Minggu, 19 September 2010

Al Hakiim (Yang Maha Menghakimi)



Siapakah Engkau ini, Tuhanku?
Sepanjang siang terus bergelombang pendaman rasaku pada-Mu
Jika tiba malam, bagai terpanggang tubuhku oleh api rahasianyang berpijar di pusat jiwaku


Siapakah Engkau ini, Gustiku?
Begitu erat di dadaku
Namun, harus bergerak terus aku mendekati-Mu
Seakan-akan seluruh langkah kaki petualanganku tak akan pernah sampai ke sisi-Mu


Siapakah Engkau ini, Allahku?
Tidak sedetik pun aku pernah berpisah dari-Mu
Namun, bara kerinduankuseakan meratapi sesuatu yang amat jauh dariku


Siapakah Engkau ini, Kekasihku?
Yang berbisik amat karib di telingaku
Yang membelai lembut ubun-ubunku
Namun, tatkala terhenyak aku dari mabukku
Terasa Engkau seperti tinggal di pulau yang nun tak kutahu


Siapakah Engkau ini, Raja Dirajaku?
Yang meletakkan cahaya dikegelapan,
Serta kegelapan di cahaya
Yang menaruh derita dalam bahagia,
Serta bahagia dalam derita
yang mengisikan ada dalam tiada,
serta tiada dalam ada?

Siapakah Engkau, Dzu Hikmah?
Namun, tidak..
Tidak..
Tak akan aku memikirkan-Mu
Tak akan aku merumuskan-Mu

Aku hanya ingin tenggelam
Tenggelam..
di-Mu



(Emha Ainun Nadjib)

Tidak ada komentar: