Jumat, 19 Juli 2013

Orang yang Menyayangimu Itu Pasti Ada Di Sekitarmu

     Yaa, orang yang menyayangimu pasti ada di sekitarmu. Hanya saja, seringnya, kita terlalu sibuk dengan diri sendiri hingaga tidak menyadari kehadirannya dengan segala kasih sayangnya untuk kita.

     Itu juga lah yang beberapa kali aku rasakan. Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih berada di bangku kelas 3 SMA (kelas XII), aku baru sadar bahwa teman baikku benar-benar menyayangiku. Sayangnya, hal itu aku ketahui justru ketika aku mengecewakan mereka. Pertengkaran itu terjadi, perang dingin. Aku terlalu sibuk dengan hal lain dan tidak mau mencoba untuk introspeksi diri mengenai penyebab perang dingin tersebut. Begitupun mereka, segan untuk berbicara jujur, males duluan lebih tepatnya. Hal itu terus berlanjut, hingga akhirnya teman-teman yang mencoba netral mencarikan pihak ketiga untuk menjadi penengah dan fasilitator untuk mencapai keharmonisan kembali.
     Saat itu lah kemudian aku terpukul dengan kalimatnya diantara kalimat perdebatan yang saling membela diri, "aku sayang kamu. kita sayang kamu"
    Dan kemudian, sampai saat ini, aku menyesal harus mendengarnya diwaktu aku menyakiti hati mereka. Aku menyesal, kenapa tidak dari awal menyadari dan memperhatikan keberadaan mereka dengan segala kasih sayang mereka padaku.
     Kemudian, ketidakpekaanku terulang. Beberapa bulan lalu aku berkenalan dengan seorang teman dengan segala kebaikan hati dan semangatnya untuk berbagi. Kami jadi sering bertemu karena takdir, berada dalam satu lembaga yang sama. Awalnya, aku merasa tak ada yang spesial darinya selain ia yang menunjukkan ketertarikan padaku di tiga hari pertama pertemuan kami, yaa dengan gaya khas anak zaman sekarang yang suka TP (tebar pesona) dan sok perhatian.
    Tapi, seiring berjalannya waktu, aku memperhatikan dia. Yaa, ternyata dia memang orang yang perhatian, bahkan hampir ke semua orang yang berada dalam lembaga yang sama dengannya. Dan yang paling membuatku sadar bahwa dia menyayangiku adalah dia memperhatiakn setiap perubahan yang terjadi pada ekspresiku, juga ketidakrelaannya ketika aku dijodoh2kan (meski cuma bercanda) pada orang yang dianggapnya kurang baik. Hahaha.. thank's :)
     Begitu juga dengan teman-teman di psikologi UNS. Mereka benar-benar menunjukkan rasa saling sayang itu. Mereka memang orang-orang luar biasa. Dari mereka, aku belajar banyak hal, bahwa rasa sayang itu memang sebaiknya ditunjukkan dengan cara masing-masing. Hingga akhirnya, aku tak pernah merasa sendiri di psikologi UNS, selalu ada saja yang menyapa, memuji, menegur, mengkritik, mengajak, bahkan ada pula yang selalu menyemangati. Big hug for my family, psikologi UNS :)

Tidak ada komentar: