menjadi playlist nomor satu

Dahulu enggan menghabiskan waktu sia-sia
lalu mulai tergoda untuk cinta bola
buat akhwatnya makin doyan saja sama dorama
dahulu mubah dihidari sekarang mubah senantiasa

keimanan ini sangat mudah untuk bisa menjadi tipis,
dengan diri yang selalu mendapati hal baru setiap harinya
mendapatkan informasi ini itu
berita disana sini
membuat jurang toleransi pada diri kadang semakin lebar
“Tak ada salahnya aku begini, kan mereka juga seperti itu”

Amalan-amalan itu semakin terkikis dengan rendah komitmen untuk tegas pada diri sendiri
tak apa melakukan yang mubah tetapi jangan kalah dengan yang mubah..

Teringat kisah para salafus salih, bahkan hanya ‘berani’ bermain aman’ di ranah halal dan sunah.. tak ‘berani’ menjejaki yang mubah
karena khawatir terbiasa dengan yang mubah dan bisa terseret ke satu tingkat di bawahnya


*jzkillah khoir buat mbaku yang cantik... hehehe

==========================

Semoga bisa jadi muhasabah diri buat saya dan temen - temen di masa liburan ini...
dan Semoga selalu ada iman dalam kerisauan
ada hati yang lapang dalam kegelisahan
ada senyum dalam kegalauan
ada semangat dalam lemahnya jiwa....

=)

notes Diniyah/ facebook.com

Senin, 19 Juli 2010

Ketika Allah Memilihmu Untukku..

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..

Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

 Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..


-----@***@-----


( Oleh Aztriana 180610/ 01'50 Makassar.. ^_^v )


Dari Ummu Salamah, ia berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : "Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya, maka ia akan masuk surga." (HR. Ahmad dan Thabrani)

HARAPAN ITU HARUS SELALU ADA

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
Semoga Keselamata, Rahmat dan Keberkahan Allah selalu tercurah atasmu




Sahabat yang dimuliakan Allah ta'alaa...


Memang HIDUP ini adalah ARENA UJIAN, penuh permasalahan dan cobaan.
Tapi justru karena itu kita tidak boleh MENYERAH dan PUTUS ASA...
Untuk menghadapi UJIAN HIDUP kita harus selalu YAKIN dan penuh HARAPAN...


Karena kita masih mempunyai Allah, TUHAN yang membuat UJIAN,
Dialah yang membuat UJIAN dan dia pula yang akan MENYELESAIKANNYA...
Selama kita DEKAT, TUNDUK PATUH, dan selalu MEMOHON kepada-Nya.
Itulah bukti kita layak menjadi KEKASIH-NYA






Hanya orang-orang yang tidak mempunyai TUHAN saja yang PUTUS ASA dan MENYERAH KALAH
Atau mereka yang mempunyai TUHAN, tapi sebenarnya bukan TUHAN
Bahkan Tuhan-tuhan mereka pun tidak ada kuasa atas diri mereka sendiri.
Karena dia hanyalah MAKHLUK yang DITUHANKAN oleh manusia..






Selagi masih ada ASA dan HARAPAN insya Allah kita akan MENANG dan meraih SEMUANYA...



Kisah 4 Lilin ini semoga bisa menjadi pelajaran buat kita:


Di dalam kamar yang gelap gulita,
 Ada 4 lilin yang menyala…
 Sedikit demi sedikit habis meleleh.
 Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.


Yang PERTAMA berkata:

“Aku adalah DAMAI…
 Namun manusia tak mampu menjagaku,
 Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
 Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.



Yang KEDUA berkata:

“ Aku adalah IMAN…
 Sayang aku tak berguna lagi.
 Manusia tak mau mengenalku,
 Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
 Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.



Dengan sedih giliran Lilin KETIGA bicara:

“ Aku adalah CINTA…
 Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.
 Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.
 Mereka saling membenci...
 Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
 Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.



Tanpa terduga…
 Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar,
 dan melihat ketiga Lilin telah padam.
 Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

 “Apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
 Lalu ia mengangis tersedu-sedu.



Lalu dengan terharu Lilin KEEMPAT berkata:

“Jangan takut...
 Janganlah menangis...
 Selama aku masih ada dan menyala,
 Kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
 Karena Akulah … HARAPAN”


Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin HARAPAN,
 Lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya



Apa yang tidak noleh mati hanyalah ASA yang ada dalam hati kita….
 Dan ASA itu akan tetap ada selama kita BERSAMA Sang PENCIPTA
 ........PENGUASA ALAM SEMESTA



 “ …Dan janganlah BERPUTUS ASA dari RAHMAT Allah,
 Sesungguhnya yang tiada BERPUTUS ASA dari RAHMAT Allah
 melainkan kaum yang KAFIR” (QS. Yusuf :87)



Wallahu a'lam bishowab

Wassalam


OFA

BERCERMIN DIRI



Tatkala kudatangi sebuah CERMIN,
Tampaklah sosok yang sudah sangat lama kukenal
dan sangat sering kulihat.
Namun aneh…
Sesungguhnya aku BELUM MENGENAL siapa yang kulihat.




Tatkala kutatap WAJAH, hatiku bertanya :
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya
Dan bersinar indah di Surga sana?
Ataukah wajah ini yang hangus legam di Neraka Jahanam?




Tatkala kumenatap MATA, nanar hatiku bertanya :
Mata inikah yang akan menatap Allah..
Menatap Rasulullah, dan Kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, terburai menatap neraka jahanam?
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini?




Tatkala kutatap MULUT..
Apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan
Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput?
Ataukah menjadi mulut yang menganga dengan lidah menjulur,
dengan lengkingan jerit pilu …
yang mencopot sendi-sendi setiap yang mendengar?
Ataukah mulut ini jadi pemakan buah zaqun jahanam yang getir,
penghangus dan penghancur setiap usus?


Apakah gerangan yang engkau ucapkan
Wahai mulut yang malang?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk …
Dengan sayatan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata semanis madu…
Yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Berapa sering engkau berkata jujur?
Berapa langkanya engkau dengan syahdu
memohon agar Allah mengampunimu?


Tatkala kutatap TUBUHku, apakah tubuh ini…
Yang kelak menyala penuh cahaya bersinar…
Bersuka cita dan bercengkrama disurga?
Ataukah tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih…
Dalam lahar neraka jahanam,
Terpasung tanpa ampun,
Menderita yang tak akan pernah berakhir?


Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang telah engkau lakukan?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba yang lemah…
Yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan- tanpa peduli,
Padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?

Ketika kutatap hai tubuh,
Seperti apakah gerangan isi HATImu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?
Ataukah sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu segagah ototmu.
Ataukah selemah daun-daun yang sudah rontok?
Apakah hatimu seindah penampilanmu,
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu?


Betapa beda....
Betapa BEDA apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...
Aku telah tertipu oleh TOPENG yang selama ini tampak
Betapa banyak pujian yang terhampar hanyalah memuji topeng
Sedangkan aku.... hanyalah seonggok sampah yang terbungkus

Aku tertipu...
Aku malu Ya Allah...
Ya Allah... selamatkan aku....
Amin...Ya Rabbil 'alamin


( Abdullah Gymnastiar dalam buku Ir. Permadi Alibasyah " Sentuhan kalbu")
=BC/01/09/09=

MENCINTAI DALAM HENING



Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..
Maka dengarlah..


Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..


Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..


Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.


Maka gadis, Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..


Cobalah merenung sejenak dan pikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah SWT, telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..


Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?


Gadis, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..


Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..


Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..


Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..


Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..

Jauh lebih suci..

Syair Sunyi

kuingin sendiri..
kuingin pergi..


pergi ke suatu tempat


tempat dimana tak ada seorang pun mengenalku
tempat dimana tak ada seorang pun menghiraukanku
tempat dimana tak ada seorang pun mempedulikanku


tempat dimana aku bebas berdiam diri
tempat dimana aku bebas berpikir
tempat dimana aku bebas melakukan yang aku inginkan

ku tak ingin seorang pun mempedulikanku
ku tak ingin seorang pun menghiraukanku

yang kuingin hanya sendiri
yang kubutuhkan hanya kesendirian

kesendirian dalam sepi
kesendirian dalam sunyi
kesendirian dala dukaku...
jiwa ini utuh
tapi,,
hati yg bernaung didalamnya tinggal kepingan
tak ada yang tau..


telah remuk
dan tak ada yg dapat menyatukannya..


biarlah asa yg kan mempertahankannya
biarlah harapan yg membuatnya tetap hidup


bibir ini tersenyum
tapi hati didalam jiwa ini menangis..

biarlah ia menangis dibalik merekahnya senyum di bibir
biarlah ia bersedih dibalik cerianya seulas senyum


biarkan senyum merekah dibalik dukanya
biarkan sang waktu menghapus dukanya
dan biarkan Sang Pencipta yg menyembuhkan luka itu

Minggu, 18 Juli 2010

PUISI PAK HABIBIE

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ADA pasti menjadi TIADA pada akhirnya,
Dan kematian adalah sesuatu yang PASTI,
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
Aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku TERSENTAK sedemikian HEBAT,
Adalah kenyataan bahwa KEMATIAN …
Benar-benar dapat MEMUTUSKAN KEBAHAGIAAN dalam diri seseorang,
SEKEJAP saja…
Lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
Hatiku seperti tak di tempatnya,
Dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang,
Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada air mata yang jatuh kali ini,
Aku selipkan salam perpisahan panjang,
Pada kesetiaan yang telah kau ukir,
Pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak megeluh,

Tapi rasanya TERLALU SEBENTAR kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
Tanpa mereka sadari,
Bahwa KAULAH yang MENJADIKAN aku KEKASIH yang BAIK
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
Tapi kau AJARKAN aku KESETIAAN, sehingga aku SETIA,
Kau AJARKAN aku ARTI CINTA, sehingga aku mampu MENCINTAIMU seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
CALON BIDADRI Surgaku ….

BJ.HABIBIE




Sahabat…

Itulah kita…. Manusia…
Merasakan besarnya NIKMAT Allah, setelah DIAMBIL KEMBALI oleh-Nya
Maka NIKMATILAH dengan PENUH SYUKUR…
Sesuai Kehendak-Nya…atas APA SAJA yang masih bisa kita NIKMATI…
Karena itu semua akan PERGI…

Dan Kita BERHARAP agar kenikmatan itu akan BERULANG,
Dalam kenikmatan yang ABADI,
Kenikmatan yang TIDAK AKAN PERGI selamanya,
Kenikmatan yang HAQIQI,
Di AKHIRAT nanti.

Sahabat…

Manusia adalah cermin bagi manusia yang lain.
Jika seseorang berbudi pekerti LUHUR terhadap orang lain,
Maka orang lain pun akan berlaku serupa terhadapnya.
Sehingga, urat sarafnya akan selalu tenang tanpa gejolak
Dan hatinya akan senantiasa damai.
Berikutnya, ia akan merasakan bahwa dirinya hidup
Dalam masyarakat yang bersahabat.

Sebaliknya, bila seseorang berkepribadian BURUK
Dan menyakiti orang-orang di sekitarnya,
Maka mereka pun akan berlaku serupa terhadapnya.

Dan barnagsiapa tidak berbuat baik kepada ornag lain,
Maka orang-orang pun tidak akan berbuat baik kepadanya.

Kita tidak akan mendapatkan CINTA bila kita tidak MENCINTAI
Kita tidak akan mendapatkan KESETIAAN bila kita tidak SETIA



OFA

***

KETIKA MENANGIS MENJADI KETENANGAN


Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Menangis adalah suatu FENOMENA...

BANYAK orang yang hidupnya MERANA karena MENANGIS...
Mereka...
Menangis karena diputus kekasih,
Menangis karena orang yang dicintai mati,
Menangis karena begitu marah dan kesal,
Menangis karena gagal, dsb.

Tetapi SEDIKIT orang yang dengan MENANGIS dia mendapat KETENANGAN
Mereka...
Menangis ketika membaca Al-Quran,
Menangis ketika Sholat,
Menangis ketika berdo'a
Menangis ketika merenung,

Menangis ketika melihat penderitaan saudaranya, dsb.


Berikut ini suatu puisi saudara kita Marlina Hayati Hafs

KETIKA TAUBATKU


Di tangisku bersajadah
Menghantarkanku kehadapan-Mu
Mengukir lewat tahyatku
Mengharap segumpal ampunan dalam Ridho-Mu


Ya...Robby....
Keluh para pecinta melalui tasbih zikirku memohon
Terbasuh air wudhu memuja-Mu
Mengusir resah gelisah ruhku
Yang menggerogoti darah dan bertahta dosa
Karena lengah akan kehadirat-Mu
Tangisku pecah disaat ruku'
Merangkai khusu' menghadap kiblat


Ya...Robby...
Hantarkan aku agar sampai di At- Taubah-Mu
Hingga tiap bait ayat-Mu
Hancurkan syaitan yang bersarang di hati


Di tangisku bersajadah
Telah hancurkan cristal air mata
Karena tangisku telah patah..., kalah...
Di tengah kekuasaan-Mu..., Robb...
Ampuni hamba-Mu ini...


"Ya Allah..
kubersujud padamu
memohon ampunan atas segala dosa yang telah hamba perbuat

Ya Allah..
dosaku menggunung
bersediakah Kau menerima taubatku??"

sumber: kata-kata hikmah/facebook.com

Jadilah Seperti PENSIL



Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.


“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”


Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,


“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.


Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.


“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.


Si nenek kemudian menjawab,


“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.


Pertama:

Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

Kedua:

Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.


Ketiga:

Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.


Keempat:

Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.


Kelima:

Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”



Sumber : hasanalsaggaf

Indahnya sabar...

Catatan Zaki Attamami:


Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah ttg dirinya dan sahabatnya.
Bginilah kisahnya, swaktu kuliah dia punya seorang teman mahasiswa akademi militer, dlm semua hal dia memiliki banyak kLebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini jg amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.


Pemuda ini lulus dgn nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sJak saat itu fisiknya menjadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tdk mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kpd Dr. Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.


Pada saat Dr.Khalid membesuknya, ia melihat pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda itu cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.

"Alhamdulillah, sya dlm keadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa kepada Allah Subhanaahuwataa'ala semoga Anda lekas sembuh", kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,"Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku mungkin saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur'an. Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira".

Dr.Khalid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.

Dr.khalid teringat akan sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassallam : "Sungguh mengagumkn perkara seorang mukmin, Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesenangan ia bersyukur, maka hal itU baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dgn sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya". (HR Muslim)

Dr.Khalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata, "Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas". Pemuda itu menjawab,"Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bagi Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak melangkah ke tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Maha Tau yang terbaik untukku.

Allahu Akbar, betapa kalimat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh progrm magisternya ke luar kota. Beberapa bln setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,"Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong".

Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan utk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senang sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.

Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga, "Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an". katanya penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.

Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupkan kembali menjadi manusia yang utuh.

Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.

Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan utk sahabatnya itu. Kedua ia menangis utk dirinya sendiri yang selama ini lalai utk mensyukuri nikmat-nikmatNya.

Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su'ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid, apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid

Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!

Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan sLalu istiqomah dlm Iman dan Islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hamba-Nya...

Dalam Derasnya Hujan..

dalam derasnya hujan,
aku bagaikan melihat reka ulang semua kisah kita
meski tak pernah kita bersama dalam derasnya hujan..

tapi.. bayangan itu hadir saat ini




saat hujan deras...
terkesan nyata
terasa indah
bagai tak lekang oleh waktu




saat hujan deras...
derai tawa dan senyum bahagia itu hadir




terasa nyata
terasa sejuk
seakan kan abadi selamanya




namun...
dalam derasnya hujan
kusadari semua tlah berakhir




kebersamaan itu...
tawa bahagia itu..
dan semua rasa itu..
terlelap..
hilang..
termakan oleh waktu


tak berbekas


namun..
dalam derasnya hujan ..
aku bersyukur masih memilikinya
walau hanya tinggal bayangan..
tidak nyata..
dan hanya dalam ingatan..


terima kasih pernah hadir dalam hidupku..


Jakarta, 21 April 2010, 14.14)