Minggu, 23 Oktober 2016

Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti teriris pisau ketika menyiapkan makanan untuk keluarga kecilku, jadi apalah arti hari ini aku memiliki seseorang yang mau mendengarkan cerita sekedar teriris pisau..
Nanti cerita itu tak akan lebih penting dari bagaimana pun caranya aku harus bisa menyambutmu pulang dalam cara terbaik di kala aku juga lelah..

Aku tau nantinya aku akan terbiasa dengan kecerobohan kecil seperti lupa bahwa panci yang akan kupegang masihlah panas, jadi apalah arti hari ini aku butuh seseorang yang mau mendengarkan cerita sepeleku..
Nanti cerita itu tak lebih penting dari bagaimana kamu lebih butuh dada yang lapang untuk siap memelukmu di kala aku juga butuh pelukan hangat..

Hingga hari ini tak ada kita, 
tak ada dunia kita,
tak ada kehidupan kita,
masih selalu kamu dan aku..
Tak ada aku dalam duniamu, pun kau tak pernah mau ada dalam duniaku..
Tak ada aku dalam kehidupanmu, pun kau tak pernah mau terlibat dalam kehidupanku..

Dan hari ini aku belajar untuk menyimpan semuanya sendiri, sakitku, lukaku, dukaku, juga sepiku..
Karena hanya diriku seorang yang lebih peduli pada semua yang terjadi padaku,
Kemudian tugasku hanya boleh mengkhawatirkanmu tanpa perlu berharap dikhawatirkan..
Seperti itulah aku melihat masa depan aku bersama kamu..

Jumat, 07 Oktober 2016

#1

Teruntuk calon suami masa depanku,
Dari calon istri masa depanmu,

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah wanita muslim yang solehah seperti yang kau dambakan
Ibadahku tidaklah sempurna, sesempurna wajib dan sunnah yang selalu kau kerjakan
Akhlakku tidaklah indah, seindah kau berlemah lembut pada kedua orang tuamu
Amalku tidaklah utuh, seutuh sedekahmu di tiap pagi

Dear calon suami masa depanku,

Aku bukanlah perhiasan dunia yang paling baik,
Laku ku tak selalu indah
Lisanku tak selalu menentramkan
Parasku tak selalu menyenangkan
Dan aku tak terbebas dari maksiat

Dear calon suami masa depanku,

Aku hanyalah manusia pada umumnya
Yang cinta dan kasih sayangnya padamu memiliki cacat, sebagaimana aku mengalami cacatnya cinta dan kasih sayang kedua orang tuaku yang pernah khilaf
Maka, izinkan aku memiliki cinta dan kasih sayangmu yang mendidikku untuk dapat mencintai dan menyayangi buah hati kita dengan sebaik-baik cinta dan kasih sayang

Dear calon suami masa depan aku,

Tolong pahami aku,
Sesungguhnya aku ingin memiliki hati setangguh baja yang tak mudah tergores dan hancur tiap dirimu khilaf dan membuatku terlihat bodoh
Tapi aku hanya memiliki hati yang rapuh dan air mata yang mudah jatuh, namun itu yang membuatku dapat memaafkanmu dan kembali kuat untuk dapat memberikan cinta dan kasih sayang terbaik yang bisa kuberikan

Dear calon suami masa depanku,

Aku memang bodoh dalam banyak hal, juga memiliki keegoisan di atas rata-rata,
Maka jadilah sabarmu seluas lautan untuk mendidikku menjadi lebih baik,
Untuk menuntunku membersamaimu hingga surga Allah Swt

Dear calon suami masa depanku,

Hari-harimu bersamaku tidaklah selalu tentang kebahagiaan,
Maka aku akan memaklumi dan tetap bersyukur jika ada kalanya kau tak dapat membahagiakan hariku

Dear calon suami masa depanku,

Aku tidaklah pandai menjaga diri, maka bantulah aku menjaga diriku, jadilah pakaianku
Dan aku kan belajar tuk terus menjagamu dan menjadi pakaian untukmu

Rabu, 05 Oktober 2016

Aku adalah seorang perempuan yang tak pernah dapat menyempurnakan harapanmu...
Aku hanyalah seorang aku yang memiliki banyak kekurangan...
Aku hanyalah anak yang tumbuh dan terdidik dari keluarga yang tak luput dari kekhilafan...
Aku hanyalah seorang saudara yang tak pernah selalu akur dengan saudara-saudariku...

Aku bukanlah seorang perempuan yang sempurna tuk menjadi seorang pendamping...
Aku hanya terbiasa mandiri mengurus diri dan keperluanku ketika jauh dari lindungan kedua orang tuaku...
Aku hanya terdidik dari kedua orang tua yang cinta dan kasihnya tak sempurna...
Aku hanya terbiasa pada lingkungan yang mengajarkan hal yang tidak melulu tentang kebaikan dunia-akhirat...
Aku hanya terlalu terbiasa belajar menjaga jarak pada siapa pun yang dapat menyakiti hati dan perasaanku...

Aku bukanlah seorang perempuan yang kesalihannya menjadi sebaik perhiasan dunia...
Aku hanya terbiasa bangun pagi, menjalankan kewajibanku pada Pencipta-ku, serta menjalankan sedikit baktiku pada orang tuaku...
Aku hanya terbiasa terbangun tengah malam, namun tak selalu menjalankan sunnahku pada Robb-ku...
aku hanya terdidik rutin membaca kitab Allah Swt., namun tak selalu dapat mengamalkannya...
Aku hanya belajar sedikit tentang berbagi, namun tak selalu ikhlas mengiringi...

Aku bukanlah perempuan yang dapat selalu dibanggakan,
Ada kalanya aku sering mengecewakan
Ada kalanya aku sering memenangkan ego
Ada kalanya aku tak memahami cinta dan kasih dari orang-orang sekitarku.

Senin, 03 Oktober 2016

Friendship

“A friend in need is a friend indeed”
"Real friends make the world go around!"

Ketika berbicara tentang persahabatan, kita akan cenderung me-recall segala memori indah bersama mereka, orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang bersamanya kita menghabiskan banyak waktu dan peristiwa. Orang-orang yang berstatus teman tapi sesungguhnya adalah saudara.

Orang-orang yang ketika bersamanya hati menjadi senang, masalah seakan tak pernah ada, dan senyum selalu terukir. Mengingat bagaimana banyak waktu di mana kita terpaksa melakukannya tetapi kita saling menikmatinya. Mengingat bagaimana banyak beda pendapat tetapi kita saling merasa damai. Bagaimana kecewa sering hadir tetapi kita saling dapat menerima.


Namun, pada kenyataannya tak selalu indah. Ada kalanya kita merasa cemburu pada pilihan-pilihan mereka, ada kalanya kita kecewa pada sikap-sikap mereka. Ada kalanya justru mereka yang kecewa pada sikap dan pilihan kita. Ada juga suatu waktu kita saling mendiamkan, saling tak bertegur sapa. Ada kalanya pula kita saling bertengkar untuk menyelesaikan semua rasa kecewa yang telah menumpuk.

Jadi sesungguhnya persahabatan itu rumit, tak pernah sesederhana yang terbayangkan. Namun merupakan suatu kebutuhan. Maka ikhlas berkorban rasa dan asa adalah perjuangan untuk sebuah persahabatan. Karena persahabatan adalah suatu ikatan yang kita bangun bersama, dan harus kita pertahankan bersama. Kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun.