Minggu, 07 Maret 2010

Menjaga Pandangan

Pernahkah terpikirakan oleh kita bahwa sesungguhnya saat menjaga pandangan benar-benar dilakukan dari hati dan hadir karena malu pada Allah SWT, maka itu akan benar-benar dilakukan kapan pun dan dimana pun kita berada.

Namun, saat menjaga pandangan karena alasan pemberlakuannya aturan dalam organisasi Islam, maka saat kita tak lagi berkontribusi dalam organisasi tersebut segala penjagaan itu (menjaga pandangan) akan musnah dan hanya jadi masa lalu yang telah berakhir.

Selain itu, ternyata tidak menjaga pandangan dapat mengikis iman kita, "ketika kita tidak mampu menjaga pandangan, sehingga pandangan kita menjadi liar, maka tidak bisa tidak hal tersebut akan mengikis kualitas iman yang tumbuh dalam hati kita. Iman itu tidak hilang dengan tiba-tiba dan serentak, namun periahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Pada kenyataannya pandangan terhadap lawan jenis yang tidak halal, menjadi media paling efektif untuk menghilangkan keimanan dari dalam diri." (www.eramuslim.com)

Padahal,,, jelas Allah telah menyuruh hambaNya untuk senantiasa menjaga pandangan
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman dan kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat'' (Q. S. An Nuur: 30-31)

Banyak keuntungan dari menjaga pandangan. Salah satunya adalah terhindarnya kita dari nafsu yang berawal dari mata, timbul dari apa yang terlihat. Sama seperti nabi Yusuf yang terhindar dari jeratan Zulaikha karena terjaganya pandangan nabi Yusuf.

"Ada tiga kelompok manusia yang mata mereka tidak akan melihat api neraka, yaitu orang-orang yang matanya terjaga di jalan Allah; orang-orang yang matanya menangis karena takut kepada Allah; dan orang-orang yang matanya tidak mau melihat hal-hal yang diharamkan" (H. R. Tabrani)


Tidak ada komentar: