Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

Bukan Pertarungan A VS B #Opiniku2

       Satu semester kemarin (semester 3) aku adalah mahasiswa tergalau di angkatanku dan kampusku. Kenapa begitu? Karena hanya aku yang mondar-mandir kelas, antara penghuni kelas A dan kelas B (biasanya kelasnya tetap jika mata kuliahnya masih mata kuliah wajib. Dan semester 1 s.d. semester 3 itu  mata kuliah wajib semua). Jika mata kuliah statistika (banyak yang pindah kelas) dan klinis-asesmen (kelas digabung) tidak dihitung, 2 mata kuliahku berada di kelas A, dan di kelas B 3 mata kuliah. Temanku sering tanya, "kamu mata kuliah ini di kelas mana sih?" atau "kita satu kelompok ga sih?" (biasanya ditanyai sama temenku yang udah biasa satu kelompok) bahkan aku sering terlupakan saat akan menyusun jadwal mentoring karena hanya aku yang beda jadwal kuliahnya.
       Jika sedikit flashback saat awal aku tahu aku di-PHP-in (Pemberi Harapan Palsu) sama universitas, tiba-tiba kelasku jadi B semua padahal aku pilih kelas A semua saat isi KRS online, kemudian setelah beberapa hari pengesahan KRS tiba-tiba berubah lagi jadi ada beberapa mata kuliah yang di kelas A dan bentrok dengan beberapa kuliah di kelas B. Harus ngelobi dosen, sendirian, supaya bisa stay di kelas B untuk jenis mata kuliah yang dosennya sama dengan kelas A. Hahaha.. pokoknya, sampai sebelum revisi KRS, aku adalah mahasiswa tersibuk dan tergalau masalah kelas dan lobi-lobi dosen. jadi sering di-puk-puk sama temen-temen, sama ketua kelas A; ketua kelas B, hingga ketua tingkat --"
       Eh? kenapa jadi ngelantur ya? hehehe 
       Sekarang aku mau bahas mengenai opiniku setelah satu tahun full sebagai penghuni kelas A, dan kemudian satu semester jadi amphibi (hidup di dua tempat, kelas A dan kelas B). Banyak teman-teman di kelas B yang nanya, "gimana rasanya di kelas B?" atau "enakan di kelas A atau di kelas B?" atau "apa sih bedanya kelas A dengan kelas B yang kamu rasain setelah kamu di kelas B?" dan berbagai pertanyaan hampir sejenis lainnya. Begitu pun teman-teman kelas A. Banyak yang nanya, "kelas B beda banget yaa sama kelas A?" atau pernah ketua kelas A  bilang "kamu pasti akan ngerasain bedanya aku sama Seta (ketua kelas B)" atau bahkan ada juga yang bilang "kelas B pada pinter-pinter ya? Asdos sering bandingin kita sama kelas B"
       Kebanyakan pertanyaan itu dilontarkan saat awal semester 3. Pada saat itu (sampai sekarang juga sih, cuma sekarang udah ada tambahannya, yaa lumayanlah bisa mengenal dan menilai setelah satu semester jadi penghuni baru kelas B) jawabanku simpel dan objektif (menurutku), "yaa, tiap kelas punya kelebihan dan kekurangan. Kalo ditanya bedanya, pasti ada bedanya kan orang-orangnya aja beda. Kalo ditanya enakan yang mana, dua-duanya enak. Kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Intinya, nikmatin aja proses di dalamnya" (kurang lebih aku bilang begitu).
       Akan tetapi, semakin hari aku semakin sadar bahwa keduanya memang berbeda, bahkan bisa dibilang amat berbeda. Keduanya punya pemimpin (ketua kelas) yang berbeda, keduanya terdiri dari orang-orang yang berbeda sehingga keduanya sudah pasti berbeda. Keduanya memiliki kelebihan yang saling diirikan oleh keduanya. Kelas A selalu iri dengan kelas B yang terlihat menonjol dan sering dibicarakan oleh dosen maupun asdos. Kelas B selalu iri dengan rajinnya kelas A. Dan yang lucu lagi adalah keduanya sama-sama iri mengenai tetangga yang mereka kira lebih kompak.
       Kenapa aku bilang lucu? Ya karena keduanya mengirikan hal yang sama. Kalau begitu, siapakah yang sebenarnya lebih kompak? Who knows!
       Hahaha... intinya, kita ada dan berbeda bukan untuk bertarung, tapi untuk sama-sama berjuang; sama-sama belajar; sama-sama mencari ilmu; dan sama-sama berusaha menjadi lebih baik serta bermanfaat bagi sekitar :)

Rabu, 06 Juni 2012

Surat Cinta untuk Sahabat

Surakarta, Juni 2012



     Sahabat, aku bersyukur memilikimu. Aku berterima kasih yang sebesar-besarnya kepadamu. Kau selalu ada, tidak hanya pada waktu senangku, tapi kau juga selalu ada pada masa sulitku..
     
     Kau setia di sisiku. Bukan karena kita berdekatan, tapi karena kita memiliki ukhuwah yang tidak mengenal jarak. Dan kau tunjukkan ukhuwah itu padaku. Selalu..

     Sahabat, adakah aku juga seperti itu bagimu? Adakah aku setia di sampingmu pada masa sulitmu?

     Maaf jika yang aku terima darimu terlalu banyak. Tak pernah aku memberi sebanyak yang kau beri padaku. Kau selalu setia membantuku di masa sulitku. Sedang aku tak pernah setia di sisimu pada masa senang dan masa sulitmu. Atau, adakah hanya aku yang yang merasa kau sahabatmu, tapi kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu karena ketidak setiaanku di sisimu?

     Jika demikian adanya, tolong beri aku satu kesempatan untuk mencoba setia di sisimu pada masa sulitmu. Tolong katakan padaku tentang kesulitanmu karena aku tidaklah sepengertian dirimu yang selalu tahu kapan aku memerlukan dirimu.

     Maaf aku belum dapat menjadi sahabat yang baik untukmu. Tetapi, aku ingin sekali agar kau tahu bahwa kau adalah sahabat terbaik bagiku dan, tolong, izinkaku untuk menjadi sahabat yang baik pula untukmu...



                                                                                                                   Salam Rindu,
                                                                                       Seseorang yang selalu ingin menjadi sahabat baikmu

Kamis, 15 Maret 2012

Mencoba Mengenalnya

Sepintas melihat puisi buatannya. Kesepian, kegamangan, tapi disitu terlihat sebuah harapan. Lebih tepatnya angan, mimpi. Tak bisa terwujud. Karena takdir dan ketetapan Allah sudah berbicara sebelum ia sadar akan angan-angan dan mimpinya tentang hidupnya.


Ya, dia seorang anak tunggal dari kedua orang tua yang mapan. Segala kebutuhan materi yang ia butuhkan tercukupi dengan baik. ia dapat sekolah tinggi tanpa harus khawatir orang tua-nya mengalami keberatan beban karena hanya satu anak yang mereka tanggung. Tak perlu berebut makanan kesukaan. Tak perlu berbagi waktu menggunakan kamar mandi. Pun tak perlu berkelahi hanya untuk mendapat perhatian orang tua. Perhatian orang tuanya telah tercurah padanya.

Kesepian. Ya, pasti dia juga merasa kesepian. Iri. Ya, kadang ia iri pada orang lain yang memiliki saudara kandung. Tapi, apakah ia jadi meratap dan mengatakan bahwa Allah Swt. tak adil? Tidak. Ia sadar bahwa ini lah takdirnya.

Bagiku, aku yakin, sebenarnya Ia tahu dan sadar bahwa ada anugerah dan banyak hal baik yang ia alami meski tanpa kehadiran saudara kandung dalam hidupnya. Ia sadar bahwa iri adalah hal yang wajar, tapi ia juga sadar bahwa ia tak dapat merubah keadaan seperti yang ia inginkan, memiliki saudara kandung.

Andai aku dapat mengatakan langsung, akan ku katakan, pasti ada orang yang iri pada keadaan dirimu. Pasti ada orang yang iri padamu yang tidak memiliki saudara kandung. Coba bayangkan orang yang tidak dapat sekolah tinggi karena adik-adiknya butuh biaya untuk sekolah sedangkan orang tuanya tergolong kurang mampu. Sepintas, orang ini akan iri pada dirimu yang sendiri dan orang tuanya pasti dapat menyekolahkannya hingga perguruan tinggi, tapi ia juga percaya pada rahasia Allah Swt. dan dia juga tetap menjalani hidup sepertimu dengan cara yang berbeda. Atau coba kau bayangkan pada seorang kakak yang harus berbagi waktu menggunakan sepatu dengan adiknya karena orang tua mereka tidak mampu membelikan sepatu adiknya yang hilang. Sepintas, ia akan iri padamu yang seorang anak tunggal sehingga orang tuanya tak perlu pusing-pusing mencari tambahan sana-sini lantaran belum dapat membelikan sepatu baru untuk adiknya, tapi lagi-lagi orang ini akan tetap menjalani hidupnya, sepertimu, dgn cara berbeda.

Jika dirimu merasa kesepian, ingat orang tuamu yang kasih sayangnya tak pernah terbagi selain hanya untukmu; ingat teman-temanmu yang selalu ada dan menghiasi hari-harimu di kampus; ingat senior-senior dan adik-adik tingkatmu yang dapat kau anggap mereka sebagai kakak dan adik bagimu; kenang masa kecilmu saat dirimu belum mengerti arti rasa iri atas kesepianmu karena dirimu masih punya teman bermain.

Rabu, 05 Januari 2011

Bersama dengan Berlalunya Waktu

Saat ini, saat kami semua telah terpisahkan oleh jarak dan waktu, aku baru sadar tentang makna kehadiran mereka dalam hari-hariku.
Ya, aku baru menyadarinya..
Menyadari bahwa ternyata mereka sangat berarti.

Tak ada sedikit pun rasa kesalku pada mereka yang masih tertinggal di hati..

Kebersamaan dengan mereka..
Senyum bahagia mereka..
Perhatian indah mereka..
Bahkan, ledekan iseng mereka pun selalu teringat..

Kenangan itulah yang selalu terpatri dalam ingatanku..
Kenangan itulah yang membuatku merasa kehilangan mereka..

Sahabat..
Walau jarak dan waktu telah memisahkan kita..
Semoga kita dapat selalu bersama..
Bagai buket bunga mawar indah yang tak akan pernah layu ;)


Jakarta, Agustus 2010

Sabtu, 18 September 2010

Mungkin nanti kita akan terpisahkan oleh jarak dan waktu
Tapi..
Berjanjilah untuk menjaga persaudaraan ini
Berjanjilah untuk tidak saling melupakan
Berjanjilah untuk selalumenjadikan hari-hari yang telah kita lalui…
Kan selalu menjadi kenangan yang berharga
Berjanjilah tuk tetap saling mengingatkan dalam kebaikan
Berjanjilah tuk setia memegang prinsip yang saat ini telah kita bangun


Berjanjilah bukan atas nama rohis
Tapi berjanjilah atas nama islam dan persaudaraan kita
(Jakarta, awal tahun 2010)

Kamis, 29 Juli 2010

Sudah berapa banyak orang yang bilang jaket cokelat-ku jelek banget.. 
entahlah..
aku juga gak suka sama jaket itu..
jahitannya gak bagus, bahannya juga kasar..
kemahalan lagi..
kata om (karyawan bapakku) "ah, jaket kaya gitu mah berani dah om kasih harga 90 ribu"
what?? aku beli itu harganya 110 ribu.. ckckck...
bener-bener bikin kecewa banget..
padahal sebelumnya aku udah bilang sama temen-temen buat pesen jaket di aku aja
tapi aku emang gak mau ngurusin masalah bahan dan harganya, soalnya kan yg punya selera mereka,, nanti kalo pake seleraku gak ada yg mau lagi..
udah gitu mereka protesnya banyak, terutama yg cowok..
kan bikin males.. 
skalinya ngurus,, jatohnya ngecewain banget :(


yah, karena sayang sama uang 110 ribu,, akhirnya tetep aku pake, tapi jarang banget

Minggu, 07 Maret 2010

Menjaga Pandangan

Pernahkah terpikirakan oleh kita bahwa sesungguhnya saat menjaga pandangan benar-benar dilakukan dari hati dan hadir karena malu pada Allah SWT, maka itu akan benar-benar dilakukan kapan pun dan dimana pun kita berada.

Namun, saat menjaga pandangan karena alasan pemberlakuannya aturan dalam organisasi Islam, maka saat kita tak lagi berkontribusi dalam organisasi tersebut segala penjagaan itu (menjaga pandangan) akan musnah dan hanya jadi masa lalu yang telah berakhir.

Selain itu, ternyata tidak menjaga pandangan dapat mengikis iman kita, "ketika kita tidak mampu menjaga pandangan, sehingga pandangan kita menjadi liar, maka tidak bisa tidak hal tersebut akan mengikis kualitas iman yang tumbuh dalam hati kita. Iman itu tidak hilang dengan tiba-tiba dan serentak, namun periahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Pada kenyataannya pandangan terhadap lawan jenis yang tidak halal, menjadi media paling efektif untuk menghilangkan keimanan dari dalam diri." (www.eramuslim.com)

Padahal,,, jelas Allah telah menyuruh hambaNya untuk senantiasa menjaga pandangan
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman dan kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat'' (Q. S. An Nuur: 30-31)

Banyak keuntungan dari menjaga pandangan. Salah satunya adalah terhindarnya kita dari nafsu yang berawal dari mata, timbul dari apa yang terlihat. Sama seperti nabi Yusuf yang terhindar dari jeratan Zulaikha karena terjaganya pandangan nabi Yusuf.

"Ada tiga kelompok manusia yang mata mereka tidak akan melihat api neraka, yaitu orang-orang yang matanya terjaga di jalan Allah; orang-orang yang matanya menangis karena takut kepada Allah; dan orang-orang yang matanya tidak mau melihat hal-hal yang diharamkan" (H. R. Tabrani)


Rabu, 10 Juni 2009

Buat Para Cowok

Assalamualaikum...

Tmn2 terutama yg laki-laki...
Coba deh mulai skrg jgn mmbiasakn diri mengumpat atau ngmong kasar atau ngmong yg gak enak didenger. Apalg,, smpe nama2 binatang yg ad dragunan dsbutn bwt ngatain org.
Sekesel apapun,, usahain jaga apa yg kalian ucapkan
Karena,, klo kalian biasa ngomong ky gtu dr skrg,, suatu saat,, saat klian udah brkluarga,, saat klian udah jd kepala kluarga,, dan saat kalian marah,, bisa aj klian ngluarin kta2 itu. Meskipun saat itu klian nyoba tuk mengurangi, itu gak akan berguna karena udah jdi kebiasaan dri remaja. Dan. saat itu, kalian akan ngrasa bahwa mengumpat org dgn kta2 gak baik sangat sulit tuk dihilangkan dan dihindari lagi.

Nb: Ini pndapatku y, trutama buat cowok2 yang gak jaga ucapannya apalagi ke perempuan

Anak Kecil yang Jadi Korban Mode


Hmm..
Ada sebuah pemandangan yg membuat aku jadi kasihan sama anak kecil zaman sekarang. Bayangin aja, seorang anak kecil (yah,, skitar usia 4-6 thn) udah pake baju yang bagian punggungnya kebuka. padahal orang tuanya (ibunya) aja pake kerudung. MasyaAllah.. anak kecil itu udah dijadiin korban mode sama orang tuanya. Gimana kalo tuh anak sampe sakit atau masuk angin gara2 slalu pake baju yang terbuka??
Yang repot pasti si orang tuanya kan?? Trus,, knp mreka masih tetep tega beliin baju kayak gitu buat anaknya yg notabene masih kecil???
Gak mungkin kan si ank yg minta d beliin baju kayak gitu?? Kalopun yang minta anaknya,, toh orang tua gak harus mengiyakan semua kemauan anak kan??
Selama itu buat kebaikan si anak,, kenapa gak menolak kemauannya dan ngasih pngertian kalo hal itu gak baik bwt kesehatan maupun scra agama?
Itulah guna orang-tua. Mendidik dan memberitahukan mana yang baik dan mana yg buruk; mana yg benar, mana yg salah.

Jadi.. buat ibu2 ato calon ibu.. coba kita instropeksi diri. Udah bner ato blm cara yg digunakan dlm mndidik ank2 (bagi yg udah pnya anak) dan bagi yg blm pnya ank,, cobalah dipikirkan akn memakai cara sprti apa dlm mndidik mreka. Apakah dgn slalu mngikuti smua kmauan mreka atau mnunjukkan mana yg baik dan mana yg buruk sesuai dgn sprti ap peran org tua dlm khidupan ank (memberi cntoh yg baik; menunjukkan mana yg benar, mana yg salah; menunjukkan mana yg baik, mana yg buruk; mana yg primer mana yg sekunder; mana yg sesuai dgn nilai agama, mana yg tdk sesuai dgn nilai agma maupun budaya Indonesia) =)

Rabu, 24 Desember 2008

für meine freunde

teman...
mungkinkah aku menyayangimu dengan alasan??
haruskah aku memiliki alasan tuk berteman dengan kalian??


kurasa...
aku tak perlu itu
aku cukup dengan menjadikanmu temanku
aku cukup menyayangimu dengan caraku
aku cukup menjadikanmu berharga
aku cukup mencintaimu di hatiku
hal itu merupakan bentuk rasa sayangku

tanpa perlu kau tahu
dan tanpa perlu orang lain tahu


Psn: teman2ku... apakah kalian merasa aku tak menyayangi kalian
lalu karna apa aku masih peduli padamu???
karna apa aku tetap menjadikanmu temanku???

Senin, 01 Desember 2008

Awalan!!

alhamdulillah, akhirnya blog ini dapat dibuat. meskipun sebelumnya gak bisa2

akhirnya bs juga

^^