Pernahkah terpikirakan oleh kita bahwa sesungguhnya saat menjaga pandangan benar-benar dilakukan dari hati dan hadir karena malu pada Allah SWT, maka itu akan benar-benar dilakukan kapan pun dan dimana pun kita berada.
Namun, saat menjaga pandangan karena alasan pemberlakuannya aturan dalam organisasi Islam, maka saat kita tak lagi berkontribusi dalam organisasi tersebut segala penjagaan itu (menjaga pandangan) akan musnah dan hanya jadi masa lalu yang telah berakhir.
Selain itu, ternyata tidak menjaga pandangan dapat mengikis iman kita, "ketika kita tidak mampu menjaga pandangan, sehingga pandangan kita menjadi liar, maka tidak bisa tidak hal tersebut akan mengikis kualitas iman yang tumbuh dalam hati kita. Iman itu tidak hilang dengan tiba-tiba dan serentak, namun periahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Pada kenyataannya pandangan terhadap lawan jenis yang tidak halal, menjadi media paling efektif untuk menghilangkan keimanan dari dalam diri." (www.eramuslim.com)
Padahal,,, jelas Allah telah menyuruh hambaNya untuk senantiasa menjaga pandangan
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman dan kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat'' (Q. S. An Nuur: 30-31)
Banyak keuntungan dari menjaga pandangan. Salah satunya adalah terhindarnya kita dari nafsu yang berawal dari mata, timbul dari apa yang terlihat. Sama seperti nabi Yusuf yang terhindar dari jeratan Zulaikha karena terjaganya pandangan nabi Yusuf.
"Ada tiga kelompok manusia yang mata mereka tidak akan melihat api neraka, yaitu orang-orang yang matanya terjaga di jalan Allah; orang-orang yang matanya menangis karena takut kepada Allah; dan orang-orang yang matanya tidak mau melihat hal-hal yang diharamkan" (H. R. Tabrani)
Minggu, 07 Maret 2010
Kamis, 04 Maret 2010
MEMBIASAKAN DIRI BERBUAT NYATA DALAM KEBAIKAN
Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh.
Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.
Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :
Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya
Saya tergusur ...
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya
Saya ingin bekerja ....
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya
Saya sakit ...
dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri
Saya telanjang, tidak punya pakaian ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.
Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...
Setelah membaca puisi itu ...
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.
Sahabat, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis.
Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan.
Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.
Orang-orang bijak mengatakan :
Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.
Dari Wulan Puspitasari, Cibinong, Bogor.
Catatan Forum Motivasi dan Cerita Inspiratif
Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.
Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :
Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya
Saya tergusur ...
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya
Saya ingin bekerja ....
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya
Saya sakit ...
dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri
Saya telanjang, tidak punya pakaian ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.
Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...
Setelah membaca puisi itu ...
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.
Sahabat, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis.
Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan.
Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.
Orang-orang bijak mengatakan :
Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.
Dari Wulan Puspitasari, Cibinong, Bogor.
Catatan Forum Motivasi dan Cerita Inspiratif
Langganan:
Komentar (Atom)